Cakrawala News – 23 Oktober 2026 | Peserta Jakarta Running Festival atau jrf 2026 mendapat fasilitas tarif gratis untuk sejumlah layanan transportasi publik di Jakarta. Kebijakan itu berlaku selama gelaran acara pada 22-25 Oktober 2026, mencakup MRT, TransJakarta, Transjabodetabek, dan LRT Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan fasilitas ini untuk mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat sekaligus menyukseskan acara yang berpusat di kawasan Istora Senayan dan sekitarnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan penggratisan tersebut hanya berlaku bagi pelari yang mengenakan identitas resmi lomba, yakni BIB dan jersey maraton. Menurutnya, perlakuan yang sama berlaku pada hari pertama maupun hari kedua acara. Ia menyampaikan ketetapan itu dalam Press Conference Jakarta Running Festival 2026 di Balai Agung, Balaikota, Rabu (30/9), yang turut dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin.
“Untuk penggratisan ini hanya berlaku bagi peserta yang memakai BIB dan jersey-nya. Hari pertama maupun kedua diperlakukan sama. Itu berlaku untuk seluruh transportasi yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta, berlaku Rp0,” jelas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dikutip dari pusat.jakarta.go.id.
Kebijakan ini diharapkan mempermudah akses peserta menuju lokasi acara. Dengan tarif nol rupiah, para pelari tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk berpindah dari titik kedatangan ke kawasan Senayan, baik menggunakan kereta berbasis rel maupun bus.
CFD di Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said Ditiadakan
Konsekuensi lain dari jrf 2026 adalah peniadaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) pada Minggu, 25 Oktober 2026. Dinas Perhubungan Jakarta meniadakan CFD di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin dan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, karena kegiatan internasional tersebut membutuhkan pengaturan lalu lintas dan pengamanan khusus.
Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan, keputusan itu mengacu pada Pasal 5 ayat (1) Peraturan Gubernur Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Aturan tersebut memungkinkan pembatalan HBKB apabila pada waktu bersamaan berlangsung kegiatan khusus, nasional, atau internasional yang memerlukan pengaturan lalu lintas dan pengamanan khusus.
“Sehubungan dengan adanya kegiatan internasional pada Minggu 25 Oktober 2026, HBKB di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin dan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan ditiadakan,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).
Masyarakat yang biasa berolahraga atau beraktivitas di kawasan tersebut saat CFD diminta menyesuaikan rencana kegiatan pada akhir pekan. Peniadaan ini mencakup dua ruas utama, yakni Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin dan Jalan HR Rasuna Said.
37 Ribu Pelari dari 48 Negara
JRF 2026 digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 24-25 Oktober 2026. Ajang ini mempertemukan lebih dari 37.000 pelari dari 48 negara serta melibatkan lebih dari 500 komunitas lari. Skala acara yang besar inilah yang membuat pemerintah daerah menyiapkan dukungan transportasi dan rekayasa lalu lintas.
Selain sebagai kompetisi, festival lari ini menghadirkan berbagai fasilitas pendukung bagi peserta. TACO bersama ActiveLab menghadirkan wellness center sebagai ruang istirahat, pemulihan, hingga aktivitas yoga di sela rangkaian acara. Chief Marketing Officer TACO Anastasia Tirtabudi menyatakan keterlibatan perusahaan diwujudkan melalui penyediaan ruang yang dapat dinikmati langsung oleh pengunjung, khususnya pelari setelah berolahraga.
Dalam pembangunan area wellness center ActiveLab, TACO menggunakan sejumlah material, mulai dari Aluminium Composite Panel (ACP) untuk area luar ruang dengan tampilan warna-warni, hingga laminasi dan SPC flooring untuk menunjang kenyamanan ruang pemulihan. Co-Founder ActiveLab Dolly Lesmana menyebut kolaborasi ini merupakan kelanjutan kerja sama kedua pihak dalam menghadirkan pengalaman wellness terintegrasi di kawasan GBK.
Panggung Kembalinya Febby Rastanty
JRF 2026 juga menjadi momen spesial bagi aktris Febby Rastanty. Setelah menuntaskan tujuh seri World Marathon Majors atau Seven Stars, ia kembali berlaga di lintasan lari tanah air. Perjalanannya dimulai dari maraton pertama di Tokyo, Jepang, pada 2023, lalu meraih gelar Six-Star Finisher di New York pada usia 29 tahun, sebelum mengunci bintang ketujuh di Sydney pada 2026.
Di tengah kesibukan sebagai figur publik, Febby mengaku harus membagi waktu antara jadwal syuting, latihan fisik, dan pemulihan tubuh. Keterbatasan waktu latihan membuatnya belajar lebih adaptif menata pace serta mengelola ekspektasi. Baginya, berlari bukan sekadar mengejar target waktu.
“Seven Stars menjadi salah satu pencapaian yang sangat berarti bagi saya. Tetapi perjalanan menuju ke sana mengajarkan bahwa berlari bukan hanya tentang mengejar target. Lari memberi saya ruang untuk diri sendiri, menjernihkan pikiran, dan menikmati proses,” kata Febby saat ditemui di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Febby dijadwalkan berlari bersama HOKA Squad yang diperkuat Wahyu Setiawan, Betmen Manurung, dan Hendra Siswanto. Marketing Lead HOKA Indonesia Lucky Bagus menilai kegigihan Febby dalam merawat konsistensi dan menikmati setiap perjalanan lari selaras dengan filosofi merek tersebut. Menurutnya, kisah dan pencapaian Febby diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat yang ingin mulai berlari maupun kembali menekuni olahraga ini.
Dengan kombinasi transportasi publik gratis, penyesuaian rekayasa lalu lintas, dan berbagai fasilitas pendukung di lokasi, jrf 2026 menjadi salah satu agenda olahraga terbesar di Jakarta pada akhir Oktober. Bagi peserta, memastikan BIB dan jersey dikenakan selama perjalanan menjadi syarat utama agar bisa menikmati tarif Rp0. Sementara bagi warga yang tidak terlibat acara, penyesuaian rute dan jadwal aktivitas pada 25 Oktober perlu diperhatikan agar tidak terganggu peniadaan CFD dan pengalihan lalu lintas di kawasan Senayan.










