Cakrawala News – 21 Oktober 2026 | Prestasi di dunia olahraga kerap datang dari jalan yang tak terduga, dan kisah Ramiro Núñez menjadi salah satunya. Pebola voli asal Argentina ini menorehkan catatan gemilang dengan menjuarai liga Argentina? Bukan, melainkan kompetisi di Israel, tepatnya bersama Hapoel Mate-Asher, di tengah situasi keamanan yang jauh dari kata normal. Jika biasanya sorotan pada liga Argentina jatuh pada sepak bola, kali ini nama Núñez justru mencuat karena perjalanan kariernya di negeri yang dilanda konflik bersenjata.
Núñez meraih gelar ganda, yakni juara Liga dan Piala Israel, bersama Hapoel Mate-Asher. Capaian itu terasa istimewa karena ia harus menjalani musim dengan rutinitas yang penuh ketegangan: sirene alarm, pertandingan yang dihentikan, hingga kewajiban berlari ke tempat perlindungan.
Meski demikian, ia memilih bertahan. Setelah musim penuh gelar itu, Núñez resmi bergabung dengan Maccabi Tel Aviv untuk menghadapi musim 2026/27. Keputusan itu sekaligus menutup era dominasi Maccabi yang sempat berlangsung selama enam tahun, klub yang kini justru menjadi rumah barunya.
Dari Pérez, Santa Fe, ke Panggung Israel
Lahir di Pérez, Santa Fe, Núñez memulai perjalanan olahraganya dari Sonder. Ia memilih voli lantaran jadwal sekolah membuatnya sulit menekuni sepak bola. Pilihan itu membuahkan hasil. Perkembangannya terbilang cepat hingga ia memperkuat tim nasional Argentina di berbagai kelompok usia, termasuk tampil di Juegos Olímpicos de la Juventud Singapur 2010 serta kompetisi Amerika Selatan dan kategori Sub-23.
Setelah sempat membela Lomas Vóley dan Obras de San Juan, sang penerima bola itu menemukan kesinambungan karier di Israel. Ia sempat memperkuat MS Eilabun dan Hapoel Kiryat Ata sebelum berseragam Hapoel Mate-Asher. Bersama klub terakhir inilah ia mencatat tiga final Liga dan dua final Piala, sebelum akhirnya menuntaskan musim 2026 dengan dua trofi sekaligus.
Namun, kehidupan di luar lapangan jauh dari ketenangan. Dalam wawancara dengan La Capital, Núñez mengisahkan bagaimana alarm pertama benar-benar mengejutkannya dan ia harus cepat belajar bertindak. Pada satu kesempatan, saat sedang dalam perjalanan menuju pertandingan, peringatan darurat memaksanya turun dari kendaraan dan berlindung dengan tubuh menempel ke tanah.
“Saya harus berbaring di jalan,” ujarnya kepada Ovación, kanal olahraga harian La Capital yang berbasis di Rosario.
Ia mengakui pengalaman itu membuatnya syok, tetapi ia dituntut untuk beradaptasi. “Itu mengejutkan, tetapi saya harus menyesuaikan diri,” kata Núñez.
Kompetisi yang Berubah karena Konflik
Perang tidak hanya mengubah kehidupan sehari-hari, tetapi juga jalannya kompetisi. Menurut penuturan Núñez, sejumlah pemain asing memilih meninggalkan Israel. Ada pula pertandingan yang digelar tanpa penonton, jadwal yang ditunda, serta perjalanan tim yang sangat bergantung pada situasi keamanan.
“Perjalanan dilakukan sambil berdoa agar tidak terjadi apa-apa,” ujar pevoli kelahiran Santa Fe itu, seperti dikutip dari wawancaranya.
Tekanan sebesar itu, lanjutnya, jelas berdampak pada performa. Menurut Núñez, mustahil bagi seorang atlet untuk menjaga fokus sepenuhnya pada pertandingan ketika situasi di sekitarnya tidak menentu. Meski demikian, ia memilih melanjutkan karier di Israel alih-alih pulang ke Argentina.
Selain tetap bermain, Núñez mulai menyiapkan langkah berikutnya dengan menempuh persiapan untuk menjadi pelatih ketika tiba waktunya pensiun. Kepindahannya ke Maccabi Tel Aviv pun membuka babak baru bagi sang juara, yang masih memburu gelar-gelar lain sambil menjalani rutinitas yang bisa kapan saja terganggu sirene, memaksanya meninggalkan lapangan, mencari perlindungan, atau kembali berbaring di tanah.
Kisah Núñez menunjukkan bahwa di balik sebuah gelar juara, ada perjuangan yang jauh melampaui latihan dan strategi. Bagi publik Tanah Air, perjalanan pevoli Argentina ini menjadi cermin bagaimana atlet bertahan di tengah kondisi ekstrem. Ke depan, yang perlu dicermati adalah bagaimana ia beradaptasi di Maccabi Tel Aviv sekaligus menghadapi realitas keamanan yang masih belum pasti.












