Cakrawala News – 09 September 2026 | Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un kembali menunjukkan ambisinya dengan meresmikan kapal perang baru, Kang Kon, yang disebut-sebut sebagai bagian dari upaya membangun angkatan laut bersenjata nuklir. Langkah ini langsung dibaca sebagai gertakan terhadap musuh-musuhnya, terutama Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang yang tengah menggelar latihan militer gabungan. Korut gertak musuh lewat kapal nuklir menjadi sorotan utama setelah pernyataan tegas Kim Jong-un yang disiarkan media pemerintah, KCNA, pada Senin (7/9/2026).
Peresmian kapal perusak Kang Kon berlangsung di kota pelabuhan Wonsan pada Minggu (6/9/2026). Kapal ini sebelumnya sempat mengalami kecelakaan saat peluncuran pada Mei 2025, di mana sebagian kapal kandas dan terbalik. Meski demikian, Kim Jong-un tetap mengapresiasi kapal tersebut sebagai simbol kekuatan dan tekad bangsa.
Tekad Membangun Angkatan Laut Nuklir
Dalam sambutannya, Kim Jong-un menegaskan bahwa Korut harus memastikan pengoperasian sistem tempur nuklir yang beragam dan efektif untuk perang sesungguhnya melalui pengembangan angkatan laut menjadi kekuatan bersenjata nuklir. “Kita harus memastikan bahwa pengoperasian sistem tempur nuklir yang beragam dan efektif dilakukan untuk perang sesungguhnya melalui pengembangan angkatan laut kita menjadi kekuatan bersenjata nuklir,” kata Kim Jong-un seperti dikutip KCNA.
Kim juga menyebut kapal perusak generasi baru ini bukan hanya produk dari kemampuan ekonomi, pertahanan, dan ilmiah Korut, tetapi juga manifestasi dari kebanggaan, tekad, dan semangat pantang menyerah negara dalam membela hak-haknya. “Begitu diperintahkan kapan saja, kapal perusak generasi baru itu seharusnya memberikan pukulan balasan yang mematikan kepada musuh karena merupakan kekuatan yang terlibat dalam sistem penanggulangan nuklir negara,” tegasnya.
Konteks Latihan Militer Gabungan
Pernyataan Kim Jong-un muncul di tengah dimulainya latihan maritim gabungan yang melibatkan AS, Korsel, dan Jepang pada pekan ini. Latihan yang dibentuk pada 2023 ini disebut sebagai upaya untuk mencegah ancaman misil dan nuklir Pyongyang. Latihan tersebut diberi nama Freedom Edge dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat di perairan internasional di timur dan selatan Pulau Jeju, Korsel.
Menariknya, latihan ini tetap digelar meskipun Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengurangi skala latihan militer dengan Korsel. Trump diketahui berupaya membuka kembali diplomasi dengan Pyongyang terkait program nuklir Korut. Namun, Korut sejauh ini menunjukkan sedikit tanda akan merespons. Negara itu tetap meluncurkan rudal dan mengecam latihan militer yang diperkecil, persetujuan Washington atas penjualan senjata kepada Korsel, serta rencana pendanaan program untuk mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia di Korut.
Peran Kapal Kang Kon
Foto-foto yang dirilis KCNA menunjukkan Kim Jong-un didampingi istrinya, Ri Sol-ju, dan putrinya, Kim Ju-ae, yang dilaporkan telah ditunjuk sebagai penerus ayahnya. Kehadiran putrinya dalam acara militer penting ini semakin menguatkan sinyal suksesi.
Kapal Kang Kon merupakan salah satu dari dua kapal perang kelas 5.000 ton yang diluncurkan tahun lalu. Pada Juli lalu, Kim Jong-un sempat meninjau uji coba kapal tersebut, lebih dari setahun setelah kapal rusak saat peluncuran.
Menurut Lim Eul-chul, profesor di Universitas Kyungnam, penyebutan Kim Jong-un tentang angkatan laut bersenjata nuklir menunjukkan bahwa kapal-kapal tersebut dapat berfungsi sebagai platform peluncuran untuk misil jelajah taktis berkemampuan nuklir. “Dengan mengerahkan Kang Kon di Laut Timur, Pyongyang juga berupaya untuk menjaga agar latihan maritim gabungan dan pengerahan aset nuklir tetap siaga dan dalam jangkauan,” imbuh Lim.
Rencana Penguatan Angkatan Laut
Kim Jong-un juga mengungkapkan bahwa Korut sedang melaksanakan rencana penting untuk memperkuat angkatan lautnya yang akan diperlihatkan kepada dunia dalam delapan bulan mendatang. “Penempatan kapal baru ke Laut Timur akan mengirimkan sinyal yang jelas kepada musuh-musuh Korut dan Pyongyang akan mengungkap rencana besar untuk memperkuat angkatan laut kami,” ucap Kim Jong-un.
Lim menilai pernyataan tersebut bisa menjadi pertanda akan diluncurkannya aset strategis utama, seperti kapal selam baru yang mampu membawa misil balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM). Langkah ini tentu akan semakin meningkatkan ketegangan di kawasan dan menjadi perhatian dunia internasional.
Dengan segala perkembangan ini, Korut gertak musuh lewat kapal nuklir bukan sekadar retorika belaka, melainkan bagian dari strategi militer yang nyata. Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari Pyongyang, apakah akan benar-benar mewujudkan ambisinya tersebut atau sekadar menunjukkan kekuatan di tengah tekanan internasional.












