Cakrawala News – 03 Oktober 2026 | Profil M Qodari, 4 kali ganti jabatan di 2 tahun pemerintahan Prabowo menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto memberhentikannya dari posisi Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah dan mengangkatnya sebagai Anggota sekaligus Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pelantikan Qodari bersama sejumlah tokoh nasional berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026.
Dalam periode dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Qodari tercatat berpindah jabatan sebanyak empat kali. Ia memulai karier di Istana sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), kemudian dilantik menjadi Kepala KSP menggantikan AM Putranto, lalu menjabat Kepala Bakom pada Senin, 27 April 2026 dalam reshuffle ke-5 Kabinet Merah Putih, dan kini dipercaya sebagai Sekretaris Wantimpres.
Dari Pengamat Politik ke Istana
Qodari bukan nama baru di dunia politik Indonesia. Sebelum masuk ke lingkaran Istana, ia dikenal luas sebagai pengamat politik dan pendiri salah satu lembaga survei di Tanah Air. Pria kelahiran Palembang, Sumatra Selatan, 15 Oktober 1973 ini juga aktif sebagai peneliti, kolumnis di berbagai media massa, dan kerap mengulas kondisi Indonesia pasca-reformasi.
Dalam perjalanan kariernya, Qodari dikenal getol menyuarakan sejumlah isu kontroversial. Ia pernah mengkampanyekan relawan Jokowi-Prabowo (Jokpro) pada 2022-2023 dan menjadi salah satu tokoh yang vokal mendorong perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo menjadi tiga periode. Pandangan-pandangan tersebut membuat namanya sering menjadi perbincangan publik sebelum akhirnya masuk ke pemerintahan.
Dari sisi pendidikan, Qodari menempuh studi di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan ke Universitas Essex, dan meraih gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada. Latar belakang akademik itu yang kemudian mengantarkannya menjadi salah satu analis politik yang cukup berpengaruh di Indonesia.
Posisi Baru di Wantimpres
Dalam pelantikan 2 Oktober 2026, Presiden Prabowo juga mengukuhkan Pratikno sebagai Ketua Wantimpres merangkap anggota, dan Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota. Ketiganya membacakan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo, diikuti para anggota Wantimpres lainnya.
Usai dilantik, Pratikno menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, anggota Wantimpres yang baru merupakan tokoh-tokoh nasional dari berbagai bidang, agama, dan profesi yang sudah berpengalaman membaktikan diri kepada negeri.
Sementara itu, Qodari menegaskan bahwa fokus utama peran barunya adalah mendukung kinerja lembaga agar berjalan maksimal. Ia menjelaskan bahwa Sekretaris Wantimpres bertugas memberikan dukungan menyeluruh terhadap operasional organisasi serta mendampingi pimpinan.
“Tugas Pak Sekretaris adalah mendukung agar organisasi bisa berjalan dengan optimal dan tentunya mendukung Bapak Ketua dan Wakil Ketua,” kata Qodari dalam tayangan Breaking News Metro TV, Jumat, 2 Oktober 2026.
Dengan terpenuhinya dukungan operasional dan administrasi tersebut, Wantimpres diharapkan mampu menjalankan fungsi strategisnya secara efektif dalam memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Pergantian di Kursi Kepala Bakom
Posisi yang ditinggalkan Qodari di Bakom RI kini diisi oleh Syahganda Nainggolan. Prabowo melantik Syahganda sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Dalam pelantikan yang sama, Fadli Tri Hartono diangkat sebagai Wakil Kepala Bakom RI. Prosesi diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Keppres, lalu pengucapan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo. Keduanya berjanji setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya, serta menjunjung tinggi etika jabatan.
“Mengangkat Syahganda Nainggolan menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI sisa masa jabatan 2024-2029,” bunyi Keppres yang dibacakan dalam prosesi tersebut.
Setelah membacakan sumpah, Syahganda dan Fadli menandatangani berita acara pelantikan, kemudian menerima ucapan selamat dari Prabowo dan para menteri kabinet yang hadir.
Dinamika Komunikasi Pemerintahan
Pergantian di kursi Kepala Bakom RI bukan kali pertama terjadi dalam dua tahun pemerintahan Prabowo. Pada awal pemerintahannya, Prabowo melantik Hasan Nasbi sebagai Kepala Kantor Komunikasi Presiden. Sejumlah pengamat menilai pergantian yang cukup sering di lembaga komunikasi pemerintah mencerminkan dinamika kebutuhan strategi komunikasi publik yang terus berubah.
Terlepas dari itu, perpindahan Qodari dari Bakom ke Wantimpres menegaskan posisinya sebagai salah satu figur yang cukup dipercaya di lingkaran kekuasaan. Dalam dua tahun, ia telah menduduki empat jabatan berbeda, mulai dari Wakil Kepala KSP, Kepala KSP, Kepala Bakom, hingga Sekretaris Wantimpres.
Bagi publik, rekam jejak tersebut menjadi cerminan bagaimana Presiden Prabowo merotasi sejumlah pejabat di lingkungan Istana untuk menyesuaikan kebutuhan pemerintahan. Yang perlu dicermati ke depan adalah bagaimana Wantimpres di bawah kepemimpinan Pratikno dan Hatta Rajasa menjalankan fungsi pertimbangannya, serta bagaimana Qodari mengemban tugas barunya sebagai sekretaris lembaga tersebut.




