Kanada vs Chili Berakhir Ricuh: Dua Pemain Chile Diutus Keluar, Córdova Soroti Tren Kartu Merah

Cakrawala News – 28 September 2026 | Laga persahabatan internasional antara kanada vs chili di BMO Field, Toronto, berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk tuan rumah sekaligus meninggalkan catatan kelam bagi Timnas Chile. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, Chile harus bermain dengan sembilan pemain setelah Gabriel Suazo dan Lucas Cepeda menerima kartu merah, memaksa pasukan Nicolás Córdova bertahan dengan formasi tidak lazim selama sekitar 40 menit terakhir.

Hasil ini menambah daftar panjang masalah disiplin yang menghantui La Roja dalam beberapa pertandingan terakhir. Pelatih Chile, Nicolás Córdova, mengakui bahwa persoalan kartu merah telah menjadi penyakit kronis yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi agenda kompetitif berikutnya.

“Llevo no sé cuántos partidos con expulsiones y es algo que hay que corregir,” ujar Córdova dalam konferensi pers usai laga, yang jika diterjemahkan berarti ia sudah melalui banyak pertandingan dengan pengusiran pemain dan itu merupakan hal yang wajib diperbaiki.

Meski kecewa dengan hasil akhir, Córdova tetap memberikan pembelaan terhadap intensitas pemainnya. Ia mengaku meminta para pemain untuk terus agresif dalam duel perebutan bola. “En el entretiempo les pedí que siguieran apretando las divididas y vayan a muerte,” tambahnya, seraya menegaskan bahwa dirinya akan menangani tanggung jawab individual secara internal dan memilih tidak berkomentar banyak soal kartu merah Cepeda di hadapan publik.

Kartu Merah Beruntun dan Sorotan dari Kubu Kanada

Insiden pengusiran pemain ini tidak hanya menjadi sorotan di Chile. Media Kanada, Canadian Soccer Daily, bahkan menyoroti gaya permainan Chile dengan nada sinis. Mereka menyebut bahwa tim asuhan Jesse Marsch sudah siap menghadapi seleksi Chile yang disebut “menghormati julukannya: La Roja” atau si Merah. Menurut media tersebut, laga yang seharusnya menjadi uji coba itu berubah menjadi pertandingan fisik yang penuh ketegangan, dengan beberapa kartu merah dan dorongan setelah peluit akhir.

Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengungkapkan bahwa timnya sudah mengantisipasi tensi tinggi dalam laga kanada vs chili tersebut. Ia mengklaim telah memperingatkan para pemainnya bahwa dalam tujuh pertandingan terakhir Chile, terjadi sekitar sebelas kartu merah. “Algunas fueron para el rival, otras para ellos, así que estábamos preparados para que el partido se pusiera un poco tenso,” ujar Marsch, yang berarti sebagian kartu merah itu untuk lawan dan sebagian lagi untuk Chile, sehingga mereka siap menghadapi ketegangan.

Marsch juga menyoroti aksi Cepeda yang dianggapnya terlalu agresif. Menurutnya, hingga kartu merah itu keluar, Chile sebenarnya bermain cukup baik dan kompetitif. Ia menilai pelanggaran tersebut bukan upaya menendang wajah lawan, tetapi ada intensi jelas untuk menyapu dengan kaki dalam posisi berbahaya. Meski menang, Marsch mengaku tidak sepenuhnya puas dengan performa timnya, terutama di babak kedua.

“Después Chile hizo que el partido fuera difícil. No creo que nuestro segundo tiempo haya sido muy bueno. Ellos siguieron siendo agresivos incluso con nueve jugadores,” jelasnya.

Momen Perpisahan Junior Hoilett di Tengah Ketegangan

Di balik kerasnya pertandingan, laga kanada vs chili menyimpan momen emosional bagi salah satu pemain veteran Kanada, Junior Hoilett. Pemain berusia 36 tahun itu mendapat penghormatan perpisahan setelah lebih dari satu dekade memperkuat tim nasional Kanada. Ia masuk sebagai pengganti Tajon Buchanan pada menit ke-76 dan langsung menerima pelukan hangat dari rekan-rekan setimnya.

Hoilett tercatat telah mengoleksi 70 penampilan dan mencetak 17 gol untuk Kanada. Setelah pertandingan, sebuah video penghormatan ditayangkan di layar BMO Field, membuatnya terharu. “Fue emocionante. Trataba de contenerme cuando entré por primera vez a la cancha,” ujarnya, menggambarkan betapa emosional momen tersebut hingga ia berusaha menahan diri saat pertama kali menginjak lapangan.

Menariknya, perjalanan karier Hoilett pernah bersinggungan dengan dua pemain kunci Chile yang menjadi bagian dari dua gelar Copa America. Saat memperkuat Queens Park Rangers di Inggris pada musim 2014-2015, ia bermain bersama Eduardo Vargas dan Mauricio Isla. Hoilett tampil dalam 10 pertandingan bersama Vargas dan 13 pertandingan bersama Isla di klub yang saat itu dilatih Harry Redknapp. Kini, setelah kontraknya dengan Swindon Town berakhir dan ia berstatus agen bebas, Hoilett menutup karier internasionalnya tepat saat menghadapi Chile.

Pekerjaan Rumah Besar bagi Chile

Bagi Chile, kekalahan ini menjadi alarm serius. Tren kartu merah yang terus berulang menunjukkan masalah disiplin yang belum terselesaikan di bawah asuhan Córdova. Meski pelatih membanggakan keberanian pemain muda yang mampu membentuk lini pertahanan darurat dengan sembilan pemain, hasil akhir tetap menjadi cerminan bahwa agresivitas tanpa kendali dapat merugikan tim.

Kanada sendiri mengambil pelajaran dari laga ini. Marsch menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan fokus untuk memaksimalkan setiap pertandingan, terutama saat tensi meningkat. Ia berharap timnya bisa tampil lebih baik di masa mendatang.

Ke depan, Chile harus segera berbenah jika tidak ingin masalah serupa terulang. Evaluasi internal yang dijanjikan Córdova akan menjadi kunci. Sementara itu, bagi Kanada, kemenangan ini menjadi modal berharga, meski masih menyisakan catatan soal reaksi emosional yang sempat muncul. Duel kanada vs chili kali ini bukan sekadar tentang skor, melainkan tentang manajemen emosi dan disiplin yang akan sangat menentukan langkah kedua tim di kompetisi resmi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *