Cakrawala News – 15 September 2026 | Penyerang Belanda Donyell Malen menjadi aktor utama di balik start sempurna AS Roma pada awal musim Serie A 2026/27. Tim asuhan Gian Piero Gasperini itu memuncaki klasemen dengan 12 poin dari empat pertandingan, dan Malen telah membukukan enam gol sekaligus memimpin daftar top skor sementara.
Raihan sempurna itu dipastikan Roma setelah menang 2-0 atas tuan rumah Torino di Stadion Olimpico Grande, Selasa (15/9). Malen membuka keunggulan pada babak pertama, sebelum Nicolo Pisilli memastikan kemenangan lewat gol pada masa injury time.
Hasil tersebut membuat Giallorossi menyapu bersih empat laga awal dengan kemenangan. Torino sendiri masih tertahan di peringkat ke-14 dan belum mampu mendekati persaingan papan atas klasemen.
Jejak Malen Menyamai Totti dan Manfredini
Ketajaman Malen sejak awal musim ini tercatat bersejarah. Berdasarkan data Opta, ia menjadi pemain ketiga yang mampu mencetak lebih dari lima gol dalam empat pertandingan pertamanya bersama Roma, mengikuti jejak Pedro Manfredini dan Francesco Totti.
Manfredini menjadi yang paling produktif pada empat laga perdananya bersama Roma dengan tujuh gol pada 1960/61. Sementara Totti mencetak enam gol pada 2001/02, jumlah yang kini disamai Malen.
Rincian gol Malen musim ini terbilang konsisten. Ia mencetak hat-trick ke gawang Fiorentina pada laga perdana, membawa Roma menang telak 4-0 di hadapan publik sendiri. Pada laga kedua, ia menyumbang brace saat Roma menang 4-0 di markas Lecce.
Malen hanya gagal mencetak gol ketika Roma mengalahkan Atalanta 2-1 pada giornata ketiga. Ia kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor saat Roma mencuri tiga poin di markas Torino pada pekan keempat.
Duet Malen-Dybala Jadi Motor Serangan
Selain Malen, Paulo Dybala tampil sebagai otak serangan Roma di sepertiga akhir lapangan lawan. Gelandang asal Argentina itu kini memimpin daftar pencetak assist terbanyak di Serie A musim ini dengan empat assist.
Kombinasi keduanya terlihat nyata pada laga kontra Torino. Gol pembuka Roma lahir dari keberhasilan Gianluca Mancini memenangkan duel di lini tengah, bola lalu diteruskan kepada Dybala, yang kemudian memberikan umpan kepada Malen. Tembakan pertama Malen sempat diblok pemain Torino, tetapi ia bergerak cepat menyambar bola muntah untuk menggetarkan gawang tuan rumah pada menit ke-40.
Gasperini mengakui kombinasi Malen dan Dybala memberikan dampak besar bagi permainan Roma. Menurutnya, kedua pemain tidak hanya memiliki kualitas individu, tetapi juga mampu saling melengkapi dengan sangat baik.
Kepuasan ini merupakan milik semua orang. Keindahan dari semua ini juga dirasakan para suporter dan pencinta sepak bola yang melihat dua pemain hebat mampu menciptakan situasi mencetak gol dan peluang-peluang yang sangat berbahaya hampir di setiap pertandingan.
Jelas, keduanya merupakan pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan individu yang luar biasa, tetapi juga saling melengkapi dengan sangat baik. Mereka memiliki koneksi penting satu sama lain yang mampu menciptakan peluang dan menerjemahkannya menjadi gol dalam banyak pertandingan, ujar Gasperini.
Pelatih Roma itu juga menyanjung konsistensi dan daya ledak yang ditunjukkan Malen. Gasperini berharap para pemain lain ikut termotivasi untuk memberikan performa terbaik di atas lapangan.
Jalannya Laga di Markas Torino
Roma langsung mengambil inisiatif sejak awal pertandingan. Peluang pertama hadir pada menit ke-11 ketika umpan silang Mario Hermoso disambut sundulan Malen, meski bola hanya melenceng tipis di sisi kanan gawang Torino.
Malen kembali mendapatkan peluang beberapa menit kemudian. Ia menyambar bola liar setelah tusukan Matias Soule yang masih terhalang pemain bertahan Torino. Roma sempat mencetak gol pada menit ke-23 melalui Malen, namun dianulir karena penyerang asal Belanda itu lebih dahulu berada dalam posisi offside.
Memasuki babak kedua, Torino berusaha bangkit. Pada menit ke-58, Giovanni Simeone lolos dan tinggal berhadapan dengan kiper Roma, Mile Svilar, yang tampil sigap menggagalkan peluang tersebut. Roma kembali mengancam melalui Nahuel Molina, tetapi tembakannya masih mampu ditepis kiper Torino, Lucas Perri.
Torino juga mendapat peluang melalui Santiago Castro yang menyambut umpan sepak pojok dengan sundulan, namun bola melenceng ke sisi kiri gawang Roma. Saat pertandingan tampak akan berakhir 1-0, Roma justru menggandakan keunggulan pada menit ke-90+3 melalui Nicolo Pisilli yang memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti.
Persaingan Scudetto Masih Panjang
Serie A memang baru memasuki giornata keempat sehingga terlalu dini untuk membicarakan peta persaingan Scudetto. Namun, konsistensi yang ditunjukkan Roma sejak awal musim sudah menjadi sinyal bahaya bagi para rivalnya.
Roma sendiri sudah menanti selama 26 musim untuk kembali mengangkat trofi Serie A setelah terakhir kali menjadi juara pada musim 2000/01. Demi mewujudkannya, Giallorossi harus menjaga daya ledaknya karena Inter Milan juga masih sempurna, sementara Como 1907 dan Lazio membayangi dengan hanya terpaut dua poin.
Bagi Roma, tantangan berikutnya adalah menjaga ketajaman Malen dan kreativitas Dybala di tengah jadwal yang semakin padat. Jika duet itu mampu mempertahankan performanya, ambisi Giallorossi mengakhiri puasa gelar liga selama lebih dari dua dekade bukan lagi sekadar angan-angan.












