Cakrawala News – 22 Oktober 2026 | Erik Ten Hag bongkar borok Cristiano Ronaldo saat di MU, mengungkap persoalan kebugaran dan kedisiplinan latihan yang selama ini jarang terungkap ke publik. Dalam wawancara dengan The Athletic yang dipublikasikan Rabu (21/10/2026), mantan pelatih Manchester United itu menyebut sang megabintang Portugal tidak mempersiapkan diri dengan baik selama setengah musim mereka bekerja sama pada 2022. Pengakuan ini menjadi versi Ten Hag atas salah satu konflik terbesar sepanjang masa kepelatihannya di Old Trafford.
Menurut Ten Hag, persoalan utama bukanlah tuntutan taktik pressing seperti yang selama ini dituduhkan sejumlah pengamat. Ia menegaskan Ronaldo tidak berlari, baik ketika tim menguasai bola maupun tidak. Alasan yang ia sebut adalah karena pemain berusia 41 tahun itu tidak mempersiapkan dirinya dengan baik.
“Dia mengecewakan tim dan juga mengecewakan saya, karena kami telah menyusun rencana dengannya,” kata Ten Hag kepada The Athletic.
Insiden Latihan Lari Usai Kekalahan dari Brentford
Ten Hag secara spesifik menyinggung satu momen yang menurutnya menjadi cermin masalah tersebut. Setelah Manchester United kalah 0-4 dari Brentford pada awal masa kepelatihannya, Ronaldo disebut menolak menyelesaikan latihan lari secara penuh. Kekalahan itu terjadi pada periode awal Ten Hag menangani Setan Merah.
Ten Hag mengaku telah berkali-kali mengonfrontasi Ronaldo soal hal ini. Ia mengingatkan bahwa seluruh staf dan rekan setim ingin bekerja untuk membawa Ronaldo ke posisi yang tepat di lapangan.
“Saya mengkonfrontasi dia soal ini. Berkali-kali saya bilang, ‘Ronnie, semua orang ingin bekerja dengan kamu demi membawamu ke posisi yang tepat. Tetapi jika kamu tidak bisa membawa dirimu sendiri ke dalam kotak, kami tidak bisa mencetak gol,’” ujar Ten Hag.
Ia juga membantah anggapan bahwa dirinya menuntut Ronaldo melakukan pressing hingga kelelahan. Menurut Ten Hag, pemikiran yang diarahkan kepadanya itu keliru. Persoalan sesungguhnya, kata dia, terletak pada kesiapan fisik dan kemampuan menempatkan diri di posisi yang tepat untuk mencetak gol.
Kronologi Retaknya Hubungan
Hubungan Ten Hag dan Ronaldo memang memburuk menjelang akhir 2022. Puncaknya terjadi pada Oktober 2022 ketika Ronaldo menolak masuk sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 2-0 Manchester United atas Tottenham Hotspur. Ten Hag kemudian mencoretnya dari skuad saat menghadapi Chelsea, dan Ronaldo sempat menjalani latihan terpisah dari tim utama.
Situasi semakin memanas setelah Ronaldo melakukan wawancara kontroversial bersama Piers Morgan. Dalam wawancara itu, ia mengaku merasa dikhianati klub dan secara terbuka menyatakan tidak menghormati Ten Hag. Pada akhir 2022, kontrak Ronaldo dan MU diselesaikan, dan sang megabintang hengkang ke Arab Saudi untuk bergabung dengan Al Nassr hingga saat ini.
Dari sisi statistik, periode kedua Ronaldo bersama MU di bawah Ten Hag memang jauh dari harapan. Pada musim 2022/2023, ia hanya mencetak satu gol dari 10 penampilan Liga Inggris sebelum meninggalkan klub pada November 2022. Padahal, Ronaldo pernah meraih tiga gelar Liga Inggris bersama United di bawah asuhan Sir Alex Ferguson sebelum pindah ke Real Madrid pada 2009, lalu kembali ke Manchester pada 2021.
Rekam Jejak Ten Hag di Old Trafford
Ten Hag ditunjuk sebagai pelatih Manchester United pada Mei 2022 dan membawa tim finis di peringkat ketiga Liga Inggris pada musim pertamanya. Selama dua setengah tahun di Old Trafford, ia mempersembahkan gelar Piala Liga Inggris dan Piala FA. Namun, ia kemudian dipecat pada Oktober 2024. Kini, Ten Hag disebut menjabat sebagai direktur teknik FC Twente.
Pengakuan terbaru ini melengkapi versi Ten Hag atas perseteruan yang selama ini lebih banyak dikenang dari sudut pandang Ronaldo. Ten Hag menilai Ronaldo tak mampu menempatkan dirinya di posisi yang tepat untuk mencetak gol, meski staf pelatih telah menyusun rencana untuk memaksimalkan kemampuannya.
Bagi publik sepak bola, pernyataan Erik Ten Hag bongkar borok Cristiano Ronaldo saat di MU ini menegaskan bahwa konflik keduanya bukan sekadar soal taktik pressing. Isu kebugaran, kedisiplinan latihan, dan kesiapan menjalankan instruksi tim menjadi inti persoalan menurut sang pelatih. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari kubu Ronaldo mengenai pengakuan tersebut, sehingga keterangan Ten Hag masih menjadi satu sisi dari kisah yang pernah mengguncang Old Trafford.












