Cakrawala News – 01 November 2026 | Isu soal future fc vs al ahly kembali mencuat seiring dinamika di tubuh klub raksasa Mesir, Al Ahly FC, yang tengah bersiap menghadapi jadwal padat, termasuk laga melawan Future FC yang kini dikenal dengan nama Modern Sport. Di tengah persiapan tersebut, muncul kabar mengenai masa depan bek sayap Mohamed Hany yang langsung dibantah oleh pihak yang dekat dengan klub.
Jurnalis Ibrahim Fayek menegaskan bahwa Mohamed Hany belum mencapai kesepakatan dengan klub mana pun untuk meninggalkan Al Ahly. Pernyataan itu sekaligus menepis rumor yang menyebut sang pemain akan hengkang dalam waktu dekat.
Dalam pernyataannya di televisi, Fayek menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada tawaran resmi maupun negosiasi yang melibatkan bek kanan timnas Mesir tersebut. Ia menegaskan, Hany masih menjadi bagian penting dari skuad Al Ahly.
“Hany tidak memiliki tawaran saat ini dan belum mencapai kesepakatan dengan tim lain,” ujar Fayek, seperti dikutip dari pernyataannya.
Fayek juga menyoroti nilai kepemimpinan Hany di dalam tim. Menurutnya, pemain tersebut menunjukkan komitmen dan kedisiplinan yang tinggi, sehingga tidak pantas dibandingkan dengan pemain yang bermasalah secara disiplin.
Pembelaan untuk Mohamed Hany
Lebih lanjut, Fayek menolak jika nama Hany disandingkan dengan pemain yang tidak disiplin. Ia menilai, jika pun ada penurunan performa, hal itu lebih tepat disebut sebagai masa sulit atau kurang beruntung, bukan soal sikap.
“Hany adalah salah satu kapten tim dan salah satu nama yang sangat disiplin. Ia tidak bisa disamakan dengan orang yang tidak disiplin; ia bisa dibandingkan dengan seseorang yang kurang beruntung atau sedang mengalami penurunan performa,” kata Fayek.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa untuk sementara waktu, pintu keluarnya Hany dari Al Ahly tertutup. Isu tersebut sebelumnya sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola Mesir.
Posisi Pelatih Al-Hussein Amouta Juga Dibahas
Di sisi lain, manajemen Al Ahly juga menegaskan komitmennya terhadap pelatih kepala Al-Hussein Amouta. Jurnalis Ahmed Shouber menyebut manajemen klub tidak memiliki niat untuk memutus kerja sama dengan pelatih asal Maroko tersebut.
Pernyataan itu disampaikan melalui kanal Al-Nahar dan sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai masa depan staf pelatih yang sempat menguat akibat performa tim yang dinilai tidak konsisten dalam beberapa laga terakhir.
“Amouta tetap di sini terlepas dari hasil yang ada,” ujar Shouber, menegaskan bahwa isu kepergian sang pelatih tidak mencerminkan arah kebijakan klub saat ini.
Al Ahly sendiri baru saja meraih kemenangan tipis 1-0 atas Modern Sport pada Kamis malam di Stadion Internasional Kairo dalam laga pekan kedelapan Liga Mesir. Kemenangan itu menjaga posisi mereka di peringkat kedua klasemen dengan 20 poin dari enam kemenangan dan dua hasil imbang.
Hasil tersebut menjadi konteks penting mengingat Modern Sport merupakan nama baru dari Future FC, klub yang disebut dalam isu future fc vs al ahly. Pertemuan antara kedua tim menjadi salah satu sorotan karena menyangkut persaingan di papan atas Liga Mesir.
Konteks Persaingan dan Agenda Berikutnya
Di level kontinental, Al Ahly juga dipastikan ambil bagian dalam Piala Konfederasi CAF 2026/27. Keikutsertaan klub yang telah 12 kali menjuarai Liga Champions CAF itu sempat mengejutkan sejumlah pihak, termasuk perwakilan klub Togo, ASKO Kara.
Sekretaris Jenderal ASKO Kara, Patrice Agboli, mengakui kejutan tersebut, namun menegaskan timnya tetap akan berusaha meraih kemenangan saat menghadapi Al Ahly dan Raja Casablanca di fase grup. ASKO Kara dijadwalkan bertandang ke markas Al Ahly pada putaran kedua fase grup, antara 4 dan 6 Desember.
Agboli menyebut, meski di atas kertas timnya diunggulkan kalah, ASKO Kara tidak akan datang sebagai korban. Ia menegaskan timnya akan bermain dengan kekuatan penuh sambil tetap menghormati lawan.
Menariknya, ASKO Kara memiliki pengalaman menghadapi klub Mesir sebelumnya, termasuk dua pertemuan melawan Pyramids FC dan dua laga kontra Future FC, yang kini menjadi Modern Sport. Pengalaman itu dinilai bakal menjadi pelajaran berharga bagi mereka.
Yang Perlu Dicermati
Bagi Al Ahly, menjaga stabilitas skuad menjadi kunci di tengah jadwal padat domestik dan kontinental. Penegasan soal masa depan Mohamed Hany dan posisi pelatih Amouta memberi sinyal bahwa manajemen ingin menghindari gejolak internal.
Namun, dinamika di bursa transfer tetap layak dicermati. Al Ahly dilaporkan menunda keputusan merekrut tiga bek lokal karena pelatih Amouta belum puas dengan performa mereka, dan klub disebut tengah mempertimbangkan mendatangkan bek asing, dengan nama Achref Abada disebut sebagai kandidat teratas.
Dengan segala dinamika tersebut, laga future fc vs al ahly atau Al Ahly kontra Modern Sport menjadi salah satu pertemuan yang menarik untuk diikuti. Bagi publik sepak bola Indonesia, perkembangan di kubu Al Ahly menjadi gambaran bagaimana klub besar mengelola tekanan performa, isu transfer, dan ekspektasi tinggi penggemar secara bersamaan.
