Perempatfinal US Open: Shelton Tantang Alcaraz, Sabalenka Satu Langkah Lagi ke Three-peat

Perempatfinal US Open: Shelton Tantang Alcaraz, Sabalenka Satu Langkah Lagi ke Three-peat
Perempatfinal US Open: Shelton Tantang Alcaraz, Sabalenka Satu Langkah Lagi ke Three-peat

Cakrawala News – 09 September 2026 | Perempatfinal US Open 2026 di Flushing Meadows menyajikan duel menarik di sektor tunggal putra dan putri. Petenis unggulan kedelapan asal Amerika Serikat, Ben Shelton, akan menantang juara bertahan asal Spanyol, Carlos Alcaraz, pada laga pamungkas malam di Arthur Ashe Stadium. Sementara itu, Aryna Sabalenka, unggulan pertama dan juara bertahan dua kali di nomor tunggal putri, berhasil melaju ke semifinal setelah melewati laga sengit melawan Linda Noskova.

Pertemuan Shelton dan Alcaraz di perempatfinal US Open kali ini diprediksi berlangsung sengit. Alcaraz, yang merupakan unggulan kedua, tampil impresif sepanjang turnamen. Ini merupakan turnamen pertamanya sejak kembali dari cedera pergelangan tangan kanan. Ia berusaha mempertahankan gelar yang diraihnya pada 2025. Sementara Shelton, yang tampil untuk kelima kalinya di US Open, umumnya tampil meyakinkan sesuai dengan seeding tingginya.

Dalam catatan pertemuan resmi di ATP Tour, Alcaraz unggul 3-0 atas Shelton. Mereka belum pernah bertemu tahun ini. Terakhir kali keduanya bertemu adalah pada putaran keempat Perancis Terbuka 2025, yang dimenangkan Alcaraz. Alcaraz juga mengalahkan Shelton di Laver Cup 2024 dan National Bank Open 2023 (babak 32 besar).

Sabalenka Kembali ke Semifinal

Di sektor putri, Aryna Sabalenka, yang dijuluki sebagai petenis tiebreak, kembali menunjukkan ketangguhannya. Pada laga perempatfinal yang berlangsung Selasa (8/9/2026), Sabalenka menang dramatis atas Linda Noskova dari Ceko dengan skor 7-6 (1), 3-6, 7-6 (7). Kemenangan ini membuat Sabalenka berhasil mempertahankan peluangnya untuk meraih gelar ketiga berturut-turut di Flushing Meadows.

“Saya sangat senang bisa berada di posisi ini dan memiliki kesempatan untuk three-peat, meskipun masih jauh dari itu,” ujar Sabalenka dalam konferensi pers usai laga. “Yang saya pelajari dari kegagalan meraih tiga gelar beruntun di Australia Terbuka 2025 adalah pentingnya menutup diri dari kebisingan. Tidak ada yang salah dengan menyimpan target itu di pikiran, selama kita fokus pada diri sendiri dan siap berjuang.”

Sabalenka memperpanjang rekor luar biasanya dengan memenangkan 22 tiebreak beruntun di turnamen Grand Slam. Ia memecahkan rekor Novak Djokovic yang memiliki 19 tiebreak beruntun dan mencatatkan rekor era Open pada Januari lalu. Dengan hasil ini, Sabalenka menjadi petenis keenam di era Open yang mencapai setidaknya enam semifinal beruntun di US Open, bergabung dengan Chris Evert (16), Steffi Graf (7), Martina Hingis (6), Venus Williams (6), dan Serena Williams (6).

Sabalenka juga kini berada dalam tiga besar dengan sembilan semifinal beruntun di Grand Slam lapangan keras, bersama Graf dan Evert. Hanya Hingis yang memiliki lebih banyak semifinal beruntun di lapangan keras, yaitu 12.

Drama di Ganda Putri

Selain pertandingan tunggal, US Open juga diwarnai insiden di nomor ganda putri. Pertengkaran antara petenis Taiwan, Hsieh Su-wei dan Chan Hao-ching, memanas di lapangan. Dalam laga babak 16 besar ganda putri, pasangan Hsieh dan Jeļena Ostapenko yang merupakan unggulan keempat mengalahkan Chan dan Maya Joint dari Australia dengan skor 6-4, 6-4.

Di tengah pertandingan, Ostapenko dan Hsieh menuduh pelatih Chan mengejek mereka dari kotak pemain dengan bertepuk tangan sinis saat mereka melakukan kesalahan. Karena Ostapenko tidak bisa berbahasa Mandarin, Hsieh menerjemahkan ejekan tersebut di lapangan. Ostapenko menuntut penerjemah bahasa Mandarin dibawa ke lapangan dan berteriak, “Mereka melakukan ini karena mereka tahu mereka tidak bisa mengalahkan kami, karena mereka jauh lebih buruk dari kami.”

Setelah memastikan kemenangan, Ostapenko merayakannya dengan berteriak langsung ke arah kotak pelatih Chan. Insiden ini menambah daftar kontroversi di turnamen tahun ini.

Denda Besar untuk Petenis Muda

Selain itu, petenis muda asal Argentina, Luisina Giovannini, harus menerima kenyataan pahit. Ia didenda 20.000 dolar AS setelah mundur dari pertandingan kualifikasi US Open hanya dalam waktu 17 menit. Giovannini yang berusia 19 tahun dan menempati peringkat 198 dunia, hanya mampu memenangkan delapan dari 29 poin saat melawan Lucia Bronzetti. Ia tertinggal 0-5 sebelum memutuskan mundur karena cedera pergelangan kaki kiri.

Denda tersebut merupakan yang terbesar di turnamen tahun ini dan mencapai 60 persen dari total hadiah uang yang ia peroleh, yaitu 32.000 dolar AS. Dengan demikian, Giovannini hanya membawa pulang 12.000 dolar AS.

Perempatfinal US Open antara Shelton dan Alcaraz akan menjadi sorotan utama. Keduanya sama-sama memiliki permainan agresif dan atletis. Shelton dikenal dengan servisnya yang kuat, sementara Alcaraz memiliki kelincahan dan variasi pukulan. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung ketat dan menarik untuk disaksikan.

Bagi Sabalenka, langkahnya menuju three-peat masih panjang. Ia akan menghadapi lawan tangguh di semifinal. Namun, dengan catatan impresifnya di lapangan keras dan kemampuan tiebreak-nya, ia tetap menjadi salah satu favorit juara. Sementara itu, di sektor putra, pertarungan menuju gelar masih terbuka lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *