Korea Selatan Tegaskan Tidak Akan Terlibat Perang Iran Bersama AS

Korea Selatan Tegaskan Tidak Akan Terlibat Perang Iran Bersama AS
Korea Selatan Tegaskan Tidak Akan Terlibat Perang Iran Bersama AS

Cakrawala News – 21 September 2026 | Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan bahwa Korea Selatan tegaskan tidak akan terlibat dalam perang Iran bersama Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan Lee dalam konferensi pers pada Jumat, 18 September 2026, sekaligus menepis spekulasi mengenai kemungkinan pengiriman pasukan atau aset militer Seoul ke Timur Tengah. Menurut Lee, tidak akan ada pengerahan yang membuat negaranya masuk atau terlibat dalam konflik bersenjata tersebut.

“Tidak akan ada pengerahan yang melibatkan atau memasuki perang. Saya dapat menyampaikannya dengan sangat jelas,” kata Lee, seperti dilaporkan kantor berita Yonhap. Ia juga memastikan Korea Selatan tidak akan mengirim aset militernya dalam bentuk apa pun untuk tujuan yang dapat menyeret Seoul ke dalam perang melawan Iran.

Sikap tersebut muncul di tengah tekanan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sebelumnya mengaku telah meminta Seoul ikut dalam operasi Amerika terhadap Iran. Menurut laporan yang mengutip Reuters, Trump menyebut permintaan itu ditolak Korea Selatan. Setelahnya, Trump memerintahkan pengurangan latihan militer bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan, dengan salah satu alasan yang dikemukakannya adalah keputusan Seoul untuk tidak terlibat dalam tindakan Washington terhadap Iran.

Fokus pada Keamanan Pelayaran, Bukan Operasi Tempur

Meski menolak keterlibatan militer dalam perang, Lee mengatakan pemerintah Korea Selatan sedang mempertimbangkan langkah untuk meningkatkan perannya dalam menjaga keselamatan pelayaran di kawasan. Seoul tetap perlu mengambil langkah minimum untuk melindungi kepentingan ekonominya, terutama keselamatan kapal dagang, pengiriman minyak mentah, serta warga negaranya.

Dengan demikian, keterlibatan yang sedang dipertimbangkan Korea Selatan berfokus pada perlindungan pelayaran dan bukan pengerahan pasukan untuk operasi tempur melawan Iran. Korea Selatan selama ini memiliki kapal angkatan laut yang ditempatkan di lepas pantai Somalia dalam misi antipembajakan. Pemerintah Seoul juga telah mengirim tim evaluasi ke Uni Emirat Arab untuk menilai kondisi keamanan di sekitar Selat Hormuz.

Pernyataan Lee tersebut mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan Korea Selatan mengirim aset militernya ke Selat Hormuz. Sebelumnya, pemerintah Seoul memang mengakui tengah mengkaji sejumlah opsi untuk membantu menjaga kebebasan navigasi di jalur strategis tersebut. Namun, rencana itu menghadapi penolakan di dalam negeri, termasuk meningkatnya tekanan publik dan munculnya sejumlah aksi protes terkait kemungkinan pengerahan militer ke kawasan Selat Hormuz.

Hubungan Seoul-Washington dan Isu Investasi

Di tengah tekanan tersebut, hubungan Seoul dan Washington juga masih menghadapi pembahasan mengenai komitmen investasi Korea Selatan senilai USD 350 miliar, atau sekitar Rp 6.213 triliun, di sektor manufaktur Amerika Serikat. Lee mengatakan terdapat sejumlah bagian dari kesepakatan yang sulit diterima Seoul, meskipun kedua pihak disebut semakin mendekati kesepakatan.

Presiden Korea Selatan itu juga menyatakan terbuka terhadap kemungkinan pertemuan Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam beberapa bulan mendatang, dengan syarat berbagai faktor pendukung dapat terpenuhi. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Seoul berupaya menjaga keseimbangan antara menolak keterlibatan militer dalam perang Iran dan tetap mempertahankan kerja sama strategis dengan Amerika Serikat.

Penegasan Korea Selatan tegaskan tidak akan terlibat dalam perang Iran bersama Amerika Serikat menjadi penting karena negara itu merupakan salah satu sekutu utama Washington di Asia Timur. Keputusan Seoul untuk tidak mengirim kemampuan militer yang dapat menyeretnya ke dalam perang menunjukkan bahwa pemerintah Korea Selatan memprioritaskan kepentingan nasional, terutama keselamatan kapal dagang, pasokan energi, dan warga negaranya.

Konteks Serangan AS di Iran

Isu keterlibatan Korea Selatan mencuat di tengah kecaman internasional terhadap serangan Amerika Serikat di Iran. Perserikatan Bangsa-Bangsa meyakini Amerika Serikat melakukan kejahatan perang dalam dua serangan di Iran pada Februari 2026. Serangan tersebut menghantam sekolah dasar di Minab dan kompleks olahraga di Lamerd, menewaskan sedikitnya 178 warga sipil.

Temuan itu berasal dari Independent International Fact-Finding Mission on the Islamic Republic of Iran, misi pencari fakta yang mendapat mandat PBB, setelah melakukan penyelidikan selama berbulan-bulan. Misi tersebut menyimpulkan bahwa AS bertindak secara recklessly, atau mengabaikan risiko besar, ketika melancarkan kedua serangan.

Penyelidik tidak mendapat akses kepada personel AS maupun Israel dan tidak menerima tanggapan atas permintaan informasi mereka. Karena itu, penyelidikan dilakukan menggunakan citra satelit, video yang telah diverifikasi, analisis senjata, serta keterangan saksi dan organisasi independen. Serangan pertama terjadi pada 28 Februari sekitar pukul 10.30 waktu setempat di Shajareh Tayyebeh Primary School, Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

Sekolah tersebut hanya berjarak sekitar 72 meter dari fasilitas angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Namun, kedua lokasi dipisahkan tembok, memiliki pintu masuk berbeda, dan sekolah dapat dikenali melalui citra satelit sebagai fasilitas pendidikan yang masih aktif.

Dalam konteks inilah keputusan Korea Selatan untuk tidak terlibat dalam perang Iran bersama Amerika Serikat menjadi sorotan. Seoul memilih membatasi keterlibatannya pada upaya menjaga keamanan pelayaran, sembari membuka ruang diplomasi terkait perkembangan di Semenanjung Korea dan kerja sama ekonomi dengan Washington. Perkembangan berikutnya yang perlu diperhatikan adalah apakah Korea Selatan benar-benar hanya mengirim kemampuan non-tempur ke kawasan, serta bagaimana respons Amerika Serikat terhadap sikap Seoul tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *