Cakrawala News – 11 September 2026 | Lagi! Investor asing raksasa Morgan Stanley borong miliaran saham GOTO dalam aksi pembelian besar-besaran yang kembali mencuri perhatian pasar. Morgan Stanley & Co International Plc membeli saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di harga Rp 25 per saham dalam tiga transaksi pada hari yang sama, Rabu (2/9) pekan lalu, dengan total dana yang dikeluarkan mencapai Rp 547,95 miliar.
Aksi ini menjadi babak baru bagi GOTO, emiten teknologi yang sahamnya sudah lama tertidur di level Rp 50. Pembelian dilakukan tepat sebelum Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengubah batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 per saham.
Rincian Transaksi Morgan Stanley
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, pembelian dilakukan secara bertahap dengan status kepemilikan langsung. Pada transaksi pertama, Morgan Stanley membeli 12,58 miliar saham GOTO dengan nilai transaksi Rp 314,44 miliar.
Selanjutnya, lembaga keuangan asal Amerika Serikat itu membeli 119,95 juta saham senilai Rp 2,99 miliar. Pada transaksi ketiga, Morgan Stanley kembali memborong 9,22 miliar saham GOTO dengan nilai transaksi Rp 230,52 miliar.
Alhasil, total dana yang dikeluarkan dalam tiga transaksi tersebut mencapai Rp 547,95 miliar. Dalam keterbukaan informasi BEI, Morgan Stanley menyatakan tujuan transaksi adalah untuk investasi.
Kepemilikan Morgan Stanley di GOTO pun meningkat signifikan. Saham yang dikuasai bertambah dari 65,80 miliar lembar atau 5,71% menjadi 87,48 miliar lembar, setara 7,59% dari total saham beredar.
Sebelumnya, berdasarkan data kepemilikan saham di atas 1% per 31 Agustus 2026, Morgan Stanley masih tercatat memiliki saham GOTO di bawah 5%, tepatnya 4,57% atau sekitar 54,43 miliar lembar.
Dipicu Rencana Batas Harga Minimum Rp 1
Lagi! Investor asing raksasa Morgan Stanley borong miliaran saham GOTO tidak terjadi tanpa alasan. Institusi asal AS itu agresif membeli setelah BEI berencana mengubah kebijakan harga minimum saham dari Rp 50 per saham menjadi Rp 1 per saham.
Imbas kebijakan tersebut, saham-saham gocap seperti GOTO dapat kembali bergerak setelah empat bulan tertidur di level Rp 50. Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai kebijakan harga minimum ini dibuat BEI agar likuiditas saham gocap termasuk GOTO kembali bergerak.
Ia memperkirakan saham GOTO berpotensi menguji level Rp 20-Rp 30 setelah batas bawah Rp 50 dicabut. Dalam skenario tekanan jual yang kuat, saham GOTO bahkan berpotensi bergerak menuju Rp 10-Rp 20.
“Rekomendasi GOTO menurut saya adalah NOT RATED,” kata Nafan kepada Katadata.co.id, Rabu (9/9).
Nafan menjelaskan, pencabutan batas harga Rp 50 berpotensi meningkatkan volatilitas dan tekanan jual dalam jangka pendek. Namun, pergerakan GOTO selanjutnya akan sangat bergantung pada keseimbangan antara pasokan dan permintaan, likuiditas, serta aksi investor besar.
Meski kebijakan batas minimum Rp 1 berpotensi menekan harga GOTO dalam jangka pendek, menurutnya kebijakan tersebut juga dapat membuka mekanisme pembentukan harga atau price discovery yang lebih sehat.
Tekanan Jual dan Konteks Pasar
Nafan juga menyoroti transaksi di pasar negosiasi yang menunjukkan saham GOTO telah berpindah tangan di kisaran Rp 23-Rp 25 per saham. Menurut dia, level tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam proses price discovery apabila batas bawah Rp 50 dicabut.
Sementara itu, harga GOTO tercatat stagnan di level Rp 50 per saham sejak pembukaan perdagangan, Selasa (8/9/2026). Pergerakan saham perseroan tercatat stagnan sejak tiga bulan perdagangan terakhir.
Sepanjang tahun 2026, GOTO juga mencatat aksi jual bersih investor asing atau net foreign sell sebesar Rp 2,69 triliun. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat investor asing terhadap saham GOTO masih menghadapi tantangan besar di tengah tekanan pasar.
Di sisi lain, langkah Morgan Stanley menambah porsi kepemilikan justru menjadi sinyal berbeda. Aksi borong di harga Rp 25 menunjukkan adanya pihak yang melihat peluang valuasi jangka panjang pada emiten teknologi tersebut.
Yang Perlu Dicermati ke Depan
Lagi! Investor asing raksasa Morgan Stanley borong miliaran saham GOTO menjadi salah satu aksi korporasi paling menonjol di pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Namun, dampaknya terhadap pergerakan harga saham GOTO belum bisa dipastikan.
Kebijakan batas minimum harga saham Rp 1 yang tengah disiapkan BEI akan menjadi faktor penentu. Jika aturan itu berlaku, saham GOTO berpeluang mengalami pembentukan harga baru yang lebih mencerminkan keseimbangan pasar.
Investor perlu mencermati perkembangan kebijakan BEI, aksi lanjutan investor besar, serta kondisi likuiditas dan arus dana asing di saham GOTO. Kombinasi faktor-faktor tersebut akan menentukan apakah langkah Morgan Stanley menjadi awal pemulihan atau justru bagian dari volatilitas yang lebih panjang.










