AS-China Sepakati Pangkas Tarif US$60 Miliar, Ini 4 Dampaknya bagi Perdagangan Global

AS-China Sepakati Pangkas Tarif US$60 Miliar, Ini 4 Dampaknya bagi Perdagangan Global
AS-China Sepakati Pangkas Tarif US$60 Miliar, Ini 4 Dampaknya bagi Perdagangan Global

Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Amerika Serikat dan China menyepakati pemangkasan tarif atas barang senilai sekitar US$30 miliar dari masing-masing negara, atau total sekitar US$60 miliar perdagangan bilateral. Langkah ini menghadirkan 4 dampak pemangkasan tarif AS-China bagi perdagangan global, mulai dari meluasnya akses pasar eksportir hingga meredanya tekanan terhadap rantai pasok dunia. Kesepakatan tersebut menjadi hasil paling nyata dari pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington, yang juga membentuk Dewan Perdagangan AS-China.

Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer menyatakan langkah ini membuka akses pasar yang lebih baik bagi sekitar 30 persen ekspor AS ke China. China sendiri memasukkan 1.619 jenis produk AS ke dalam daftar yang berpotensi memperoleh tarif lebih rendah, sementara AS mencantumkan 77 kategori produk China.

Dampak Pertama: Akses Pasar Eksportir AS Meluas

China menurunkan tarif untuk lebih dari 1.600 produk AS, mencakup komoditas pertanian seperti daging, makanan laut, produk susu, biji-bijian, serta produk energi seperti batu kol, kayu, dan peralatan medis. Langkah ini membuka peluang pasar yang lebih besar bagi perusahaan dan produsen AS yang menjual barang tersebut ke China.

Bagi pasar komoditas, perubahan akses tersebut dapat memengaruhi pola perdagangan dan permintaan lintas negara. Eksportir AS berpeluang meningkatkan penjualan, sedangkan importir China mendapatkan lebih banyak pilihan pasokan dari salah satu produsen besar dunia.

Meski begitu, dampaknya berbeda untuk setiap komoditas karena tidak semua produk pertanian utama masuk dalam daftar. Kedelai, misalnya, justru tidak tercantum dalam kesepakatan tersebut.

Dampak Kedua: Biaya Impor dan Harga Barang di AS Berpotensi Turun

Dari sisi AS, daftar pemangkasan tarif mencakup 77 kategori produk China dengan nilai sekitar US$30 miliar. Barang tersebut antara lain peralatan dapur, perlengkapan rumah tangga, mainan, produk anak-anak, peralatan olahraga, kembang api, serta berbagai dekorasi.

Kelompok barang itu memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan konsumen sehingga perubahan tarif dapat memengaruhi biaya impor dan harga jual di pasar AS. Importir dan peritel AS berpotensi memperoleh biaya pengadaan yang lebih rendah jika tarif benar-benar dipangkas sesuai rencana.

CEO WPIC Jacob Cooke menilai pemangkasan tarif yang benar-benar diterapkan sebelum musim liburan bisa memberi dorongan yang menyenangkan bagi konsumsi AS dan para peritel. Ia menyebut setiap poin persentase berarti untuk daya saing harga dan menjaga margin.

Dampak Ketiga: Rantai Pasok Mendapat Ruang Stabilisasi

Perang dagang AS-China sebelumnya membuat banyak perusahaan mencari pemasok dan jalur perdagangan alternatif. Pemangkasan tarif dapat mengurangi tekanan tersebut bagi perusahaan yang masih bergantung pada perdagangan langsung kedua negara.

Perpanjangan gencatan dagang hingga Januari 2027 juga memberi waktu bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan rencana bisnis. Direktur Jiangsu Green Willow Textile, Ryan Zhao, memperkirakan penjualan semester II 2026 bisa tumbuh 30 persen dari 2025 jika pemangkasan tarif diterapkan.

Kepala Ekonom Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Robert Staiger menyebut gejolak perdagangan belakangan ini sebagai gangguan paling serius dan paling berkepanjangan sejak sistem perdagangan dunia dibentuk 80 tahun silam.

Kendati demikian, perdagangan global menunjukkan resistensi yang mengejutkan. Laporan tahunan WTO mencatat volume perdagangan barang naik 4,6 persen tahun lalu, didorong permintaan tinggi akan teknologi canggih untuk pengembangan kecerdasan buatan, sementara volume perdagangan jasa tumbuh 5,3 persen.

Dampak Keempat: Ketidakpastian di Sektor Strategis Masih Tersisa

Pemangkasan tarif belum menyentuh sektor strategis seperti semikonduktor dan kendaraan listrik. Persoalan teknologi dan mineral penting juga belum selesai, sehingga perusahaan belum bisa sepenuhnya mengabaikan ketidakpastian perdagangan.

Nilai kesepakatan ini pun hanya sebagian kecil dari total perdagangan barang kedua negara yang mencapai sekitar 415 miliar dolar AS pada 2025. Washington masih berupaya mengurangi defisit dagang dengan Beijing yang tercatat lebih dari US$202 miliar tahun lalu.

Sekitar 90 persen produk yang tercakup dalam pengaturan timbal balik akan dikenai tarif sesuai tingkat negara yang paling diuntungkan atau most-favoured-nation. Namun, Kementerian Perdagangan China menyatakan pengurangan tarif akan dilakukan secara bersamaan setelah kedua negara menyelesaikan prosedur yang diwajibkan berdasarkan hukum domestik.

Belum jelas kapan tarif yang lebih rendah akan berlaku dan seberapa besar penurunan bea masuknya. AS dan China tahun lalu mengenakan tarif impor efektif lebih dari 40 persen dan lebih dari 30 persen secara berturut-turut satu sama lain.

Reaksi Pasar dan Komitmen Lanjutan

Saham sejumlah produsen peralatan rumah tangga China menguat setelah rincian pemangkasan tarif diumumkan. Saham Joyoung Co naik hingga batas maksimum 10 persen di Shenzhen, sedangkan Bear Electric Appliance menguat hingga 9,5 persen.

China juga berkomitmen membeli produk pertanian AS senilai 17 miliar dolar AS serta batu bara 10 juta ton per tahun pada 2027-2028, sambil melanjutkan dialog kecerdasan buatan dan perizinan sektor keuangan. Dewan Perdagangan AS-China dijadwalkan bertemu setidaknya satu kali per kuartal, dengan pejabat tertinggi bertemu ketika diperlukan.

Dengan sejumlah perselisihan mengenai pengendalian ekspor dan Taiwan yang belum terselesaikan, perdagangan barang non-sensitif menjadi salah satu bidang yang masih memungkinkan tercapainya kesepakatan. Perkembangan ini tetap menarik diperhatikan karena perubahan kebijakan perdagangan kedua negara dapat memengaruhi rantai pasok dan aktivitas perdagangan global.

Ke depan, pelaku usaha perlu mencermati besaran tarif yang benar-benar diterapkan serta waktu pemberlakuannya. Selama sektor strategis belum masuk kesepakatan, pemangkasan tarif ini lebih tepat dibaca sebagai langkah stabilisasi bertahap ketimbang penyelesaian menyeluruh atas persaingan dagang AS-China.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *