Gakpo Kritik Sikap Germany FC Usai Insiden Brobbey di Laga Nations League

Gakpo Kritik Sikap Germany FC Usai Insiden Brobbey di Laga Nations League
Gakpo Kritik Sikap Germany FC Usai Insiden Brobbey di Laga Nations League

Cakrawala News – 27 September 2026 | Winger Belanda, Cody Gakpo, melontarkan kritik tajam terhadap sikap yang ditunjukkan Germany FC dalam laga Nations League melawan Belanda, Kamis lalu. Gakpo menilai tim asuhan Jurgen Klopp itu telah melakukan tindakan tidak sportif ketika tidak menghentikan permainan saat rekan setimnya, Brian Brobbey, terbaring cedera di lapangan. Kritik tersebut muncul setelah laga yang berjalan panas dan berakhir imbang 1-1 di Amsterdam, di mana Gakpo sendiri menjadi penyelamat Belanda lewat gol penyama kedudukan pada menit ke-92.

Insiden yang memicu kemarahan kubu Belanda terjadi tepat setelah menit ke-30. Saat Brobbey terjatuh dan membutuhkan perawatan, para pemain Germany FC memilih melanjutkan permainan alih-alih membuang bola ke luar lapangan. Felix Nmecha kemudian mencetak gol di tengah kondisi Brobbey yang masih tergeletak. Belakangan terungkap bahwa pemain Sunderland tersebut kemungkinan mengalami cedera serius.

Gakpo Sebut Sikap Germany FC Tidak Sportif

Dalam wawancaranya dengan penyiar Belanda, NOS, Gakpo menyatakan kekecewaannya secara terbuka. Menurutnya, meski tidak ada aturan tertulis yang mewajibkan pemain menghentikan permainan, sikap tersebut tetap dinilai menyalahi etika olahraga.

“Dalam pandangan kami, itu tidak sportif. Memang tidak ada aturannya, tetapi saya pikir sudah sewajarnya bola dimainkan keluar lapangan ketika ada orang terbaring di tanah. Mereka memutuskan untuk tidak melakukannya; itu tidak sportif dan membuat situasi jadi lebih panas,” ujar Gakpo.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kekecewaan pemain Belanda bukan semata soal hasil pertandingan, melainkan soal prinsip fair play yang mereka anggap diabaikan. Gol Nmecha menjadi titik balik ketegangan di lapangan, dan emosi para pemain Oranje terlihat jelas begitu bola masuk ke gawang.

Meski demikian, keputusan untuk terus bermain itu kemungkinan besar datang dari para pemain Germany FC di lapangan, bukan dari instruksi langsung Klopp. Manajer asal Jerman itu dikenal sebagai sosok yang menjunjung sportivitas, sehingga situasi tersebut menjadi sorotan tersendiri pada laga debutnya bersama Die Mannschaft.

Debut Klopp dan Konteks Laga

Pertandingan melawan Belanda menjadi laga pertama Jurgen Klopp sebagai pelatih kepala tim nasional Jerman. Kembalinya Klopp ke dunia kepelatihan ini mempertemukannya dengan sejumlah mantan anak asuhnya di Liverpool, seperti Virgil van Dijk, Ryan Gravenberch, dan Cody Gakpo. Klopp terlihat menikmati reuni tersebut, menyapa satu per satu pemainnya dan bahkan menyempatkan berbincang dengan Van Dijk setelah laga usai.

Namun, pertemuan antara Jerman dan Belanda memang jarang berlangsung tanpa ketegangan. Laga kali ini membuktikan hal itu, dengan insiden Brobbey menjadi puncak perseteruan di lapangan. Hasil imbang 1-1 membuat kedua tim berbagi poin, sementara Belanda harus puas dengan satu angka pada laga pertama Xavi Simons sebagai pelatih.

Bagi Germany FC, hasil ini menjadi catatan penting pada awal era baru di bawah Klopp. Pelatih berusia 59 tahun itu sebelumnya memilih 44 pemain yang dibagi ke dalam dua skuad terpisah untuk jeda internasional pertamanya, sebuah langkah yang dinilai sebagai upaya menilai pemain yang mampu menjalankan tuntutan taktiknya. Etos kerja, intensitas, dan keberanian menjadi atribut yang wajib dimiliki para pemainnya.

Jadwal Berikutnya dan Sorotan Publik

Germany FC selanjutnya akan menghadapi Yunani di WWK Arena, Augsburg, pada laga Nations League berikutnya. Jerman belum pernah kalah dalam sepuluh pertemuan terakhir melawan Yunani, dan Klopp tentu memburu kemenangan pertamanya bersama Die Mannschaft. Sementara itu, Yunani saat ini memimpin Grup 2 Liga A setelah mengalahkan Serbia 2-1, dengan gol kemenangan Anastasios Douvikas pada menit ke-95 di Belgrade.

Kritik Gakpo menambah dimensi baru pada persaingan klasik antara Jerman dan Belanda. Isu sportivitas kembali mencuat di tengah anggapan bahwa sepak bola modern kian akrab dengan taktik “seni gelap”, terutama di Inggris. Publik akan menantikan bagaimana Klopp merespons situasi ini, baik melalui pernyataan resmi maupun sikap timnya di laga-laga berikutnya.

Yang jelas, insiden Brobbey menjadi pengingat bahwa di balik persaingan taktik dan hasil pertandingan, nilai-nilai fair play tetap menjadi perdebatan yang tak pernah selesai di dunia sepak bola. Bagi Germany FC, laga melawan Yunani menjadi kesempatan untuk mengalihkan fokus dari kontroversi ke performa di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *