Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Serah terima jabatan Kapolri Suyudi Ario Seto berlangsung dalam rangkaian sertijab, pelantikan, dan korps raport kenaikan pangkat sejumlah perwira tinggi Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/2026) malam. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 yang memuat mutasi 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin langsung prosesi tersebut. Sebanyak 27 pejabat menjalani sertijab dan pelantikan, terdiri atas pejabat utama Mabes Polri serta sejumlah kepala kepolisian daerah (Kapolda). Dari jumlah itu, 25 perwira menjalani serah terima jabatan, sementara dua perwira lainnya dilantik untuk mengisi jabatan Astamarena Kapolri dan Koorspripim Polri.
“Malam ini telah selesai rangkaian serah terima jabatan, pelantikan, disertai dengan korp raport untuk kenaikan pangkat pati,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko usai acara di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Trunoyudo menjelaskan bahwa agenda malam itu mencakup mutasi dan rotasi bagi puluhan pejabat utama Mabes Polri hingga jajaran Kapolda. Menurutnya, rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk mempercepat pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
23 Pati Ikuti Korps Raport Kenaikan Pangkat
Bersamaan dengan sertijab, Polri menggelar upacara korps raport kenaikan pangkat ke dan dalam golongan Pati Polri. Sebanyak 23 perwira tinggi mengikuti prosesi tersebut, terdiri atas 7 Pati berpangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol), 14 Pati berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol), dan 2 Pati berpangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol).
Tujuh Pati yang naik pangkat menjadi Komjen Pol adalah Sandi Nugroho, Dadang Hartanto, Dedy Kusuma Bakti, Asep Safrudin, Hery Herjawan, Andik Setiyono, dan Rudi Darmoko.
Sementara itu, 14 Pati yang naik pangkat menjadi Irjen Pol adalah Agus Dwi Hermawan, Putu Putera Sadana, Hendra Kurniawan, Tubagus Ami Prindani, Pasma Royce, Yosi Muhamartha, Deni Dharmapala, Sonny Irawan, Rony Samtana, Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, Adrianto Jossy Kusumo, Roy Hardi Siahaan, dan Adex Yudiswan.
Adapun dua Pati yang naik pangkat menjadi Brigjen Pol adalah Anwar Haidar dan M. Darwis Debby Hermawan.
Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
Pada tingkat Mabes Polri, sejumlah pergantian jabatan pejabat utama (PJU) turut berlangsung, antara lain Kabaintelkam Polri, Kabareskrim Polri, Kabaharkam Polri, Kalemdiklat Polri, Astamarena Kapolri, Aslog Kapolri, As SDM Kapolri, Kadivpropam Polri, Kadiv TIK Polri, Kadensus 88 AT Polri, Kadivkum Polri, Kakortastipidkor Polri, serta Koorspripim Polri.
Mutasi juga menyasar 19 jabatan Kapolda, yakni Kapolda Metro Jaya, Maluku, Kepri, Riau, NTT, Jabar, Banten, Jateng, Jatim, Bali, Sumbar, Sulsel, Jambi, Gorontalo, Sumut, Sumsel, Sulteng, Sulbar, dan DIY.
Dari 88 Pati dan Pamen yang dimutasi, sebanyak 70 personel mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru. Beberapa nama yang menonjol dalam rotasi ini antara lain Komjen Asep Edi Suheri yang sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya dan ditunjuk menjadi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Posisi Kapolda Metro Jaya selanjutnya diemban Irjen Dadang Hartanto, yang sebelumnya menjabat Kapolda Maluku.
Asep Edi menggantikan Komjen Wahyu Widada yang dimutasi menjadi Pati Itwasum Polri untuk ditugaskan pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Rotasi juga menyasar jabatan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri. Komjen Yuda Gustawan dialihkan menjadi Pati Baintelkam Polri untuk penugasan di Kantor Staf Presiden (KSP), sementara posisi yang ditinggalkannya kini diisi Irjen Dedy Kusuma Bakti.
Dinamika Organisasi dan Pembinaan Karier
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa rangkaian mutasi, serah terima jabatan, pelantikan, dan kenaikan pangkat merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus pembinaan karier personel. Menurutnya, hal itu dilakukan sesuai kebutuhan organisasi dan sebagai bentuk penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta.
Ia menambahkan, Kapolri berharap seluruh personel yang menerima amanah baru maupun kenaikan pangkat dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta segera menyesuaikan diri dengan tugas dan lingkungan kerja masing-masing.
“Kapolri berharap seluruh pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang telah berjalan, menjaga soliditas organisasi, serta memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujar Johnny.
Menurut Johnny, pergantian jabatan dan kenaikan pangkat tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan. Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru diharapkan melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat.
Trunoyudo menambahkan bahwa Kapolri menekankan pentingnya kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat. Karena itu, percepatan dalam dinamika organisasi dinilai diperlukan agar pelaksanaan tugas dapat mengikuti ekspektasi masyarakat.
“Maka percepatan ini juga akan membuat dinamika juga semakin cepat sesuai dengan ekspektasi masyarakat,” kata dia.
Rangkaian serah terima jabatan Kapolri Suyudi Ario Seto ini menjadi penanda awal bagi kepemimpinan baru di tubuh Polri. Sejumlah posisi strategis yang berganti, mulai dari Intelijen, Reserse Kriminal, hingga sejumlah Kapolda, akan menentukan arah pelaksanaan tugas kepolisian dalam periode mendatang. Publik menantikan bagaimana para pejabat baru menjalankan amanah, terutama dalam mempercepat pelayanan dan menjaga soliditas organisasi di tingkat pusat maupun daerah.












