Cakrawala News – 18 Oktober 2026 | JAKARTA – Sederet artis dan influencer keluhkan akun medsos kena shadow ban setelah viralkan soal karhutla yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Keluhan itu mencuat setelah unggahan mereka soal kebakaran hutan dan lahan dinilai tidak lagi menjangkau audiens seperti biasanya. Mulai dari penurunan drastis jumlah penonton hingga akun yang disebut sulit diakses menjadi sorotan warganet.
Istilah shadow ban sendiri merujuk pada dugaan pembatasan jangkauan atau visibilitas konten oleh platform media sosial tanpa pemberitahuan yang jelas kepada pemilik akun. Dugaan ini mencuat setelah sejumlah pengguna media sosial mengaku mengalami penurunan jangkauan konten setelah membagikan informasi mengenai karhutla.
Meski demikian, penurunan jumlah penonton maupun pembatasan akun tidak dengan sendirinya membuktikan adanya shadow ban atau memastikan bahwa hal tersebut berkaitan dengan unggahan mengenai karhutla. Ada berbagai faktor yang bisa memengaruhi jangkauan konten di media sosial.
Keluhan Tasya Farasya hingga Andien
Selebgram Tasya Farasya menjadi salah satu figur publik yang menyoroti penurunan jumlah penonton Instagram Story miliknya. Ia membagikan perbandingan jumlah penonton sebelum dan setelah mengunggah konten mengenai karhutla melalui Threads.
Dalam perbandingan yang diunggahnya, jumlah penonton yang biasanya mencapai lebih dari satu juta disebut turun drastis hingga sekitar 85 ribu setelah ia menyuarakan persoalan kebakaran hutan. “Stories aku biasanya VS story aku saat speak up,” tulisnya menyertai dua gambar pembanding, dikutip Minggu (18/10/2026).
Tasya juga menyampaikan kecurigaannya bahwa pembatasan itu berkaitan dengan aktivitasnya menyuarakan isu karhutla. “Oh gitu caranya mainnya. Shadowbanned ya kalau speak up,” kata Tasya dalam unggahannya.
Sebelumnya, Tasya mengumumkan tengah mempersiapkan posko bantuan berupa ruang aman asap bagi masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan Tengah. Posko tersebut rencananya mulai aktif pada 23 Oktober 2026.
Penyanyi Andien juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai jangkauan akun Instagram yang disebut mengalami penurunan. Ia menduga perubahan tersebut terjadi setelah berulang kali membagikan ulang informasi mengenai karhutla.
Keluhan itu disampaikan ketika Andien hendak mempromosikan video klip terbarunya, tetapi mendapati jumlah penonton yang menurutnya tidak seperti biasanya. “Kayaknya kena shadow ban di ig karena repost2 karhutla tiada henti. Mau promoin video klim baru tapi viewersnya drop,” keluhnya.
Kritik Vicky Prasetyo untuk Figur Publik yang Diam
Di tengah ramainya keluhan soal shadow ban, artis Vicky Prasetyo justru melontarkan kritik kepada rekan sesama artis dan influencer yang dinilainya memilih bungkam soal karhutla. Kritik itu disampaikan melalui akun Instagram-nya.
Vicky menyentil para pemilik akun centang biru yang disebut sangat responsif terhadap isu remeh-temeh, namun mendadak diam saat bencana terjadi. “Mana suara kalian teman-teman artis, influencer, akun-akun media centang biru dengan jutaan pengikut? Giliran tren joget viral, isu selingkuh artis, atau pamer gaya hidup mewah, jari kalian paling lincah bikin konten. Tapi giliran hutan dibakar sampai langitnya menguning, kenapa bibir kalian mendadak kelu dan akun kalian membisu?” semprot Vicky.
Ia juga mengingatkan bahwa mereka yang berada di lokasi bencana bukan sekadar angka statistik. “Buka mata kalian! Di sana bayi-bayi dan lansia sedang bertaruh nyawa, tenggorokannya terbakar dan paru-parunya diracuni meski bernapas di rumah sendiri,” lanjutnya.
Kritik Vicky menambah warna di tengah perdebatan soal respons figur publik terhadap bencana. Sejumlah nama seperti Gading Marten disebut tetap menggunakan media sosial untuk menyuarakan darurat asap.
Dampak Karhutla yang Meluas
Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan dan Sumatra sepanjang 2026 terus menjadi perhatian publik. Kabut asap tebal mengganggu kesehatan warga, memicu kasus ISPA, mengancam satwa, dan merembet ke negara tetangga.
Menurut laporan yang beredar, asap karhutla bahkan menyeberang ke Malaysia dan Singapura. Dampaknya tak lagi sekadar merusak ekosistem, tetapi telah menjadi krisis kemanusiaan dengan korban jiwa dari kalangan bayi dan lansia.
Kondisi itu membuat sejumlah artis, influencer, dan publik figur ikut bersuara lewat media sosial, mendesak penanganan lebih serius, menggalang donasi, hingga turun langsung ke lapangan. Namun, tidak semua respons publik positif. Beberapa di antara mereka sebaliknya menghadapi hate, tuduhan bermotif politik, hingga dugaan shadow ban.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak platform media sosial mengenai dugaan pembatasan tersebut. Publik pun diimbau membedakan dengan jelas antara fakta, klaim, dan dugaan saat membahas isu ini.
Perkembangan soal dugaan shadow ban ini menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi di ruang digital masih menyisakan persoalan. Sederet artis dan influencer keluhkan akun medsos kena shadow ban setelah viralkan soal karhutla, dan hal itu perlu ditelusuri lebih lanjut agar tidak menjadi spekulasi tanpa dasar.
Ke depan, perhatian publik diharapkan tetap tertuju pada penanganan karhutla dan nasib warga terdampak, bukan hanya pada dinamika di media sosial. Transparansi platform dalam menjelaskan kebijakan moderasi konten juga menjadi hal yang dinantikan.












