Gasperini Sesali Roma Gagal Bendung Set Piece Real Madrid, Tersinggung Komentar Mourinho

Gasperini Sesali Roma Gagal Bendung Set Piece Real Madrid, Tersinggung Komentar Mourinho
Gasperini Sesali Roma Gagal Bendung Set Piece Real Madrid, Tersinggung Komentar Mourinho

Cakrawala News – 17 Oktober 2026 | Kekecewaan mendalam menyelimuti AS Roma setelah gagal mempertahankan keunggulan atas Real Madrid di Stadio Olimpico. Dalam laga yang berlangsung dramatis, Giallorossi harus merelakan kemenangan setelah kebobolan tiga gol dari situasi sepak pojok pada menit-menit akhir. Pelatih Gian Piero Gasperini pun menyesali kegagalan Roma membendung set piece Real Madrid, sekaligus tersinggung dengan komentar Jose Mourinho seusai pertandingan.

Roma sejatinya tampil impresif dan sempat unggul 3-1 lewat gol Marten de Roon serta dua gol Donyell Malen. Namun keunggulan itu runtuh dalam rentang menit ke-83 hingga ke-90. Carlos Espi, Endrick, dan mantan bek Roma, Antonio Rudiger, mencetak gol melalui situasi sepak pojok dengan pola serangan yang hampir identik.

Ketenangan yang Hilang di Menit Akhir

Gasperini menilai para pemainnya kehilangan ketenangan ketika harus menghadapi tekanan Madrid pada fase akhir pertandingan. Menurutnya, Roma sebenarnya mampu membuat Real Madrid kesulitan mengembangkan permainan, tetapi justru lumpuh saat menghadapi bola mati.

“Mereka juga mengambil tendangan sudut di babak pertama, tetapi di menit-menit terakhir seolah-olah kami lumpuh karena takut saat menghadapi tendangan sudut tersebut, mereka mencetak gol terlalu mudah,” kata Gasperini kepada Sky Sport Italia dan Amazon Prime Video Italia.

Pelatih asal Italia itu menegaskan penyesalannya karena permainan yang telah dibangun timnya seharusnya tidak berakhir dengan cara seperti itu. “Ada penyesalan yang mendalam, karena permainan yang dimainkan seperti itu seharusnya tidak berakhir dengan epilog tersebut,” ujarnya.

Tersinggung Komentar Mourinho

Kekecewaan Gasperini semakin besar setelah Jose Mourinho memberikan komentar mengenai kondisi Roma pada akhir pertandingan. Ia tidak sependapat dengan penilaian tersebut dan justru menilai Madrid yang terlihat kehabisan tenaga. Perbedaan pandangan ini menambah dimensi drama pada laga yang sudah berjalan sengit.

Bagi Roma, hasil ini menjadi pukulan karena mereka telah memberikan perlawanan kuat sepanjang pertandingan. Kegagalan mengantisipasi sepak pojok di fase krusial menjadi sorotan utama, terutama karena tiga gol Madrid tercipta dengan cara yang nyaris serupa.

Dampak bagi Madrid dan Sorotan Lain

Kemenangan dramatis 4-3 atas Roma turut mewarnai dinamika di kubu Real Madrid. Dalam konteks yang lebih luas, Los Blancos juga tengah menghadapi persoalan disiplin pemain. Vinicius Junior dijatuhi hukuman larangan bermain empat pertandingan setelah menerima kartu merah dalam kemenangan atas Villarreal di La Liga.

Komite disiplin federasi sepak bola Spanyol mengumumkan hukuman tersebut. Vinicius menerima larangan dua pertandingan karena perilaku kekerasan setelah menarik rambut Nathan Saliba, ditambah dua pertandingan akibat reaksinya terhadap keputusan wasit. Hukuman ini membuatnya absen di sejumlah laga domestik, termasuk El Clasico melawan Barcelona di Camp Nou pada 25 Oktober.

Vinicius menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar melalui media sosial, meski tetap mempertanyakan keputusan wasit dan hukuman yang dijatuhkan. Ia juga menyuarakan ketidakpuasannya terhadap waktu pengumuman skorsing. “Mereka punya waktu seharian untuk mengumumkan skorsing, namun begitu kami tiba di stadion, saya diberitahu bahwa saya absen selama empat pertandingan liga,” katanya.

Bagi Gasperini, persoalan utama tetap pada kegagalan Roma membendung set piece Real Madrid. Ia menilai timnya sudah tampil berani, tetapi ketenangan di momen-momen penentuan menjadi pembeda. Insiden ini menjadi pelajaran penting bagi Giallorossi untuk memperbaiki pertahanan bola mati ke depan.

Ke depan, Roma perlu segera bangkit agar kekecewaan tidak berdampak pada performa berikutnya. Sementara itu, perdebatan soal komentar Mourinho dan konsistensi pertahanan set piece akan terus menjadi sorotan publik sepak bola Italia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *