Cakrawala News – 05 November 2026 | Kalender Jawa November 2026 memuat informasi lengkap mengenai weton harian, lima pasaran, serta penanggalan Hijriah yang dapat menjadi panduan masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari maupun keperluan adat. Sepanjang bulan ini, penanggalan Jawa mencakup dua bulan sekaligus, yakni Jumadilawal dan Jumadilakir 1960, sehingga setiap tanggal Masehi memiliki padanan weton dan tanggal Hijriah yang berbeda.
Dalam sistem penanggalan Jawa, terdapat 12 bulan yang mengikuti peredaran bulan atau lunar. Sistem ini memadukan siklus Saptawara, yaitu tujuh hari dalam sepekan, dengan Pancawara atau lima hari pasaran yang terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kombinasi keduanya menghasilkan siklus weton selama 35 hari yang terus berulang.
Salah satu perbedaan penting antara kalender Jawa dan kalender Masehi terletak pada waktu pergantian hari. Jika kalender Masehi berganti hari pada pukul 00.00, pergantian hari dalam kalender Jawa dimulai setelah matahari terbenam atau bakda Magrib. Sistem berbasis peredaran bulan ini juga digunakan dalam kalender Hijriah, sehingga keduanya sama-sama tergolong qamariyah.
Weton dan Tanggal Hijriah Sepanjang November 2026
Pada awal bulan, penanggalan Jawa masih berada di bulan Jumadilawal yang berlangsung hingga 11 November 2026. Sebagai contoh, Senin 2 November 2026 bertepatan dengan 21 Jumadilawal 1960 dan 22 Jumadilawal 1448 H dengan weton Senin Pon. Sementara itu, Rabu 4 November 2026 jatuh pada 23 Jumadilawal 1960 dan 24 Jumadilawal 1448 H dengan weton Rabu Kliwon.
Penanggalan kemudian memasuki bulan Jumadilakir pada 12 November 2026. Bulan ini berlangsung hingga 10 Desember 2026, sehingga sebagian besar November 2026 berada dalam penanggalan Jumadilakir. Pada akhir bulan, tepatnya 30 November 2026, kalender Jawa menunjukkan tanggal 19 Jumadilakir 1960 dengan pasaran Legi.
Berdasarkan penanggalan Hijriah 2026 terbitan Kementerian Agama (Kemenag), kalender Jawa November 2026 menyajikan 30 weton harian yang berbeda. Masyarakat dapat menggunakan daftar ini untuk mengetahui hari kelahiran, mempelajari perhitungan primbon, maupun menyusun jadwal kegiatan.
Mengenal Lima Pasaran dan Nilai Neptunya
Lima pasaran merupakan bagian penting dalam sistem penanggalan Jawa. Masing-masing pasaran memiliki nama dan nilai neptu yang digunakan dalam berbagai perhitungan tradisional. Siklus pasaran berlangsung secara berurutan dan berulang setiap lima hari. Ketika digabungkan dengan tujuh hari dalam sepekan, terbentuklah siklus weton selama 35 hari.
Nilai neptu sebuah weton diperoleh dari penggabungan nilai hari dan nilai pasaran. Sebagai ilustrasi, weton Rabu Kliwon memiliki neptu 15, yang berasal dari nilai hari Rabu sebesar 7 dan nilai pasaran Kliwon sebesar 8. Perhitungan semacam ini kerap dipakai dalam tradisi primbon untuk menakar watak, kecocokan, maupun hari baik.
Dalam tradisi Jawa, weton masih digunakan sebagian masyarakat untuk berbagai keperluan adat, mulai dari menentukan hari baik untuk pernikahan, pindah rumah, membuka usaha, hingga menggelar acara keluarga. Penentuan hari baik tidak hanya berpatokan pada nama hari dalam kalender Masehi, tetapi juga memperhatikan hari pasaran, neptu, serta tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Tanggal yang Disebut Baik pada November 2026
Dalam salah satu perhitungan primbon Jawa, terdapat beberapa tanggal yang dapat dipertimbangkan untuk kegiatan penting pada November 2026, yaitu:
- Kamis, 5 November 2026 dengan weton Kamis Legi
- Jumat, 6 November 2026 dengan weton Jumat Pahing
- Rabu, 11 November 2026 dengan weton Rabu Pahing
Perlu dipahami bahwa perhitungan hari baik merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan budaya Jawa, bukan kepastian ilmiah. Setiap keluarga atau ahli perhitungan primbon dapat memiliki pedoman yang berbeda, sehingga hasilnya pun bisa beragam.
Selain sebagai acuan adat, penanggalan Hijriah dalam kalender Jawa November 2026 juga menjadi rujukan bagi umat Islam untuk mengetahui tanggal dan bulan dalam kalender Islam. Selama November 2026, penanggalan Hijriah beralih dari bulan Jumadilawal ke Jumadilakhir 1448 H, seiring dengan masuknya penanggalan Jawa ke bulan Jumadilakir.
Bagi pembaca yang ingin memanfaatkan kalender Jawa November 2026, langkah paling praktis adalah mencocokkan tanggal Masehi dengan weton dan tanggal Hijriah yang bersangkutan. Informasi ini dapat membantu merencanakan kegiatan penting sekaligus memahami konteks budaya di balik setiap tanggal.
Dengan cakupan dua bulan Jawa, 30 weton harian, dan lima pasaran, kalender Jawa November 2026 menjadi rujukan yang cukup lengkap bagi masyarakat yang masih menjadikan penanggalan tradisional sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Meski demikian, keputusan akhir tetap berada pada masing-masing individu dan keluarga sesuai keyakinan serta tradisi yang dianut.












