Cakrawala News – 15 Oktober 2026 | Kritik terbuka lisandro martínez terhadap jajaran petinggi Manchester United berbuntut panjang. Bek asal Argentina itu melontarkan kecaman keras seusai kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid pada matchday kedua Liga Champions, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB, dan kini menuai respons dari sejumlah pihak, termasuk legenda klub Roy Keane.
Dalam dua wawancara terpisah setelah pertandingan, Martinez menyoroti minimnya dukungan klub di bursa transfer. Ia secara khusus menyebut direktur sepak bola Jason Wilcox dan jajaran direksi karena dinilai tidak memberikan cukup sokongan kepada manajer Michael Carrick.
Pernyataan itu langsung memantik reaksi. United belum memberikan tanggapan resmi, tetapi beredar laporan bahwa Martinez berpotensi menghadapi sanksi internal dan masa depannya di Old Trafford menjadi tidak pasti.
Roy Keane: United Seperti Sirkus
Legenda Manchester United, Roy Keane, menilai keluarnya kritik publik dari seorang pemain mencerminkan kondisi klub yang sedang carut-marul. Berbicara dalam podcast The Overlap, ia menyebut United saat ini seperti sirkus.
“Sebagai cerminan klub, jelas ada kekacauan di sana, seperti sirkus,” ujar Keane, seperti dikutip dari pemberitaan media Inggris.
Keane tidak sepenuhnya menolak isi kritik Martinez. Menurutnya, penilaian bahwa United seharusnya mendatangkan lebih banyak bek memang ada benarnya. Namun, ia menegaskan hal itu tidak pantas disampaikan secara terbuka oleh seorang pemain.
“Apa yang dia katakan benar, mereka seharusnya mendatangkan lebih banyak bek. Namun, kamu tidak bisa mengatakan itu sebagai pemain,” kata Keane.
Ia menambahkan, pernyataan semacam itu secara efektif menyiratkan bahwa rekan-rekan setimnya tidak cukup baik. Keane juga menyoroti bahwa Martinez belum tampil dalam performa terbaiknya di tengah kesulitan tim.
“Masalah saya dengan pemain tertentu yang berbicara adalah kamu selalu harus mulai dari cermin sebelum melontarkan komentar seperti itu,” ujarnya.
Keane menilai persoalan ini kemungkinan tidak akan berujung pada perpecahan besar, tetapi ia mempertanyakan kepemimpinan di ruang ganti United. Menurutnya, tidak ada cukup figur senior yang mampu meredam situasi.
“Saya tidak melihatnya sebagai pemain senior di Manchester United. Saya melihatnya sebagai bek tengah yang banyak membuat kesalahan,” tutur Keane.
Klarifikasi: Marah dan Frustrasi
Sehari setelah kontroversi mencuat, Martinez menyampaikan klarifikasi melalui akun media sosialnya. Ia mengakui berbicara dalam kondisi marah dan frustrasi akibat kekalahan dari Atletico.
“Seusai pertandingan, saya berbicara dalam keadaan marah dan frustrasi karena kami tidak mendapatkan hasil yang kami semua inginkan,” tulis Martinez, seperti dikutip Sky Sports.
Pemain berusia 28 tahun itu menegaskan bahwa kritiknya lahir dari keinginan kuat melihat Manchester United kembali bersaing di level tertinggi. Ia juga menekankan bahwa kesuksesan klub merupakan tanggung jawab bersama, termasuk para pemain.
“Ketika bicara tentang ingin lebih, saya bicara soal ambisi yang harus kami semua miliki sebagai bagian dari klub ini. Untuk terus berkembang, menjadi lebih kuat, dan punya semua yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi,” ujarnya.
“Saya sadar kalau, yang paling utama, itu kami, para pemain, yang harus memberikan hasil, dan saya menempatkan diri saya di barisan terdepan dalam tanggung jawab itu.”
Meski demikian, klarifikasi tersebut tidak memuat permintaan maaf langsung kepada petinggi klub yang ia kritik. Hal ini membuat situasi di sekitar Old Trafford tetap memanas.
Ketegangan di ruang ganti turut terlihat ketika rekan setimnya, Amad Diallo, mengunggah pesan samar di media sosial yang berbunyi, “Benar-benar memalukan, saya tak bisa berkata-kata.”
Dampak ke Pemain Muda dan Rencana Transfer
Mantan bek Manchester United, Gary Neville, menyoroti dampak pernyataan Martinez terhadap pemain muda di lini belakang. Menurut Neville, Leny Yoro dan Ayden Heaven berpotensi merasa paling terpukul.
“Jika kamu Leny Yoro atau Ayden Heaven, dan kamu punya sedikit keraguan tentang menembus tim utama, kamu berpikir: bek tengah juara Piala Dunia saya bilang kami seharusnya mendatangkan lebih banyak pemain agar saya tidak bermain. Kamu benar-benar merasa gugup dan cemas,” kata Neville dalam podcast The Overlap.
Di sisi lain, situasi ini turut memengaruhi rencana transfer United. Sejumlah laporan menyebut Martinez berencana meninggalkan klub saat kontraknya berakhir di akhir musim, dan ia tidak ingin United mengaktifkan opsi perpanjangan satu tahun dalam kesepakatannya.
Manchester United dikabarkan kini mempercepat upaya mendatangkan bek tengah baru pada bursa transfer Januari. Salah satu nama yang masuk radar adalah bek Everton, Jarrad Branthwaite, dengan nilai yang disebut mencapai 80 juta poundsterling.
Konteksnya, United tengah melalui periode sulit. Mereka baru meraih satu kemenangan dari enam laga pembuka Premier League dan belum menang di lima pertandingan terakhir di semua kompetisi. Kekalahan dari Atletico membuat Setan Merah baru menang dua kali dan kalah empat kali dalam sembilan laga.
United dijadwalkan menghadapi Leeds United pada akhir pekan ini, laga yang bisa menjadi ujian berat bagi stabilitas tim di tengah gejolak yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.












