Anthony Gordon Tegaskan Barca Tak Kalah dari PSG dan Real Madrid

Anthony Gordon Tegaskan Barca Tak Kalah dari PSG dan Real Madrid
Anthony Gordon Tegaskan Barca Tak Kalah dari PSG dan Real Madrid

Cakrawala News – 03 November 2026 | Winger barca, Anthony Gordon, menegaskan bahwa Barcelona tidak berada di bawah level Paris Saint-Germain maupun Real Madrid, meski timnya baru saja menelan dua kekalahan beruntun dari kedua klub tersebut. Pernyataan itu disampaikan Gordon menjelang laga kontra Aston Villa di Liga Champions, setelah dalam kurun satu pekan barca tumbang di dua pertandingan terbesar musim ini.

Pemain asal Inggris itu menilai kekalahan tersebut lebih disebabkan oleh tanggung jawab para pemain sendiri ketimbang keunggulan mutlak lawan. Ia menegaskan bahwa jika barca tampil sesuai kapasitasnya, tim berjuluk Blaugrana itu mampu mengalahkan siapa pun.

“Saya tidak berpikir PSG atau Real Madrid lebih kuat dari barca. Kami harus bertanggung jawab atas kedua kekalahan itu. Itu adalah dua pertandingan terbesar musim ini sejauh ini dan kami kalah. Tetapi mereka tidak lebih kuat dari kami. barca juga sangat luar biasa dan jika bermain sesuai performa, kami bisa mengalahkan siapa saja,” ujar Gordon.

Adaptasi Cepat di Musim Pertama

Gordon bergabung dengan barca dari Newcastle pada bursa transfer musim panas lalu dan langsung meninggalkan kesan. Dalam 13 pertandingan sejak awal musim, pemain sayap timnas Inggris itu telah terlibat langsung dalam tujuh gol.

Meski catatan tersebut terbilang impresif untuk pemain yang baru menjalani musim pertamanya di negara baru, Gordon mengaku belum puas. Ia memberi nilai sekitar 7,5 dari 10 untuk performanya sejauh ini dan menargetkan peningkatan ke depan.

“Saya memulai dengan cukup baik jika melihat ini adalah negara baru bagi saya, mungkin sekitar 7,5 dari 10. Bergabung dengan barca adalah perubahan besar. Saya memulai dengan baik, tetapi saya bisa melakukan lebih dari itu. Butuh waktu bagi saya untuk benar-benar stabil dan berkembang. Ketika itu terjadi, Anda akan melihat versi terbaik saya, yang pasti belum pernah Anda lihat sebelumnya,” katanya.

Gordon juga tidak sungkan mengakui bahwa ia perlu lebih egois pada momen-momen tertentu. Menurutnya, tuntutan utamanya di setiap laga selalu berkisar pada mencetak gol, menciptakan peluang, menjadi pembeda, dan bertanggung jawab atas jalannya pertandingan.

“Tuntutan saya di setiap pertandingan selalu berkisar pada mencetak gol, memberi assist, menjadi orang yang bisa mengubah jalannya pertandingan kapan saja dan bertanggung jawab atas pertandingan. Pemain terbaik dalam sejarah melakukan hal ini, jadi itulah yang saya kejar. Saya pikir saya bisa melakukannya lebih baik, kadang lebih egois sedikit, menggiring bola dan menembak lebih banyak. Target utamanya adalah mencetak lebih banyak gol,” ujarnya.

Ujian Berat Melawan Aston Villa

Pernyataan Gordon muncul menjelang pertemuan barca dengan Aston Villa di fase liga Liga Champions. Laga ini menjadi momentum bagi tim asuhan Hansi Flick untuk membuktikan bahwa dua kekalahan sebelumnya hanyalah kesalahan sesaat, bukan tanda kemunduran di kompetisi Eropa.

Sebelum menghadapi Villa, barca sempat menunjukkan kekuatan dengan kemenangan besar atas Deportivo Alaves. Dalam laga itu, pasukan Flick menampilkan permainan cepat, luwes, dan bervariasi, dengan lini serang yang terus mengacak-acak pertahanan lawan.

Di sisi lain, Aston Villa datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Unai Emery belum terkalahkan di Liga Champions musim ini, meski menghadapi lawan-lawan yang secara kualitas berada di bawah barca. Kini mereka menghadapi ujian sesungguhnya melawan tim papan atas Eropa.

Menariknya, laga ini bertepatan dengan hari ulang tahun ke-55 Emery. Pelatih asal Spanyol itu juga memiliki sejarah tersendiri melawan barca, ketika timnya pernah unggul 4-0 di leg pertama namun tersingkir setelah kalah 6-1 di Camp Nou. Kini ia berupaya membangun Aston Villa baru yang lebih kompetitif di Eropa.

Grada Camp Nou Kembali Aktif

Dukungan suporter juga menjadi sorotan jelang laga. barca memutuskan mencabut suspensi sementara terhadap tribun penyemangat, Gol 1957, setelah pertemuan selama dua jam antara perwakilan klub dan empat kelompok pendukung di kantor klub. Keputusan itu membuat tribun tersebut kembali beroperasi pada laga kontra Aston Villa.

Klub menegaskan, para perwakilan kelompok penyemangat berkomitmen menjaga perilaku sportif dan menghindari terulangnya insiden yang memicu penutupan tribun. Manajemen barca menyatakan akan melakukan pemantauan ketat terhadap pemenuhan komitmen tersebut, mengingat insiden sebelumnya telah menimbulkan sanksi ekonomi berulang dan berisiko pada kemungkinan penutupan stadion.

Dengan modal kemenangan besar terakhir, dukungan tribun yang kembali hidup, serta tekad Gordon dan rekan-rekannya untuk bangkit, laga melawan Aston Villa menjadi ajang pembuktian bagi barca. Hasil di pertandingan ini akan menunjukkan apakah dua kekalahan dari PSG dan Real Madrid benar-benar hanya kesalahan sesaat, atau justru sinyal bahwa perjalanan barca di Eropa musim ini akan lebih terjal dari yang diperkirakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *