Pria Hendak Lompat ke Jalur KRL di Stasiun Tanah Abang, Masinis Rem Mendadak

Pria Hendak Lompat ke Jalur KRL di Stasiun Tanah Abang, Masinis Rem Mendadak
Pria Hendak Lompat ke Jalur KRL di Stasiun Tanah Abang, Masinis Rem Mendadak

Cakrawala News – 10 September 2026 | Pria hendak lompat ke jalur KRL di Stasiun Tanah Abang, masinis rem mendadak untuk menghindari kecelakaan. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/9) sore sekitar pukul 17.50 WIB di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Seorang pria diduga nekat melompat ke rel saat Commuter Line tujuan Manggarai hendak masuk ke jalur 2. Aksi tersebut sempat terekam video dan viral di media sosial. Dalam rekaman, pria itu terlihat berada di area rel sebelum akhirnya kembali naik ke peron dan bersujud.

Kronologi Kejadian

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan bahwa pria tersebut melompat ke jalur rel peron 2 sesaat sebelum kereta tiba. Beruntung, masinis yang bertugas segera melakukan pengereman untuk menghindari pria tersebut tertemper kereta.

“Usai pengereman, yang bersangkutan segera melompat kembali ke atas peron,” ujar Karina dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Setelah berhasil dievakuasi, pria tersebut langsung diamankan oleh petugas keamanan stasiun bersama personel BKO Marinir yang berada di lokasi. Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menjelaskan bahwa petugas keamanan stasiun segera bergerak setelah menerima laporan adanya penumpang di area rel.

“Setelah menerima laporan tersebut, PKD bersama BKO Marinir segera berlari menuju lokasi untuk mengamankan dan menenangkan penumpang,” kata Dhimas dalam keterangannya, Selasa (8/9).

Penanganan terhadap Pria Tersebut

Setelah kondisi pria tersebut tenang, petugas membawanya ke ruang Pos PAM untuk didata dan dimintai keterangan. Penanganan dilakukan dengan berkoordinasi bersama KSB, Wakil KSB, Asisten Manajer KCI, dan BKO Polri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penumpang tersebut cenderung bungkam ketika dimintai keterangan dan menunjukkan indikasi memerlukan penanganan kesehatan mental. Polisi menyebut kondisi mentalnya tidak stabil, sehingga pemeriksaan lebih mendalam tidak dapat dilakukan demi menjaga kestabilan psikologisnya.

“Karena kondisi mental penumpang tidak stabil, pemeriksaan dan interogasi lebih mendalam tidak dapat dilakukan demi menjaga kestabilan psikologis penumpang,” ujar Dhimas.

Petugas kemudian berupaya menghubungi orang tua penumpang, namun keluarga diketahui sedang berada di luar kota. Selanjutnya, petugas keamanan stasiun berkoordinasi dengan Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care, tempat penumpang tersebut menjalani perawatan.

Petugas dari yayasan tersebut tiba di Stasiun Tanah Abang pada pukul 19.53 WIB untuk menjemput penumpang. Pada pukul 20.00 WIB, dilakukan serah terima penumpang dari PKD Stasiun Tanah Abang bersama BKO Marinir kepada petugas yayasan.

Dampak pada Perjalanan KRL

Kejadian ini tidak menimbulkan kendala operasional yang berarti. Perjalanan Commuter Line kembali berjalan normal melayani naik turun penumpang di peron 2 Stasiun Tanah Abang.

“Kejadian ini tidak menimbulkan kendala operasional dan perjalanan Commuter Line kembali berjalan melayani naik turun pengguna di peron 2 Stasiun Tanah Abang secara normal,” jelas Karina.

KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan perjalanan Commuter Line dan dirinya sendiri. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan selalu waspada di area stasiun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *