Cakrawala News – 15 September 2026 | Penyerang anyar Como, Moise Kean, tampil sebagai ancaman utama saat timnya mengalahkan Parma 2-1 pada lanjutan giornata keempat Liga Italia 2026/27 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Selasa (15/9/2026). Kemenangan ini membuat Como asuhan Cesc Fabregas belum tersentuh kekalahan dan menempati posisi kedua klasemen sementara dengan 10 poin.
Moise Kean nyaris membuka keunggulan pada menit ke-14 ketika sepakan mendatarnya masih mampu diamankan kiper Parma, Edoardo Corvi. Meski tidak mencetak gol, pergerakan Kean menjadi bagian dari tekanan awal tuan rumah yang membuat Parma lebih banyak bertahan.
Gol pembuka Como akhirnya lahir pada menit ke-23. Nico Paz melepaskan tembakan yang mengenai Jacobo Ramon yang berdiri di depan gawang, mengubah arah bola hingga mengecoh Corvi dan bersarang di gawang Parma. Como pun unggul 1-0.
Lima menit sebelum gol tersebut, Nico Paz juga sempat mengancam lewat tembakan dari dalam kotak penalti, tetapi bola masih bisa diblok pemain belakang Parma. Dominasi Como berlanjut sepanjang babak pertama.
Kaiki Pertegas Keunggulan Como
Memasuki babak kedua, Como tetap mengendalikan permainan. Namun, gol kedua baru tercipta pada menit ke-83. Bek anyar Kaiki memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti Parma untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Parma sempat memberi perlawanan pada masa injury time. David Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-90+2, mengubah skor menjadi 2-1. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyelamatkan Parma dari kekalahan.
Hasil ini memperpanjang tren positif Como. Mereka mencatat empat kemenangan beruntun di semua kompetisi, termasuk kemenangan bersejarah 4-1 atas RB Leipzig pada laga pertama Liga Champions beberapa hari sebelumnya.
Fabregas Puas dengan Kedalaman Skuad
Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengaku senang dengan respons para pemainnya setelah laga berat di Eropa. Sejumlah pemain mengalami kelelahan sehingga ia melakukan rotasi, termasuk menurunkan pemain dari bangku cadangan.
“Ini respons penting bagi tim, karena berarti saya bisa mengandalkan semua orang,” kata Fabregas seusai pertandingan.
“Ini kemenangan penting bagi saya sebagai pelatih, karena saya mulai menyadari seperti apa tim yang bisa kami bentuk,” ujarnya menambahkan.
Fabregas juga menyoroti kontribusi Kaiki, bek Brasil yang mencetak gol kemenangan. Menurutnya, gol dari pemain bertahan menjadi hal krusial dalam sepak bola modern.
Ia bahkan merujuk pada Arsenal, mantan klubnya, sebagai contoh. Menurut Fabregas, Arsenal memenangi Premier League sebagian besar berkat gol dari pemain bertahan dan situasi bola mati. Jika Como bisa menambahkan kemampuan itu, ia menilai hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri.
Posisi di Papan Atas
Dengan tambahan tiga poin, Como mengoleksi 10 poin dari empat laga liga, hasil tiga kemenangan dan satu imbang. Mereka berada di posisi kedua klasemen sementara, di bawah AS Roma. Beberapa laporan menyebut posisi Como di peringkat kedua, sementara laporan lain menyebut peringkat ketiga, tergantung perhitungan klasemen yang digunakan.
Laga melawan Parma juga menjadi pertandingan kandang pertama Como di Serie A musim ini. Stadion Sinigaglia baru selesai direnovasi, sehingga mereka harus memainkan tiga laga pembuka di luar kandang untuk memenuhi persyaratan UEFA.
Como tampil dengan formasi 4-2-3-1: Sanchez; Couto, Ramon, Kempf, Kaiki; Perrone, Da Cunha; Diao, Paz, Baturina; Kean. Sementara Parma memakai 3-4-2-1: Corvi; Delprato, D. Carlos, Troilo; Britschgi, Sierro, Keita, Valeri; Toure, Lontani; Elphege.
Bagi Moise Kean, laga ini menjadi kesempatan menunjukkan perannya di lini depan Como. Meski belum mencetak gol dalam pertandingan ini, kehadirannya memberi tekanan bagi pertahanan Parma dan membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Ke depan, Como perlu menjaga konsistensi di tengah jadwal padat Liga Italia dan Liga Champions. Rotasi pemain akan menjadi kunci, terutama karena Fabregas menegaskan pentingnya kontribusi seluruh anggota skuad. Ambisi Como di papan atas Serie A pun mulai terlihat nyata musim ini.












