Pep Chavarría Jadi Bagian Proyek Spanyol Xabi Alonso di Chelsea, Jordan Henderson Cetak Brace Pertama

Pep Chavarría Jadi Bagian Proyek Spanyol Xabi Alonso di Chelsea, Jordan Henderson Cetak Brace Pertama
Pep Chavarría Jadi Bagian Proyek Spanyol Xabi Alonso di Chelsea, Jordan Henderson Cetak Brace Pertama

Cakrawala News – 12 Oktober 2026 | Nama pep chavarría mencuat dalam proyek anyar Chelsea di bawah asuhan Xabi Alonso. Bek asal Spanyol itu menjadi salah satu rekrutan mengejutkan The Blues pada bursa transfer musim ini, dan kehadirannya disebut-sebut sebagai bagian dari upaya pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut membangun tulang punggung pemain Negeri Matador di Stamford Bridge. Nama pep chavarría kembali mencuat setelah ia terlibat dalam proses gol ketiga Chelsea saat membantai AFC Bournemouth 5-1 pada pekan keenam English Premier League 2026/2027, Sabtu (10/10/2026), di mana Joao Pedro menyelesaikan umpan silangnya.

Kemenangan besar itu menjadi sorotan tersendiri karena Jordan Henderson, gelandang berusia 36 tahun, mencetak dua gol sekaligus. Ini merupakan brace pertama Henderson untuk Chelsea sekaligus brace keempat sepanjang karier profesionalnya. Berdasarkan data Transfermarkt per 12 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB, torehan tersebut tercatat sebagai dwigol pertamanya sejak 23 Februari 2013, atau berselang 12 tahun.

Jalannya Laga di Stamford Bridge

Chelsea membuka pesta gol ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Umpan tarik Cole Palmer dihajar Henderson dengan tendangan pada sentuhan pertama di depan kotak penalti, membobol gawang Bournemouth dan mengubah skor menjadi 1-0. Personel bernomor punggung 14 itu tampil agresif sejak awal.

Hanya berselang satu menit, Chelsea menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Kali ini Henderson berperan sebagai pemberi asis. Ia memenangkan second ball yang kemudian dikonversikan menjadi gol oleh Morgan Rogers.

Tertinggal dua gol membuat Bournemouth berusaha memangkas ketertinggalan. Tim tamu sempat memiliki peluang melalui tendangan keras Rayan, namun bola dimentahkan kiper Chelsea, Emiliano Martinez. Ancaman belum usai setelah Ryan Christie menyambar bola rebound halauan Martinez, tetapi kiper asal Argentina itu kembali melakukan penyelamatan. Menjelang berakhirnya babak pertama, sundulan Antonio Silva juga masih bisa diamankan Martinez.

Memasuki babak kedua, Chelsea menambah keunggulan menjadi 3-0. Umpan dari Pedro Neto disambut Joao Pedro, yang determinasinya berbuah gol pada menit ke-46. Lima menit berselang, Bournemouth memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 lewat gol Evanilson pada menit ke-51.

Pada menit 67, Joao Pedro mendahului Henderson untuk mencetak brace. Ia menyelesaikan umpan silang dari pep chavarría. Henderson akhirnya mengemas gol keduanya sekaligus menutup papan skor pada menit 70 melalui tendangan bebas indah yang menyihir publik Stamford Bridge. Pelatih Chelsea, Xabi Alonso, membiarkan Henderson bermain sampai pertandingan selesai.

Rekam Jejak Brace Jordan Henderson

Brace kontra Bournemouth menjadi yang keempat sepanjang karier Henderson. Tiga brace sebelumnya dicatat bersama dua klub berbeda, yakni Sunderland dan Liverpool.

Brace pertama Henderson terjadi pada 23 April 2011. Saat itu, torehannya ikut membawa Sunderland menang comeback 4-2 atas Wigan Athletic dalam laga pekan ke-34 Premier League 2010/2011 di Stadium of Light. Sunderland sempat tertinggal akibat gol Mohamed Diame pada menit 52, sebelum Asamoah Gyan menyamakan kedudukan tiga menit berselang. Henderson membuat Sunderland berbalik memimpin pada menit 66 setelah mengontrol umpan Sulley Muntari dengan dada dan menuntaskan peluang lewat tembakan voli kaki kiri. Sunderland menjauh via gol penalti Stephane Sessegnon pada menit 73, dan Henderson mengantongi brace-nya pada menit 77 usai menyelesaikan umpan dari Sessegnon. Wigan memperkecil kekalahan melalui gol Franco Di Santo pada menit 90.

Brace kedua diraih Henderson saat Liverpool membantai Newcastle United 6-0 di St. James’ Park pada pekan ke-35 Premier League 2012/2013, 27 April 2013. Ia terlibat dalam separuh gol Liverpool pada laga itu. Henderson mencetak gol kedua pada menit 17 setelah menyelesaikan umpan pendek Daniel Sturridge dalam duel dua lawan satu dengan Rob Elliot. Ia kemudian membalas budi dengan cara yang sama kepada Sturridge pada menit 60 yang menghasilkan gol keempat. Henderson menyudahi pesta gol Liverpool lewat tendangan bebas pada menit 76. Eksekusi dari kiri luar kotak penalti itu sebetulnya berstatus crossing, namun bola langsung masuk ke gawang tanpa menyentuh siapa pun. Tiga gol Liverpool lain dicetak Daniel Agger pada menit 3, Sturridge pada menit 54, dan Fabio Borini pada menit 74.

Brace ketiga Henderson lahir pada 23 Februari 2013, saat Liverpool menang 4-3 atas Swansea City di Anfield dalam pekan ke-27 Premier League 2013/2014. Daniel Sturridge membuka papan skor pada menit ketiga, lalu memberikan asis kepada Henderson pada menit 20. Henderson menerima bola di lingkaran D dan melepaskan tendangan placing ke pojok kiri. Liverpool sempat kehilangan keunggulan dua gol akibat sepakan Jonjo Shelvey pada menit 23 dan sundulan Wilfried Bony empat menit berselang. The Reds memimpin kembali berkat gol Sturridge pada menit 36, tetapi Swansea menyamakan kedudukan lagi lewat penalti Bony pada menit 47. Henderson muncul sebagai pahlawan pada menit 74 dengan menuntaskan rebound dari tendangannya sendiri.

Konteks Proyek Xabi Alonso

Kehadiran pep chavarría di Chelsea disebut sebagai langkah yang tidak biasa bagi klub London tersebut. Menurut laporan El Nacional, Xabi Alonso disebut ingin memasukkan lebih banyak pemain Spanyol ke dalam skuadnya. Selain pep chavarría, Chelsea dikabarkan mulai menunjukkan minat kepada pemain sayap Villarreal, Alberto Moleiro.

Laporan tersebut menyebut ada kemungkinan tawaran sekitar 50 juta euro untuk pemain berusia 23 tahun itu, yang kabarnya disukai Xabi Alonso. Namun, Moleiro dikabarkan belum tertarik melompat ke Premier League. Pemain kelahiran Tenerife itu disebut lebih menginginkan kemungkinan bergabung dengan Barcelona demi bertemu kembali dengan sahabatnya, Pedri. Barcelona sendiri belum menunjukkan kesediaan bergerak untuk Moleiro, sehingga sang pemain harus menentukan sikap bila tawaran Chelsea benar-benar datang.

Kemenangan atas Bournemouth membuat Chelsea naik ke peringkat kelima klasemen sementara Liga Inggris dengan 10 poin dari enam laga. Sebaliknya, kekalahan itu membuat Bournemouth tertahan di posisi 17 dengan tiga poin. Kombinasi kontribusi pemain berpengalaman seperti Henderson dan kehadiran nama baru semacam pep chavarría akan menjadi perhatian pada laga-laga berikutnya, terutama untuk melihat apakah dwigol teranyar Henderson merupakan sinyal kebangkitan produktivitasnya di usia senja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *