Cakrawala News – 28 Oktober 2026 | Kinerja keuangan PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada sembilan bulan pertama 2026 (9M26), dengan laba periode berjalan mencapai Rp9,66 triliun atau naik 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun, seperti dilaporkan emitennews.com dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/10/2026). Lonjakan ini menjadikan emiten tambang pelat merah tersebut salah satu BUMN dengan kinerja paling solid di tengah dinamika industri pertambangan dan volatilitas harga komoditas dunia.
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyatakan capaian di sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga momentum pertumbuhan. Menurutnya, fundamental bisnis terus diperkuat melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan.
Penjualan Domestik dan Emas Jadi Penopang
Dari sisi penjualan, ANTAM membukukan total penjualan sebesar Rp83,86 triliun hingga kuartal ketiga 2026. Penjualan domestik mendominasi dengan kontribusi mencapai 95% dari total penjualan badan usaha milik negara tersebut.
Produk emas menjadi kontributor terbesar dengan proporsi 77% terhadap total penjualan ANTAM pada 9M26. Dominasi emas ini menegaskan posisi ANTAM sebagai salah satu pemain utama di pasar logam mulia domestik, sekaligus memperlihatkan bahwa permintaan pasar dalam negeri tetap menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan.
Sejalan dengan pertumbuhan laba, EBITDA perseroan pada 9M26 mencapai Rp13,48 triliun, tumbuh 45% dibandingkan EBITDA 9M25 sebesar Rp9,33 triliun. Angka ini mencerminkan peningkatan kinerja sekaligus efektivitas operasional perusahaan dalam mengelola biaya dan memaksimalkan margin.
Profitabilitas Tumbuh Merata di Seluruh Lini
Penguatan kinerja ANTAM sepanjang 9M26 juga tercermin dari pertumbuhan profitabilitas yang merata. Perusahaan membukukan laba kotor Rp15,56 triliun, meningkat 42% dibandingkan 9M25 sebesar Rp10,98 triliun.
Selaras dengan itu, laba usaha ANTAM tercatat Rp12,05 triliun pada 9M26 atau tumbuh 53% dibandingkan capaian 9M25 sebesar Rp7,89 triliun. Pertumbuhan laba usaha yang lebih tinggi dari pertumbuhan penjualan menunjukkan perbaikan efisiensi di tingkat operasional.
Untung menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan mengoptimalkan peluang pasar sekaligus menjaga kualitas kinerja operasional di tengah volatilitas harga komoditas dunia dan dinamika industri pertambangan.
Kontribusi positif juga datang dari entitas asosiasi yang membukukan keuntungan Rp300,58 miliar, meningkat 115% dibandingkan capaian 9M25 sebesar Rp140,03 miliar. Lonjakan kontribusi entitas asosiasi ini menambah bantalan bagi kinerja bottom line perseroan.
Laba per Saham Naik 48%
Dengan berbagai capaian tersebut, ANTAM mencatatkan laba bersih per saham dasar sebesar Rp367,78 per saham pada 9M26, naik 48% dibandingkan Rp248,62 per saham pada 9M25.
Menurut Untung, peningkatan tersebut menegaskan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah saham melalui pertumbuhan kinerja yang sehat dan berkelanjutan.
Rangkaian capaian ini memperlihatkan bahwa strategi ANTAM tidak hanya bertumpu pada kenaikan harga komoditas, tetapi juga pada penguatan operasional dan komersial. Kombinasi penjualan domestik yang kuat, dominasi produk emas, serta efisiensi yang tercermin dari pertumbuhan laba usaha di atas pertumbuhan penjualan menjadi fondasi kinerja perseroan hingga kuartal ketiga 2026.
Bagi investor, laporan kinerja 9M26 yang dipublikasikan melalui emitennews.com ini menjadi indikator penting dalam menilai konsistensi ANTAM menjaga profitabilitas. Ke depan, pasar akan mencermati kemampuan perseroan mempertahankan momentum tersebut pada kuartal keempat 2026, terutama di tengah volatilitas harga komoditas global dan dinamika industri pertambangan yang masih berlangsung.












