Mahasiswa Tumbangkan Partai Penguasa di Pemilu Serbia, Vucic Tuding Campur Tangan Asing

Mahasiswa Tumbangkan Partai Penguasa di Pemilu Serbia, Vucic Tuding Campur Tangan Asing
Mahasiswa Tumbangkan Partai Penguasa di Pemilu Serbia, Vucic Tuding Campur Tangan Asing

Cakrawala News – 29 Oktober 2026 | Mahasiswa tumbangkan partai penguasa di pemilu Serbia, eks presiden klaim ulah asing menjadi sorotan utama setelah Aleksandar Vucic dan Partai Progresif Serbia (SNS) mengakui kekalahan mereka dalam pemilihan parlemen yang digelar Minggu, 25 Oktober 2026. Kekalahan itu mengakhiri dominasi SNS selama 14 tahun dan menempatkan aliansi mahasiswa Student List sebagai kekuatan baru yang diproyeksikan menguasai mayoritas kursi di Majelis Nasional Serbia.

Pengakuan Vucic disampaikan hanya sekitar dua jam setelah tempat pemungutan suara ditutup. Dalam pernyataannya di markas SNS di Beograd, ia menyatakan bahwa partainya jelas kalah dan akan beralih menjadi oposisi.

“Ini sudah jelas bahwa kita kalah dalam pemilu ini. Student List menang, mereka akan mendapatkan 135 dan 140 kursi dan kita hanya mendapatkan 105 kursi di parlemen. Tidak ada partai lain di parlemen,” kata Vucic, sebagaimana dikutip dari RFE/RL.

Namun, Vucic tidak sepenuhnya menerima hasil tersebut. Ia menuding adanya intervensi kekuatan asing yang memengaruhi hasil pemilu, termasuk mengeklaim keterlibatan negara-negara Eropa dan “negara-dalam-negara yang didukung Amerika” sebagai penyebab kekalahannya. Tudingan itu ia sampaikan tanpa merinci bukti.

Hasil Hitung Cepat dan Proyeksi Kursi

Berdasarkan hasil awal lembaga survei Ipsos dan Center for Free Elections and Democracy (CeSID), koalisi “Mahasiswa Menang” meraih 52 persen suara, sementara koalisi “Serbia Bersatu” pimpinan Vucic hanya mendapatkan 39,3 persen. Proyeksi dari 56 persen sampel yang telah diolah juga menempatkan koalisi “Faktor Stabilitas” pimpinan Ivica Dacic dari Partai Sosialis di posisi jauh di bawah dengan 2,3 persen suara.

Organisasi pengamat pemilu CRTA mencatat hasil serupa, dengan koalisi mahasiswa memperoleh 51,47 persen suara dan koalisi Vucic 40,42 persen. Sementara itu, sejumlah sumber menyebut perolehan kursi Student List berkisar antara 135 hingga 140 kursi, sedangkan SNS sekitar 104 hingga 105 kursi dari total 250 kursi parlemen.

Dalam pemilu kali ini, lebih dari 2.400 kandidat mencalonkan diri, tetapi hanya 250 orang yang akan duduk di parlemen untuk membentuk pemerintahan. Partisipasi pemilih tercatat sekitar 6,4 juta orang atau 65 persen dari total penduduk, disebut sebagai salah satu yang tertinggi dalam tiga dekade terakhir.

Berawal dari Tragedi Stasiun Novi Sad

Kemenangan gerakan mahasiswa merupakan puncak dari hampir dua tahun demonstrasi antipemerintah yang mengguncang Serbia sejak 2024. Gelombang protes bermula setelah runtuhnya atap kanopi di Stasiun Kereta Novi Sad pada 2024 yang menewaskan 16 orang.

Tragedi itu memicu kemarahan publik dan dikaitkan secara luas dengan dugaan praktik korupsi. Peristiwa tersebut kemudian memicu rangkaian demonstrasi terbesar di Serbia sejak jatuhnya mantan pemimpin otoriter Slobodan Milosevic pada 2000. Aksi-aksi jalanan yang dimotori mahasiswa dan generasi Z itu perlahan mendapat simpati luas dari masyarakat.

Pada akhir September, Vucic memutuskan mundur dari kursi presiden untuk mencalonkan diri sebagai perdana menteri dan menjadwalkan pemilu parlemen lebih awal. Langkah itu justru berujung pada kekalahan partainya sendiri.

Harapan Baru dari Kalangan Muda

Kandidat Student List, Radomir Saicic, menyatakan hasil sementara menunjukkan kandidat gerakan tersebut unggul secara meyakinkan di hampir semua tempat pemungutan suara. Ia menegaskan kemenangan itu bukan hanya milik mahasiswa, melainkan juga harapan baru bagi masyarakat Serbia.

“Mahasiswa menang dan bersama mereka juga harapan Serbia bisa jadi negara yang menjunjung keadilan, kebebasan, dan martabat,” kata Saicic di markas gerakan tersebut, dikutip dari AFP.

Rekan sejawatnya, Ilija Srdanovic, juga menyambut baik kemenangan tersebut dan menyatakan bahwa ia bersama rekannya akan membentuk pemerintahan baru. Menurutnya, hasil pemilu ini menunjukkan bahwa perubahan sangat mungkin terjadi.

Antusiasme serupa datang dari kalangan muda. Salah satunya Mila Martic, yang menganggap hasil pemilihan membawa harapan baru bagi masa depan negaranya. “Saya merasa seperti akhirnya saya hidup di negara yang bebas,” ujarnya.

Kemenangan Student List juga disebut mendapat sambutan dari Uni Eropa dan berpotensi mengubah peta politik domestik Serbia, termasuk merusak jejaring politik etnis minoritas yang selama ini menopang kekuasaan SNS.

Yang Perlu Dicermati ke Depan

Meski hasil hitung cepat dan proyeksi lembaga survei telah menunjukkan arah yang jelas, penghitungan resmi masih dinantikan. Pembentukan pemerintahan baru oleh Student List akan menjadi ujian pertama bagi aliansi yang berakar dari jalanan itu, terutama dalam membuktikan kemampuan mereka menjalankan roda pemerintahan.

Di sisi lain, tudingan Vucic soal campur tangan asing menambah dimensi baru dalam transisi politik Serbia. Tudingan itu belum disertai bukti yang dipublikasikan secara terbuka. Bagaimana respons pemerintah baru terhadap klaim tersebut, serta bagaimana hubungan Serbia dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat ke depan, akan menjadi hal yang layak diperhatikan.

Terlepas dari dinamika itu, peristiwa ini menandai babak baru dalam sejarah modern Serbia. Mahasiswa tumbangkan partai penguasa di pemilu, eks presiden klaim ulah asing, dan kini publik Serbia menantikan apakah janji perubahan benar-benar terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *