Cakrawala News – 27 Oktober 2026 | Laga cagliari vs bologna di Stadion Unipol Domus berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tim tamu, Sabtu (24/10/2026). Dua gol Bologna di babak kedua—lewat sundulan Nicolò Casale dan penalti Federico Bernardeschi—memastikan tiga poin penting bagi tim asuhan Raffaele Palladino, sekaligus menjadi clean sheet pertama mereka musim ini.
Kemenangan ini terasa krusial karena Bologna datang dalam situasi klasemen yang kurang menguntungkan. Sebelum pertandingan, Cagliari bahkan unggul delapan poin atas Bologna. Namun hasil di Domus Arena membalikkan keadaan di lapangan, dengan Bologna tampil mengontrol pertandingan sejak awal hingga akhir.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama berlangsung nyaris tanpa peluang berarti. Statistik menunjukkan kedua tim masing-masing hanya mencatat satu offside dan satu sepak pojok, sementara Bologna melepaskan dua tembakan ke gawang dan Cagliari tidak sama sekali. Kiper Bologna, Lukasz Skorupski, praktis tidak harus melakukan penyelamatan berarti, meski sempat membuat beberapa momen menegangkan lewat penyapuan bolanya di luar kotak penalti.
Perubahan terjadi di babak kedua. Pada menit ke-12, umpan sepak pojok terukur dari Juan Miranda disambut sundulan Casale yang mengarah ke sudut gawang, membuka keunggulan Bologna. Cagliari sempat berusaha merespons, tetapi upaya mereka terhenti oleh pelanggaran di kotak penalti.
Pada menit ke-30, wasit menunjuk titik putih setelah bola mengenai tangan Rodriguez di area terlarang. Bernardeschi yang maju sebagai eksekutor menaklukkan kiper dengan tembakan yang mengecoh arah, mengubah skor menjadi 2-0 untuk Bologna.
Reaksi Kubu Cagliari
Pelatih Cagliari, Fabio Pisacane, mengakui kekalahan ini lahir dari dua momen individu. Ia menyoroti kelengahan barisan pertahanannya saat mengawal Casale pada situasi sepak pojok, serta pelanggaran tangan Rodriguez yang berujung penalti.
Menariknya, data pertandingan menunjukkan Cagliari sebenarnya mendominasi penguasaan bola hingga 55 persen dan menyelesaikan lebih dari seratus umpan lebih banyak dibanding Bologna dengan akurasi lebih tinggi. Namun, menurut catatan pertandingan, penguasaan bola tersebut tidak diimbangi dengan ketajaman di sepertiga akhir lapangan.
“Kami sudah berusaha membatasi kerusakan setelah tertinggal 2-0, dan ini lebih baik dibanding pertandingan melawan Monza,” kata Pisacane dalam keterangannya usai laga, seperti dikutip dari pemberitaan media lokal.
Kekalahan ini menjadi yang kedua beruntun bagi Cagliari, yang tetap bertahan di peringkat dengan koleksi 13 poin dari delapan pertandingan. Meski demikian, posisi mereka dianggap masih cukup aman karena sejumlah pesaing di papan bawah bergerak lebih lambat.
Kabar buruk tambahan datang dari gelandang Harry Winks. Pemain asal Inggris itu ditarik keluar pada awal babak kedua karena mengalami gangguan pada punggungnya dan digantikan oleh Roberto Gagliardini.
Pendekatan Baru Palladino
Di kubu Bologna, kemenangan ini disebut sebagai bukti transformasi tim di bawah Palladino. Bologna dinilai kini memiliki identitas permainan yang lebih jelas dibanding masa awal musim. Pelatih asal Napoli itu disebut memilih pendekatan sederhana namun efektif, dengan menekankan kerja keras dan efisiensi dalam memanfaatkan peluang.
Pergantian pemain terbukti memberi dampak. Palladino sendiri menilai bahwa perubahan yang ia lakukan menjadi pembeda dalam laga cagliari vs bologna kali ini. “Menang di Cagliari tidak mudah, dan pergantian pemain membuat perbedaan,” ujarnya dalam sesi konferensi pers.
Casale menjadi sorotan tersendiri. Bek yang sempat dianggap tidak masuk rencana dan nyaris dilepas itu kini tampil sebagai pilar penting. Ia memimpin lini pertahanan bersama Theate dan Darmian, yang untuk ketiga kalinya tampil dengan komposisi sama dan berhasil mencatat clean sheet pertama Bologna musim ini.
Di lini depan, Palladino memilih Odgaard sebagai ujung tombak menyusul absennya Enem secara mendadak. Enem sendiri tidak masuk skuad karena masih merasakan gangguan pada tendon setelah pekan latihan yang dibatasi.
Sorotan pada Dovbyk dan Cambiaghi
Selain hasil pertandingan, perhatian juga tertuju pada Artem Dovbyk. Penyerang asal Ukraina itu tidak dimainkan sama sekali, baik sebagai starter maupun pemain pengganti, dan Palladino menyatakan keputusan tersebut murni bersifat teknis. Pelatih menegaskan Dovbyk perlu memberikan sesuatu yang lebih, dimulai dari sesi latihan, sebagai pesan agar sang pemain kembali bangkit untuk pertandingan berikutnya.
Di sisi lain, performa Nicolò Cambiaghi mendapat pujian. Winger berusia 26 tahun itu disebut sebagai pemain yang hampir selalu tampil penuh sejak awal musim, baik di era Domenico Tedesco maupun Palladino. Ia tercatat telah mengumpulkan 631 menit bermain, terbesar kedua di skuad Bologna setelah Lewis Ferguson dengan 783 menit.
Dalam laga cagliari vs bologna, Cambiaghi menjadi pengirim umpan sepak pojok yang berujung gol Casale. Ia juga beberapa kali memancing pelanggaran lawan, termasuk terhadap Zé Pedro dan Deiola. Satu-satunya catatan yang masih mengganjal adalah ketajaman penyelesaian akhir, karena ia belum mencetak gol musim ini.
Kontribusi Cambiaghi bahkan membuat Roberto Mancini memanggilnya kembali ke tim nasional Italia. Kemampuannya membuka ruang, melewati lawan, dan melepaskan umpan silang dinilai sebagai aset berharga bagi Bologna, terutama saat Orsolini masih menjalani pemulihan cedera.
Langkah Selanjutnya
Bologna akan menghadapi ujian berat berikutnya dengan bertandang ke markas AC Milan di San Siro, Rabu (28/10/2026). Dengan hanya tiga pemain sayap murni yang tersedia dan jadwal padat, Palladino kemungkinan akan mengatur menit bermain, termasuk memberi kesempatan lebih besar kepada Samuel Mbangula.
Sementara itu, Cagliari akan berusaha bangkit saat melakoni laga tandang melawan AS Roma pada Selasa mendatang. Bagi tim yang menargetkan bertahan di Serie A, hasil cagliari vs bologna ini menjadi pengingat bahwa penguasaan bola saja tidak cukup tanpa ketajaman di depan gawang. Kualitas individu Cambiaghi dan ketenangan Bernardeschi dari titik putih menjadi pembeda yang harus segera dijawab oleh tuan rumah.
