Cakrawala News – 28 September 2026 | Duel ceko vs kroasia pada matchday pertama Grup A3 League A UEFA Nations League 2026/2027 berakhir dengan kemenangan tim tamu. Kroasia menaklukkan Republik Ceko dengan skor 2-1 di Stadion Fortuna Arena, Praha, Sabtu (26/9/2026) waktu setempat. Kemenangan ini menjadi pembuka yang positif bagi Kroasia sekaligus hadiah sambutan bagi pelatih yang kembali menangani tim, Slaven Bilic.
Gol penentu kemenangan Kroasia lahir dari sundulan Mario Pasalic pada menit ke-77, memanfaatkan umpan Ivan Perisic. Sebelumnya, Kroasia sempat unggul lebih dulu lewat gol Luka Modric, tetapi tuan rumah mampu menyamakan kedudukan melalui Adam Karabec.
Hasil tersebut membuat Kroasia menempati peringkat kedua klasemen sementara Grup C Liga 1 UEFA Nations League dengan tiga poin dari satu laga. Sementara itu, Republik Ceko berada di posisi juru kunci grup.
Jalannya Pertandingan
Kroasia langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Peluang pertama datang melalui Luka Sucic, namun sepakannya masih melenceng ke kiri luar gawang Ceko. Tekanan tim tamu berlanjut lewat pergerakan Petar Sucic yang diakhiri tendangan keras di dalam kotak penalti, tetapi kiper Ceko Lukas Hornicek mampu menyelamatkan gawangnya.
Ancaman berikutnya dilepaskan Igor Matanovic, meski tembakannya masih melebar ke kanan luar gawang. Ceko berusaha keluar dari tekanan dan membangun serangan melalui Adam Hlozek serta sejumlah pemain di lini tengah. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim belum mampu mencetak gol.
Kroasia akhirnya memecah kebuntuan dua menit setelah babak kedua dimulai. Modric melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau Hornicek, mengubah skor menjadi 1-0 pada menit ke-47.
Ceko tidak butuh waktu lama untuk merespons. Tujuh menit berselang, Karabec memanfaatkan umpan Hlozek dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-54. Tuan rumah bahkan sempat berpeluang berbalik unggul melalui Matej Radosta, namun tendangannya masih melambung jauh di atas mistar Kroasia.
Kroasia akhirnya kembali memimpin pada menit ke-77. Umpan yang dikirimkan Perisic disambut sundulan Pasalic dan membobol gawang Ceko, mengubah skor menjadi 2-1. Skor tersebut bertahan hingga laga usai meski jual beli serangan terus terjadi di antara kedua tim.
Momen Spesial Modric
Gol Modric di Praha menghadirkan simetri tersendiri dalam kariernya. Gelandang veteran berusia 41 tahun itu mengaku teringat pada laga debut Slaven Bilic sebagai pelatih Kroasia dua dekade lalu.
“Senang bisa mencetak gol lagi, saya bahagia. Saya mencetak gol, kalau saya tidak salah, pada debut Slaven, gol melawan Italia. Sekarang dia kembali, dan saya mencetak gol lagi, itu tidak buruk. Tentu saja, saya lebih bahagia karena kemenangan ini,” ujar Modric.
Pada 2006, dalam pertandingan pertama Bilic sebagai pelatih Kroasia, Modric yang saat itu masih muda mencetak gol dalam kemenangan 2-0 atas Italia di Livorno.
Meski tiga poin berhasil diamankan, Modric tetap jujur menilai penampilan timnya. Ia menyoroti hilangnya ketenangan setelah Ceko menyamakan kedudukan, yang mengubah laga terkendali menjadi duel sengit dari ujung ke ujung.
“Kemenangan yang sangat penting. Penting bagi kami untuk memulai dengan poin dan pada saat yang sama memberi pelatih baru atau lama kemenangan. Kami senang. Ada banyak hal bagus, begitu juga hal-hal yang tidak bagus, terutama setelah gol penyama kedudukan mereka,” kata Modric.
Ia menambahkan bahwa Kroasia sempat mengubah pertandingan menjadi laga naik-turun yang tidak menguntungkan, terutama ketika timnya sedang unggul. Menurutnya, kemenangan tetap yang terpenting dan timnya kini harus beralih ke pertandingan berikutnya.
Efek Kembalinya Bilic
Kembalinya Bilic ke kursi pelatih disebut Modric telah menghidupkan kembali ruang ganti. Ia mencatat bahwa kedatangan pelatih baru secara alami meningkatkan intensitas di antara para pemain, karena semua orang ingin membuktikan nilai mereka kepada staf pelatih.
Dengan perpaduan para veteran legendaris dan talenta muda seperti Josko Gvardiol serta Luka Vuskovic, skuad Kroasia saat ini berada dalam fase evolusi. Fokus berikutnya adalah menyempurnakan sistem sebelum menghadapi lawan-lawan elite, ketika kesalahan dalam konsentrasi akan dihukum lebih keras.
“Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan, tetapi ini cukup positif. Ada beberapa hal yang ia inginkan dari kami, dan akan butuh waktu untuk menyempurnakan semuanya, tetapi itu menjadi lebih mudah ketika Anda menang,” ujar Modric.
Kemenangan pada laga ceko vs kroasia ini menjadi modal berharga bagi Kroasia untuk menjalani sisa fase grup. Sebaliknya, Ceko harus segera bangkit agar tidak tertinggal lebih jauh di Grup A3 League A, terutama karena mereka kini menempati posisi juru kunci tanpa poin dari satu pertandingan.










