Celta vs Betis Berakhir 0-0, Valles Jadi Penyelamat di Balaídos

Celta vs Betis Berakhir 0-0, Valles Jadi Penyelamat di Balaídos
Celta vs Betis Berakhir 0-0, Valles Jadi Penyelamat di Balaídos

Cakrawala News – 27 Oktober 2026 | Duel Celta vs Betis di LaLiga EA Sports berakhir tanpa gol, 0-0, di Stadion Balaídos, Vigo. Laga yang digelar pada Minggu, 25 Oktober 2026, itu menyajikan pertandingan sengit antara dua tim yang sama-sama tampil di kompetisi Eropa, tetapi minim peluang berbahaya. Kiper Real Betis, Álvaro Valles, menjadi sosok paling menonjol dengan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga gawangnya tetap bersih.

Hasil imbang ini membuat Celta tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan beruntun di Liga sejak 30 Agustus. Sementara itu, Betis menambah satu poin dalam laga tandang yang dinilai cukup berharga, terutama setelah menjalani pekan melelahkan di Liga Champions.

Valles Jadi Tembok Betis di Babak Pertama

Babak pertama nyaris sepenuhnya menjadi milik Celta. Tim asuhan Claudio Giráldez lebih sering menguasai bola dan menciptakan peluang, tetapi selalu gagal menembus gawang Valles. Menurut laporan media Spanyol, kiper berjuluk rinconero itu mencatat empat penyelamatan berkualitas pada 45 menit awal.

Peluang pertama datang pada menit ke-8 lewat Hugo González yang lolos dari pengawalan Valentín Gómez. Pemain yang sama kembali mengancam dari tengah, sementara Pablo Durán dua kali gagal mengalahkan Valles, termasuk dari umpan terobosan panjang Javi Galán.

Di sisi lain, Betis hampir tidak menciptakan ancaman berarti. Peluang terbaik mereka datang dari aksi individu Abde Ezzalzouli yang melepaskan tembakan dari sudut sempit, kemudian berujung sepak pojok yang nyaris dimaksimalkan Diego Llorente.

Pelatih Betis, Manuel Pellegrini, memilih memainkan Deossa sebagai ujung tombak dengan meninggalkan Troy Parrott di bangku cadangan. Keputusan itu dinilai memiliki dasar taktis, mengingat Celta merupakan salah satu tim terbaik di LaLiga dalam hal umpan ke area lawan dan menggunakan formasi tiga bek.

Babak Kedua Berjalan Lebih Terbuka

Betis tampil lebih agresif setelah turun minum. Abde mulai menemukan ruang, dan kerja sama dengan Deossa hampir membuahkan gol. Tembakan kaki kiri Deossa dari luar kotak penalti membentur mistar gawang Radu, bola kemudian memantul tepat di bawah kaki kiper Celta tanpa masuk ke gawang.

Pellegrini lantas memasukkan Giovani Lo Celso dan Pablo Fornals untuk menambah kontrol permainan. Pergantian itu membuat Betis lebih tenang, meski peluang bersih tetap sulit didapat. Diego Llorente harus ditarik keluar karena masalah otot dan sudah mengantongi kartu kuning, posisinya digantikan Marc Bartra.

Celta yang juga kelelahan setelah bermain di Eropa mulai kehilangan intensitas pada paruh kedua. Meski begitu, tim tuan rumah tetap berbahaya lewat Iago Aspas yang beberapa kali merepotkan lini belakang Betis dengan pergerakan dan umpan terobosannya.

Drama di Masa Tambahan

Wasit memberikan empat menit waktu tambahan, dan justru di periode inilah pertandingan mencapai puncak ketegangan. Parrott, yang masuk sebagai pengganti, mendapat peluang emas pada masa injury time, tetapi tembakannya melebar ke sisi kiri gawang Radu.

Di kubu Celta, Marcos Alonso nyaris mencetak gol lewat sundulan dari jarak dekat memanfaatkan umpan silang Javi Galán, namun bola gagal menemui sasaran. Sejumlah peluang lain juga tercipta, termasuk tembakan Hugo Burcio dan Troy Parrott yang masih melambung.

Laporan Marca menyebut momen terbaik pertandingan justru terjadi di masa tambahan, ketika Parrott melewatkan peluang jelas dan aksi Aspas dengan umpan matang nyaris berbuah gol. Selama 90 menit kedua tim tampak terlalu berhati-hati, tetapi dua menit terakhir menyajikan hampir semua hal yang tidak muncul sebelumnya.

Reaksi Kedua Pelatih

Claudio Giráldez menilai hasil imbang ini bukanlah hasil buruk bagi Celta. Ia menyebut timnya kehilangan tenaga pada babak kedua setelah menjalani pertandingan Eropa, dan mengakui bahwa hasil seri melawan tim sekualitas Betis adalah hal yang wajar.

“Tidak ada pemain lain seperti Aspas. Dia unik dan tidak akan tergantikan. Kami harus mengatur beban kerjanya dengan sangat baik,” kata Giráldez, seperti dikutip media Spanyol.

Sementara itu, Pellegrini menilai hasil imbang ini adil bagi kedua tim. Ia mengakui babak kedua timnya tampil sangat baik, tetapi menyayangkan peluang terakhir yang seharusnya bisa membawa pulang tiga poin.

“Satu poin di kandang lawan selalu positif. Semua tim kuat di kandang, apalagi tim dengan skuad sebaik Celta. Namun saya sedikit tidak puas karena peluang terakhir itu bisa memberi kami tiga poin,” ujar Pellegrini.

Poin Penting dari Laga Celta vs Betis

Bagi Celta, hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka dan menegaskan status sebagai salah satu tim paling solid di LaLiga musim ini. Gawang mereka juga tercatat sebagai yang paling sedikit kebobolan setelah sepuluh pekan, bukti kerja taktis Giráldez yang semakin matang di musim keempatnya.

Di kubu Betis, laga Celta vs Betis menjadi gambaran jelas soal pentingnya peran Valles. Kiper itu tercatat sudah mencatat lima clean sheet dalam sepuluh pertandingan pertama dan mengaku sangat menikmati performanya musim ini. Kontribusinya menjadi kunci ketika tim harus bermain tanpa sejumlah pemain inti, termasuk Cucho Hernández yang cedera.

Hasil ini juga menunjukkan bahwa dua tim yang dikenal bermain atraktif ternyata sama-sama bisa tampil pragmatis ketika bertemu lawan seimbang. Keduanya memilih menghindari risiko berlebihan dan lebih fokus menjaga soliditas pertahanan.

Ke depan, Celta dan Betis masih harus menjalani jadwal padat di kompetisi domestik dan Eropa. Rotasi pemain serta pengelolaan kebugaran akan menjadi tantangan utama bagi kedua pelatih, terutama karena keduanya memiliki skuad yang harus dibagi untuk dua ajang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *