Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Duel vietnam vs pakistan pada laga pamungkas Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/10/2026) sore WIB berakhir dengan kemenangan 4-2 untuk Timnas Vietnam. Hasil ini memastikan The Golden Star Warriors melaju ke perebutan tempat ketiga menghadapi Malaysia, sementara Pakistan harus mengakhiri kampanye perdana mereka di turnamen ini sebagai juru kunci grup dengan satu poin dari tiga pertandingan.
Kemenangan Vietnam tidak diraih dengan mudah. Skuad asuhan Kim Sang-sik sempat tertinggal lebih dulu pada menit ke-31 akibat kelengahan di lini belakang yang dimanfaatkan Mohibullah. Penyerang Pakistan itu merebut bola dari seorang bek tengah sebelum dengan tenang melepaskan tembakan melewati kiper Patrik Giang Le, sekaligus mencatatkan gol internasional pertamanya.
Pakistan Kuasai Babak Pertama
Pakistan tampil mengejutkan pada paruh pertama. Menurut laporan pertandingan, pasukan Nolberto Solano mengendalikan sebagian besar jalannya laga dan menciptakan beberapa peluang. Ali Akbar Khan sempat melihat usahanya diblok, Shayek Dost menyundul bola melebar, dan Abdul Samad Shahzad memaksa kiper Vietnam melakukan penyelamatan.
Vietnam sesekali mengancam, tetapi Pakistan menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 yang layak mereka dapatkan. Kondisi ini menjadi catatan tersendiri mengingat selisih peringkat kedua tim di ranking FIFA mencapai 99 posisi.
Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, mengakui timnya kesulitan mengembangkan permainan pada awal laga. Ia menyebut cuaca panas di Jakarta mengganggu konsentrasi para pemain di babak pertama.
“Harus diakui, cuaca hari ini sangat panas. Konsentrasi pemain di babak pertama cukup terganggu karena kondisi tersebut, dan itulah yang membuat kami harus kebobolan,” ujar Kim Sang-sik dalam konferensi pers selepas laga.
Perubahan Personel Jadi Pembeda
Kim Sang-sik merespons performa stagnan anak asuhnya dengan melakukan sejumlah pergantian selepas jeda. Masuknya pemain dari bangku cadangan disebutnya membawa energi baru dan mengubah intensitas permainan Vietnam.
Dampaknya langsung terasa. Long Hai Nguyen menyamakan kedudukan pada menit ke-50 setelah menusuk ke dalam dan menuntaskan serangan melewati Yousuf Butt. Tujuh menit berselang, Duc Hoang Nguyen membawa Vietnam berbalik unggul lewat tembakan first-time keras memanfaatkan umpan cutback.
Vietnam semakin menjauh pada menit ke-80. Bac Dinh Nguyen berlari mengejar bola panjang dan melepaskan tembakan yang berbuah gol ketiga. Keunggulan 3-1 itu sempat memberi ruang bagi Vietnam untuk mengendalikan pertandingan.
Namun Pakistan menolak menyerah. Pada menit ke-88, tembakan Ali Akbar mengenai veteran Kaleemullah Khan dan berubah arah menjadi gol, memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2. Gol tersebut membangkitkan harapan akan comeback dramatis, mengingat Pakistan sebelumnya mampu bermain imbang 2-2 melawan Filipina.
Harapan itu akhirnya pupus di masa injury time. Hoang Minh Williams mencetak gol keempat Vietnam dan mengunci kemenangan 4-2 atas Pakistan.
Dampak pada Klasemen dan Jadwal Berikutnya
Dengan hasil ini, Vietnam mengakhiri fase grup di posisi kedua Grup B dengan enam poin, tertinggal dari Thailand yang masih bertanding melawan Filipina. Vietnam akan menghadapi Malaysia, runner-up Grup A di bawah Indonesia, pada perebutan medali perunggu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026) pukul 16.00 WIB.
Sementara itu, Pakistan menutup kampanye dengan satu poin dari tiga laga. Meski tersingkir, Solano menilai pengalaman berlaga di turnamen ini sangat berharga bagi perkembangan sepak bola Pakistan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia selaku tuan rumah atas penyelenggaraan dan pelayanan yang diberikan panitia lokal.
“Pertama-tama, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Indonesia dan panitia penyelenggara yang telah memberikan kesempatan untuk berpartisipasi di turnamen ini. Ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa bagi kami semua,” kata Solano dalam sesi konferensi pers usai laga.
Solano tak memungkiri adanya kekecewaan atas hasil akhir, tetapi ia menyoroti masalah utama yang menjadi batu sandungan skuadnya, yakni ketahanan fisik dan kebugaran pemain. Menurutnya, Pakistan sebenarnya mampu menunjukkan performa impresif dan kedisiplinan taktik yang tinggi sepanjang turnamen.
Bagi Vietnam, laga vietnam vs pakistan menjadi pengingat bahwa kualitas individu dan kedalaman skuad tetap menjadi faktor penentu. Rotasi pemain yang dilakukan Kim Sang-sik terbukti mengubah arah pertandingan, sekaligus menjaga peluang mereka mengakhiri turnamen dengan hasil positif.
Duel melawan Malaysia di perebutan tempat ketiga akan menjadi ujian berikutnya bagi Vietnam untuk membuktikan bahwa comeback melawan Pakistan bukan sekadar keberuntungan semata. Sementara Pakistan pulang dengan catatan berharga tentang pentingnya kebugaran dan konsistensi sepanjang 90 menit pertandingan.












