Bank INA Tawarkan Bunga Deposito hingga 8,5 Persen Lewat Promo 10.10

Bank INA Tawarkan Bunga Deposito hingga 8,5 Persen Lewat Promo 10.10
Bank INA Tawarkan Bunga Deposito hingga 8,5 Persen Lewat Promo 10.10

Cakrawala News – 13 Oktober 2026 | Berebut dana nasabah, bank digital tawarkan bunga deposito hingga 8,5 persen [titlebase] kembali menjadi sorotan industri perbankan nasional. Melalui layanan Binadigital, PT Bank Ina Perdana Tbk (Bank INA) menawarkan bunga deposito reguler hingga 7,88 persen per tahun dan bunga spesial mencapai 8,5 persen per tahun dalam program promo 10.10 yang berlangsung pada 10–28 Oktober 2026.

Penawaran tersebut disampaikan perseroan sebagai bagian dari strategi menghimpun dana pihak ketiga (DPK) melalui kanal digital. Nasabah dapat membuka deposito langsung melalui aplikasi Binadigital dengan setoran awal minimal Rp1 juta, tanpa perlu datang ke kantor cabang.

Fleksibilitas Tenor Jadi Daya Tarik

Selain bunga yang kompetitif, Binadigital menyediakan pilihan tenor deposito yang cukup fleksibel, mulai dari 14 hari hingga 360 hari atau satu tahun. Rentang tenor ini memberi ruang bagi nasabah yang ingin menempatkan dana dalam jangka pendek maupun panjang sesuai kebutuhan masing-masing.

Wakil Direktur Utama Bank INA, Yulius Purnama Junaedi, mengatakan penawaran spesial suku bunga deposito hingga 8,5 persen per tahun dalam rangka promo 10.10 merupakan wujud nyata komitmen perseroan dalam memfasilitasi masyarakat merencanakan keuangan jangka pendek maupun panjang dengan hasil yang maksimal.

“Melalui Binadigital, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi perbankan digital yang tidak hanya aman dan mudah diakses, tetapi juga memberikan nilai tambah yang optimal bagi nasabah,” ujar Yulius dalam keterangannya.

Aplikasi Binadigital sendiri dapat diunduh melalui Google PlayStore dan Apple App Store, sehingga nasabah dapat mengakses produk deposito kapan saja melalui perangkat masing-masing.

Bunga Tinggi, Pertimbangan Biaya Dana

Dalam industri perbankan, deposito merupakan salah satu instrumen penghimpunan dana pihak ketiga, selain tabungan dan giro. Dana tersebut menjadi bagian penting dari sumber pendanaan bank untuk menjalankan kegiatan intermediasi, termasuk menyalurkan kredit kepada masyarakat dan dunia usaha.

Karena itu, persaingan menawarkan bunga deposito menjadi salah satu cara bank menarik dana masyarakat. Bagi nasabah, bunga yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan pendapatan dari simpanan. Namun bagi bank, penghimpunan dana dengan biaya bunga yang tinggi juga perlu diperhitungkan terhadap pendapatan yang diperoleh dari penyaluran dana dan aktivitas bisnis lainnya.

Dengan kata lain, penawaran bunga deposito perlu dilihat dalam konteks strategi pendanaan masing-masing bank. Tingkat bunga bukan hanya berkaitan dengan daya tarik produk bagi nasabah, tetapi juga dengan pengelolaan biaya dana dan likuiditas perbankan.

Fenomena berebut dana nasabah, bank digital tawarkan bunga deposito hingga 8,5 persen [titlebase] menunjukkan bahwa kompetisi di segmen perbankan digital semakin ketat. Bank-bank digital berlomba menghadirkan layanan yang mudah diakses sekaligus menawarkan imbal hasil kompetitif untuk memikat nasabah.

Kepercayaan Tetap Jadi Faktor Utama

Meski bunga tinggi menjadi daya tarik, tingginya bunga yang ditawarkan tidak serta-merta menjadi satu-satunya penentu masyarakat dalam memilih bank. Kepercayaan terhadap lembaga keuangan, kemudahan transaksi, keamanan layanan, serta ketentuan pencairan dana juga menjadi pertimbangan dalam menempatkan simpanan.

Aspek keamanan menjadi perhatian penting, terutama karena layanan deposito kini banyak diakses melalui aplikasi digital. Nasabah perlu memastikan kanal yang digunakan resmi, memahami syarat dan ketentuan produk, serta mencermati jadwal jatuh tempo dan mekanisme pencairan dana.

Di sisi lain, penawaran bunga deposito yang menarik juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif merencanakan keuangan. Dengan membandingkan tenor, bunga, dan kebutuhan likuiditas, nasabah dapat menempatkan dana pada instrumen yang sesuai dengan profil dan tujuan keuangannya.

Bagi industri, persaingan bunga deposito menjadi cerminan dinamika penghimpunan dana di tengah kebutuhan bank untuk menjaga likuiditas dan menyalurkan kredit. Strategi pendanaan masing-masing bank akan menentukan sejauh mana penawaran bunga dapat berkelanjutan.

Ke depan, yang perlu dicermati adalah bagaimana bank digital menjaga keseimbangan antara menarik dana nasabah dan mengelola biaya dana secara sehat. Bagi nasabah, bunga tinggi sebaiknya tidak menjadi satu-satunya alasan, melainkan bagian dari pertimbangan menyeluruh terhadap keamanan, kemudahan, dan kebutuhan finansial pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *