BYU Kehilangan Rekor Sempurna Usai Kalah Dramatis dari UCF di Overtime Ganda

BYU Kehilangan Rekor Sempurna Usai Kalah Dramatis dari UCF di Overtime Ganda
BYU Kehilangan Rekor Sempurna Usai Kalah Dramatis dari UCF di Overtime Ganda

Cakrawala News – 25 Oktober 2026 | Tim BYU akhirnya harus merelakan rekor tak terkalahkan mereka setelah tumbang 31-39 dari UCF dalam pertandingan yang berlangsung hingga overtime ganda di Orlando, Sabtu (24/10/2026). Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Cougars yang baru saja menikmati momentum besar usai mengalahkan Notre Dame, tim peringkat dua nasional, pada pekan sebelumnya.

BYU datang ke laga ini dengan status tim peringkat dua nasional, posisi yang mereka raih berkat kemenangan kontroversial atas Fighting Irish di Provo. Namun, alih-alih memperpanjang catatan tanpa kekalahan, pasukan asuhan pelatih kepala Kalani Sitake harus meninggalkan lapangan dengan kekalahan pertama musim ini.

Akhir Regulasi yang Penuh Kontroversi

Pertandingan sebenarnya tidak seharusnya berlanjut ke babak tambahan. Pada akhir kuarter keempat, dengan skor imbang 24-24 dan waktu tersisa 11 detik, UCF mendapat kesempatan melakukan field goal penentu kemenangan pada down ketiga. Tendangan tersebut berhasil diblok, tetapi penendang Will Stone memulihkan bola dan dijatuhkan saat tersisa dua detik di papan skor.

Secara teori, UCF masih memiliki satu down lagi untuk mencoba tendangan. Namun, helm Stone terlepas dalam situasi tersebut dan wasit memutuskan tidak ada pelanggaran facemask, sehingga diberlakukan aturan pengurangan waktu 10 detik (10-second runoff). Akibatnya, babak kedua berakhir dan UCF kehilangan kesempatan untuk mencoba tendangan berikutnya.

Keputusan ini memicu kebingungan di lapangan. Kedua pelatih kepala mendatangi kru wasit Big 12 untuk meminta penjelasan, disertai tinjauan video. Meski transparansi komunikasi antara wasit di lapangan dan markas konferensi terdengar jelas, protokol yang seharusnya diterapkan tetap sulit dipahami.

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ahli Aturan

Pakar aturan dari FOX, Mike Pereira, menyatakan setuju dengan keputusan yang diambil saat itu. Namun, rekannya dari NBC, Terry McAulay, memberikan bantahan melalui platform X dengan membawa dasar aturan yang berlaku.

McAulay menilai UCF seharusnya tetap diberi kesempatan melakukan field goal pada down keempat. Alasannya, Stone berhasil memulihkan bola dan terlepasnya helm bukan satu-satunya penyebab jam pertandingan berhenti. Perbedaan tafsir ini menambah lapisan kontroversi pada laga yang sejak awal sudah berjalan penuh drama.

Kesalahan wasit Big 12 berpusat pada situasi helm Stone yang terlepas di tengah permainan. Karena tidak ada pelanggaran yang dianggap terjadi, aturan pengurangan waktu 10 detik otomatis berlaku lantaran jam berhenti setelah bola hasil blok tendangan dipulihkan.

UCF Rayakan Kemenangan dengan Sindiran

Di sisi lain, UCF merayakan salah satu kemenangan terbesar mereka musim ini. Akun resmi UCF Football di X mengunggah pesan bernada sindiran yang langsung menarik perhatian publik: “BEAT THE NUMBER TWO OUT OF BYU.” Ungkapan tersebut menjadi sindiran cerdas terhadap status peringkat dua nasional yang disandang Cougars.

Bagi UCF, hasil ini menjadi jawaban atas keraguan mengenai kemampuan mereka menuntaskan pertandingan melawan lawan kuat. Menaklukkan tim peringkat dua dalam pertarungan hingga overtime ganda memberi modal berharga bagi Knights untuk sisa musim.

Sementara itu, kekalahan ini menambah ketidakpastian bagi peluang BYU di persaingan College Football Playoff. Kemenangan atas Notre Dame sebelumnya sempat memperkuat harapan konferensi Big 12, namun hasil di Orlando membuat peta persaingan menjadi lebih rumit, terlebih dengan kontestan lain yang juga bersaing memperebutkan posisi.

Fokus Berikutnya bagi BYU

Bagi BYU, perhatian kini beralih pada upaya bangkit setelah kekalahan menyakitkan ini. Cougars dituntut segera berkonsolidasi jika ingin tetap berada dalam pembicaraan playoff nasional. Jadwal dan performa pada laga-laga berikutnya akan menjadi penentu apakah kekalahan dari UCF hanya menjadi noda sesaat atau berdampak besar pada ambisi mereka.

Kontroversi wasit di akhir regulasi memang menjadi sorotan, tetapi hasil akhir tetap tercatat: rekor sempurna BYU berakhir di Orlando. Kini, baik BYU maupun UCF sama-sama menghadapi ujian berikutnya, dengan tekanan berbeda namun sama besarnya untuk membuktikan kualitas mereka di sisa musim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *