Cakrawala News – 10 September 2026 | Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Ayah artis Berlliana Lovell meninggal dunia, keinginan terakhir sang selebgram tak kesampaian setelah Ghafar Zulfikar berpulang lebih dulu sebelum pesan terakhirnya terwujud. Kabar ini turut disampaikan secara resmi oleh keluarga besar dua proyek film yang tengah digarap Berlliana, yakni “Ghost Soccer: Bola Mati” dan “Ibadah dan Cinta”, melalui unggahan di akun produksi masing-masing.
Kepergian Ghafar Zulfikar menjadi pukulan berat bagi Berlliana Lovell. Ucapan belasungkawa mengalir deras di media sosial dari rekan, kolega, dan pihak-pihak yang mengenal mendiang maupun sang aktris.
Pesan Terakhir Sang Ayah
Di tengah suasana berduka, Berlliana membagikan kenangan tentang panggilan video terakhirnya dengan sang ayah. Dalam percakapan itu, ayahnya berpesan agar ia tidak bepergian ke Pangkal Pinang karena situasi erupsi gunung yang sedang terjadi di sana. Sang ayah juga meminta Berlliana untuk tidak pergi ke mana-mana.
Berlliana menyebut telah menuruti pesan tersebut dan memilih tetap tinggal di rumah. Namun, saat dirinya kembali ke rumah, sang ayah justru lebih dulu berpulang. Riwayat panggilan yang ia bagikan memperlihatkan deretan panggilan video terakhir dengan kontak yang disimpan sebagai “Ayah Ganteng”, yang kemudian berujung pada beberapa panggilan video tak terjawab.
Kisah duka ini membuat publik kembali menyoroti betapa cepatnya kehilangan datang. Keinginan terakhir sang ayah yang tak kesampaian itu menjadi bagian paling mengharukan dari kabar duka yang menyelimuti keluarga Berlliana Lovell.
Dukungan dari Rekan dan Keluarga Film
Keluarga besar film “Ghost Soccer” mengungkapkan rasa duka mendalam atas berpulangnya Ghafar Zulfikar, ayahanda Berlliana Lovell. Mereka mendoakan agar amal ibadah almarhum diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
Ungkapan serupa datang dari keluarga besar film “Ibadah dan Cinta”, termasuk rumah produksi MBK Productions, Sinemata, dan Multibuana Kreasindo. Mereka menyampaikan belasungkawa sekaligus mengirimkan karangan bunga duka cita ke lokasi pemakaman.
Menanggapi doa dan pesan yang mengalir deras, Berlliana menyampaikan terima kasih kepada teman dan kolega di media sosial. Ia juga memohon maaf karena belum dapat membalas pesan yang masuk satu per satu.
Duka di Dunia Hiburan
Kepergian ayah Berlliana Lovell menambah daftar duka di industri hiburan Tanah Air. Beberapa waktu sebelumnya, duka juga menyelimuti keluarga artis Thalita Latief setelah sang ayah, Riki Isman Latief, meninggal dunia pada Rabu (9/9/2026) di usia 67 tahun.
Thalita mengungkapkan bahwa ayahnya mengalami komplikasi jantung yang berujung pada gagal napas dan gagal jantung. Kondisi itu disebut telah menjalar ke organ-organ lain di tubuhnya. Sang ayah bahkan sempat menjalani operasi bypass Bentall jantung di Padang, Sumatera Barat, sesuai keinginannya untuk mendapatkan penanganan dari tim dokter di daerah tersebut.
“Kami memang nganterin dia berobat. Sebenarnya dia sudah lama sakit jantung, cuman kali ini harus bypass Bentall jantung,” kata Thalita saat ditemui di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).
Ia menyebut komunikasi dengan sang ayah sempat terhenti ketika kesadarannya menurun di ICU. Dalam momen sadar singkat, ayahnya hanya mampu memberi isyarat kecil untuk menyampaikan rasa tidak nyaman. Meski begitu, Thalita mengenang sang ayah masih menunjukkan kekuatan dan sempat bercanda dengan anak-anak yang datang menjenguk.
Rangkaian kabar duka ini menunjukkan bahwa persoalan kesehatan, terutama penyakit jantung, masih menjadi perhatian serius di masyarakat. Kedua keluarga artis tersebut sama-sama mendampingi proses perawatan orang tua mereka hingga akhir hayat.
Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai rangkaian acara setelah pemakaman Ghafar Zulfikar. Publik dan kolega tampaknya masih akan terus menyampaikan doa dan dukungan kepada Berlliana Lovell beserta keluarga yang ditinggalkan.
Bagi para penggemar, kabar ini menjadi pengingat akan pentingnya waktu bersama keluarga. Keinginan terakhir sang ayah yang tak kesampaian menjadi pesan tersendiri bahwa kesempatan untuk bersama orang tercinta tidak selalu bisa ditunda.








