Cakrawala News – 31 Oktober 2026 | Harga btc berada dalam tekanan pada akhir Oktober 2026 setelah peretasan raksasa di bursa Binance mengguncang sentimen pasar kripto global. Bitcoin sempat merosot ke kisaran 76.400 dollar AS dan diperdagangkan sekitar 77.149 dollar AS, turun sekitar 4,36 persen dalam sepekan, menurut data yang dikutip CoinGape. Pelemahan ini terjadi di tengah gelombang aksi jual dari investor jangka pendek serta keputusan sejumlah perusahaan yang mulai mengurangi eksposur terhadap aset digital.
Peristiwa yang menjadi pemicu utama adalah dugaan peretasan terhadap Binance dengan nilai kerugian yang dilaporkan mencapai 6,3 miliar dollar AS. Angka tersebut menjadikannya sebagai salah satu insiden keamanan terbesar dalam sejarah industri kripto. Laporan menyebut insiden terjadi pada 29 Oktober 2026 dan langsung memukul harga bitcoin yang sebelumnya bertahan di atas level 80.000 dollar AS.
Iore Jual 151,21 Bitcoin dan Rugi 2,54 Miliar Yen
Di Jepang, perusahaan tercatat di pasar Growth Bursa Tokyo, Iore (kode 2334), mengambil langkah tegas. Melalui keputusan dewan direksi pada 30 Oktober 2026, perusahaan memutuskan menjual seluruh kepemilikan bitcoinnya sebanyak 151,21 koin hingga akhir November 2026.
Berdasarkan harga pasar pada 30 Oktober, penjualan tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 18,31 miliar yen atau setara 11,64 juta dollar AS. Nilai buku aset itu per 30 September setelah revaluasi pasar tercatat 20,85 miliar yen. Dengan demikian, Iore memperkirakan menanggung kerugian penjualan sekitar 2,54 miliar yen atau sekitar 1,62 juta dollar AS.
Jika dihitung, setiap bitcoin diperkirakan terjual sekitar 12,11 juta yen, atau sekitar 12 persen lebih rendah dibanding nilai bukunya yang mencapai 13,79 juta yen per koin. Perusahaan menyatakan penjualan dilakukan secara bertahap melalui pedagang aset kripto berizin di Jepang sepanjang periode 30 Oktober hingga akhir November, dan nilai pengembalian dana maupun kerugian masih dapat berubah mengikuti pergerakan harga pasar.
Alasan Keamanan Siber dan Pivot ke AI
Dalam pengumumannya, Iore menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena ancaman keamanan siber yang meningkat cepat dan berpotensi merambat ke seluruh rantai pasok digital. Perusahaan menilai perlu mengevaluasi ulang risiko serta potensi keuntungan dari aset yang dimiliki dibandingkan investasi usaha, lalu menyesuaikan alokasi modal.
Dana hasil penjualan akan diprioritaskan untuk membiayai pengembangan pusat data AI dan bisnis kapasitas komputasi mulai awal Desember 2026. Langkah ini menandai pergeseran strategi Iore dari kepemilikan aset kripto ke sektor kecerdasan buatan yang tengah berkembang pesat.
Menariknya, pengumuman Iore tidak menyebut nama bursa mana pun. Pada hari yang sama, layanan pinjam-meminjam aset kripto milik Iore, Rakuraku ChoCoin, mengeluarkan pernyataan bahwa sebuah bursa besar luar negeri mengalami insiden keamanan berupa penarikan dana tidak sah. Layanan tersebut memastikan aset nasabah yang dipinjamkan tidak terdampak dan proses peminjaman serta pengembalian tetap berjalan normal. Bursa besar yang mengumumkan peretasan pada hari itu adalah Binance.
Tekanan Jual dari Pemegang Jangka Pendek
Analis CryptoQuant, Darkfost, mencatat bahwa lebih dari 36.600 bitcoin dalam kondisi merugi ditransfer ke bursa dalam 24 jam setelah harga menguji level 76.000 dollar AS. Selain itu, arus masuk bitcoin dari pemegang jangka pendek ke Binance dalam akumulasi tujuh hari sempat mencapai 45.400 koin, level tertinggi sejak Oktober.
Menurut Darkfost, peningkatan arus masuk ke bursa dan bertambahnya pasokan bitcoin yang merugi mencerminkan tekanan yang dialami pemegang jangka pendek. Ia menilai jika gelombang penyerahan aset ini semakin besar, koreksi bisa mendekati titik ekstrem dan momentum jangka pendek berpotensi berbalik.
Dari sisi teknikal, FXEmpire menyoroti tiga penanda penting. Level 80.000 dollar AS yang gagal bertahan sebagai support kini berperan sebagai resistensi. Level 75.000 dollar AS menjadi lantai yang paling dipantau, sementara 85.000 dollar AS menjadi target pemulihan jika pembeli kembali masuk. Jarak antara titik terendah 76.400 dollar AS dan support 75.000 dollar AS hanya sekitar 1,9 persen, sehingga satu order jual besar atau berita baru bisa menutupnya dalam hitungan menit.
Faktor Makro Menambah Ketidakpastian
Selain isu keamanan, pasar juga mencermati pernyataan Presiden Fed Dallas, Lorie Logan, yang menyerukan kenaikan suku bunga lebih agresif. Pasar telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga dari tiga bank sentral utama pada Desember, seiring naiknya harga minyak yang memicu tekanan inflasi. Ketua Fed, Kevin Warsh, disebut mengambil nada netral dalam rapat FOMC pekan tersebut.
Kombinasi tekanan jual, kekhawatiran keamanan, dan ketidakpastian kebijakan moneter membuat posisi btc rapuh dalam jangka pendek. Namun sejumlah analis menilai koreksi ini belum mencapai tahap kapitulasi penuh, sehingga level 75.000 dollar AS akan menjadi ujian penting bagi arah pasar pada November.
Bagi investor, perkembangan yang perlu dicermati adalah apakah arus masuk bitcoin merugi ke bursa terus meningkat, serta bagaimana respons otoritas dan pelaku industri terhadap insiden keamanan terbesar sepanjang sejarah kripto ini. Keputusan perusahaan seperti Iore untuk beralih ke sektor AI juga menunjukkan bahwa kepercayaan korporasi terhadap penyimpanan bitcoin di neraca keuangan kini diuji oleh faktor risiko siber.












