Cakrawala News – 17 Oktober 2026 | Penyerang AS Monaco, Ansu Fati, mengungkapkan peran besar Paul Pogba dalam proses adaptasinya di klub tersebut. Fati menyebut gelandang asal Prancis itu telah menjadi sosok seperti kakak laki-laki bagi dirinya, terutama saat ia berusaha membangun kembali karier setelah meninggalkan Barcelona.
Pernyataan itu disampaikan Fati kepada wartawan pada Sabtu, sebagaimana dikutip Maxifoot. Menurut pemain berusia 23 tahun tersebut, kehadiran Pogba sangat membantu karena gelandang berpengalaman itu fasih berbahasa Spanyol sehingga komunikasi di dalam dan di luar lapangan menjadi jauh lebih mudah.
“Dia sudah seperti kakak bagi saya,” kata Fati. “Tahun lalu, khususnya, dia sangat membantu saya. Dia berbicara bahasa Spanyol dengan sangat baik, jadi semuanya jauh lebih mudah.”
Fati dan Pogba sempat menjadi rekan setim di AS Monaco sepanjang musim 2025-26. Keduanya membangun kedekatan sebelum Pogba meninggalkan klub pada Agustus. Meski sudah tidak lagi satu tim, hubungan mereka tetap erat dan keduanya masih menyempatkan diri bertemu serta berbincang setiap ada kesempatan.
“Kami kembali bertemu pada Jumat. Setiap ada kesempatan, kami berusaha mengobrol dan menghabiskan waktu bersama. Kami banyak berbicara tentang sepakbola, tetapi juga tentang kehidupan secara umum,” ujar Fati.
Adaptasi yang Menantang di Ligue 1
Fati tiba di AS Monaco dengan misi menghidupkan kembali kariernya setelah menempuh perjalanan panjang di Barcelona. Kepindahan ke Ligue 1 membawa tantangan tersendiri, mulai dari perbedaan gaya bermain hingga kebutuhan beradaptasi dengan lingkungan baru. Dalam situasi seperti itu, sosok senior yang menguasai bahasanya menjadi penopang yang berarti.
Sejauh ini, Fati baru tampil sekali di Ligue 1 musim ini. Ia masih berupaya menemukan ritme permainan dan kembali masuk dalam rotasi reguler tim asuhan pelatih Filipe Luis. Meski demikian, kontribusinya di pentas Eropa tidak bisa diabaikan.
Fati berperan menentukan saat AS Monaco menang 2-1 atas CSKA Sofia pada laga pembuka Liga Konferensi Eropa di Sofia, Kamis malam. Dalam pertandingan itu, Paris Brunner membuka keunggulan pada menit ketiga, lalu Fati mencetak gol kedua pada menit ke-43 setelah menerima umpan dari Brunner.
Pujian untuk Filipe Luis dan Solidaritas Tim
Kemenangan di Sofia turut mendapat sorotan dari mantan bek internasional Prancis, Alain Roche, yang menjadi konsultan untuk Canal+, pemegang hak siar pertandingan tersebut. Roche menilai AS Monaco menunjukkan solidaritas tinggi meski harus bermain dalam kondisi sulit.
Menurut Roche, pelatih Filipe Luis melakukan banyak perubahan pada susunan pemain, termasuk menurunkan pemain yang lama absen seperti Takumi Minamino dan Mohammed Salisu, serta memasang duet bek tengah baru. Ia menilai para pemain tampil maksimal dan mencetak gol pada momen-momen ideal.
Roche juga menyoroti peran Fati, yang menurutnya sempat kesulitan menemukan posisi pada awal pertandingan. Namun, penyerang timnas Spanyol itu meningkat pada akhir babak pertama, lebih banyak terlibat di lini tengah, dan membantu tim menguasai bola.
“Saya akui di posisinya saya lebih memilih Golovin,” ujar Roche, seraya menyebut Fati belum mampu tampil konsisten dari laga ke laga.
Di sisi lain, Roche memuji ketenangan yang ditunjukkan Filipe Luis sejak menangani AS Monaco. Ia menilai pelatih asal Brasil itu memiliki banyak hal untuk dibuktikan, tetapi telah memperbaiki soliditas kolektif tim, termasuk mengembalikan kepercayaan diri Eric Dier yang berduet baik dengan Salisu.
Roche juga menyebut AS Monaco masih belum terkalahkan musim ini setelah sembilan pertandingan. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi dan mempertahankan pemain kunci ketika bursa transfer musim dingin dibuka.
Bagi Fati, dukungan seperti yang diberikan Pogba menjadi modal penting untuk melewati masa adaptasi. Dengan jadwal padat di Ligue 1 dan Liga Konferensi Eropa, kesempatan untuk kembali tampil reguler dan membuktikan kualitasnya masih terbuka lebar di AS Monaco.












