Real Madrid vs Elche: Mbappe dan Vinicius Tutupi Pesan Solidaritas Ceuta, Kontroversi Meluas

Real Madrid vs Elche: Mbappe dan Vinicius Tutupi Pesan Solidaritas Ceuta, Kontroversi Meluas
Real Madrid vs Elche: Mbappe dan Vinicius Tutupi Pesan Solidaritas Ceuta, Kontroversi Meluas

Cakrawala News – 16 September 2026 | Laga real madrid vs elche di Stadion Martinez Valero, Selasa (15/9/2026), tidak hanya berakhir dengan kemenangan dramatis 3-2 untuk tim tamu, tetapi juga melahirkan kontroversi di luar lapangan. Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Ibrahima Konate menjadi sorotan setelah menggulung kaos pemanasan mereka sehingga menutupi sebagian pesan solidaritas untuk warga Ceuta sebelum pertandingan dimulai.

Kaos putih yang dikenakan para pemain kedua tim seharusnya menampilkan slogan “Todos somos caballas” atau “Kita semua warga Ceuta”, merujuk pada kota otonom Spanyol di pesisir Afrika Utara yang berbatasan dengan Maroko. Bagian belakang kaos memuat nama Ceuta beserta lambang negara Spanyol.

Namun, dalam video yang beredar luas, Mbappe dan Vinicius terlihat menggulung kaos mereka hingga sekitar dada, sehingga sebagian slogan tidak terbaca. Konate disebut melakukan hal serupa dalam rekaman lain. Mbappe dan Vinicius kemudian melepas kaos tersebut sebelum sesi jabat tangan, sementara Konate mengenakannya lebih lama. Rekan-rekan setim dan pemain Elche tetap memakai kaos itu hingga rangkaian formalitas prapertandingan selesai.

Kontroversi yang Meluas

Aksi ketiga pemain itu memicu perdebatan di media sosial. Sebagian penggemar mempertanyakan alasan mereka menyembunyikan pesan tersebut. Hingga berita ini ditulis, tidak ada pernyataan dari Mbappe, Vinicius, maupun Konate yang menjelaskan sikap mereka, dan Real Madrid belum memberikan komentar tambahan di luar pernyataan resmi mengenai inisiatif tersebut.

Kontroversi ini kemudian berkembang lebih jauh. Menurut laporan harian Catalan, Sport, Real Madrid disebut menyinggung sikap Barcelona yang sebelumnya menolak mengenakan kaos serupa pada laga melawan Levante. Madrid mempertanyakan mengapa klub Catalan itu tidak mendapat reaksi serupa.

Sport menilai perbandingan tersebut tidak setara. Barcelona mengambil keputusan institusional untuk tidak berpartisipasi, sedangkan di Real Madrid tiga pemain bertindak atas inisiatif sendiri. Salah satu kalimat dalam pesan Madrid, “dan tidak ada yang berkata apa-apa”, dinilai Sport sebagai upaya klub membentengi diri dari kritik dengan menyeret sikap Barcelona ke dalam konteks yang sama.

Konteks Krisis Migrasi Ceuta

Inisiatif kaos solidaritas ini berlatar krisis migrasi besar di Ceuta. Sedikitnya 72.000 migran menyeberang dari Maroko ke Ceuta pada 30 dan 31 Juli. Sebagian besar berenang mengelilingi pagar perbatasan, dan menurut data Wali Kota Ceuta, setidaknya 100 orang meninggal selama penyeberangan.

Meski sebagian besar kemudian kembali ke Maroko dalam hitungan hari, ribuan orang masih bertahan. Pemerintah Spanyol memperkirakan sekitar 8.000 migran masih berada di Ceuta pada Agustus. Mereka tinggal di kamp-kamp darurat atau tidur di jalan dan pantai, memicu ketegangan di kota otonom tersebut.

Dukungan untuk Ceuta bukan pertama kali dilakukan Real Madrid. Sebelum laga Liga Champions melawan Inter Milan di Santiago Bernabeu pada 8 September, suporter di tribun selatan menampilkan kartu bergambar lambang kota otonom itu, sementara seluruh stadion memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghormatan.

Jalannya Pertandingan

Di atas lapangan, real madrid vs elche berjalan dramatis. Madrid sempat unggul 0-2 sebelum Elche bangkit. Osorio memperkecil kedudukan pada babak kedua, lalu Fer Nino menyamakan skor. Carlos Espi akhirnya mencetak gol ketiga Madrid yang memastikan kemenangan 2-3 di Martinez Valero.

Pertandingan itu juga diwarnai insiden lain yang menuai perdebatan. Pada menit ke-32, Osorio terlibat kontak fisik dengan bek Madrid, Dean Huijsen. Rekaman ulang memperlihatkan Osorio menjauh dari jalur bola sambil mengulurkan lengan hingga mengenai wajah Huijsen. Wasit Jesus Gil Manzano sempat meniup pelanggaran atas Huijsen, tetapi tidak menghukum kontak Osorio, bahkan tidak memberikan kartu kuning. Kamar VAR juga tidak menganggap perlu memanggil wasit untuk meninjau ulang kejadian tersebut.

Huijsen sempat jatuh dan harus pulih sebelum melanjutkan pertandingan. Keputusan tanpa sanksi itu menjadi salah satu momen paling diperdebatkan sepanjang laga, terutama karena Osorio kemudian menjadi protagonis dengan golnya di babak kedua.

Dampak bagi Elche

Kekalahan dari Madrid mencatatkan rekor buruk bagi Elche. Klub asal Ilicitano itu menelan tiga kekalahan beruntun di kandang pada awal Liga Spanyol, sesuatu yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah mereka di kasta tertinggi, baik di Stadion Altabix yang sudah dibongkar maupun di Martinez Valero.

Selain kalah dari Madrid 2-3, Elche sebelumnya takluk dari Barcelona 0-5 dan Real Sociedad 2-3 di kandang. Bahkan pada musim-musim ketika Elche terdegradasi, mereka selalu mampu meraih setidaknya satu poin dari tiga laga kandang pertama. Pada musim 2022-23, saat terdegradasi sebagai juru kunci, Elche sempat menahan imbang lawan pertama di Martinez Valero sebelum kalah pada dua laga berikutnya.

Dengan hanya enam pekan berjalan, Elche yang kini dilatih Martin Anselmi sudah menelan lebih banyak kekalahan kandang dibandingkan sepanjang musim lalu. Musim lalu, saat baru promosi, Elche hanya kehilangan poin di kandang melawan Barcelona dan Villarreal, dan kekuatan mereka di kandang menjadi faktor penentu bertahan di kasta tertinggi.

Kontroversi kaos Ceuta dan insiden wasit menambah lapisan cerita pada real madrid vs elche yang sejatinya berlangsung sengit. Bagi Madrid, kemenangan itu menjaga laju mereka dengan enam kemenangan dari tujuh laga di semua kompetisi musim ini. Namun sorotan publik kini tertuju pada sikap tiga pemainnya dan bagaimana klub akan menanganinya ke depan.

Sementara itu, Elche harus segera membenahi performa kandang jika ingin menghindari tekanan di zona degradasi. Pertanyaan soal konsistensi wasit dan penggunaan VAR dalam insiden Huijsen juga diprediksi masih akan bergulir dalam pekan-pekan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *