Cakrawala News – 08 September 2026 | Bursa transfer MotoGP 2027: Rider Moto2 diuntungkan ban Pirelli, tapi tak bisa jadi patokan. Musim depan menjadi era baru dengan pergantian pemasok ban dari Michelin ke Pirelli, yang dinilai akan mengubah banyak hal secara drastis. Pol Espargaro, salah satu pembalap yang pernah merasakan transisi ban sebelumnya, mengingatkan bahwa para pembalap belum sepenuhnya menyadari dampak perubahan ini.
Pol Espargaro, yang kini menjadi pengamat dan tester, mengatakan bahwa perbedaan antara ban Michelin dan Pirelli sangat signifikan. “Ban-ban ini sangat berbeda. Saya merasa para pembalap sebenarnya tidak menyadari perubahan yang akan datang,” ujarnya, seperti dilansir dari Motorsport pada Minggu (6/9/2026). Pengalaman pribadinya berpindah dari Bridgestone ke Michelin pada 2016, dan kini dari Michelin ke Pirelli, menunjukkan bahwa peralihan ini jauh lebih drastis daripada yang terjadi sebelumnya.
Salah satu contoh yang diangkat Pol adalah Toprak Razgatlioglu, pembalap yang baru debut di MotoGP pada 2026 bersama Pramac. Toprak sering membandingkan ban Michelin dengan Pirelli dan mengaku tidak nyaman dengan ban saat ini. “Saya sudah beberapa kali mendengar Toprak membandingkan ban saat ini dengan ban Pirelli, dan mengatakan ia tidak mampu berkendara dengan ban Michelin ini dan merasa tidak nyaman,” kata Pol. Hal ini menunjukkan bahwa adaptasi terhadap ban baru bisa menjadi faktor krusial di musim 2027.
Perombakan Besar di Bursa Transfer
Musim 2027 tidak hanya ditandai oleh pergantian ban, tetapi juga oleh perubahan regulasi teknis besar-besaran, termasuk mesin 850 cc dan pembatasan aerodinamika yang ketat. Hal ini membuat pabrikan dan tim bergerak cepat untuk mengamankan pembalap terbaik. Bursa transfer MotoGP 2027 pun diwarnai sejumlah perpindahan mengejutkan.
Francesco Bagnaia, yang sebelumnya menjadi andalan Ducati Lenovo Team, harus tersingkir dan memilih bergabung dengan Aprilia Racing. Posisinya di Ducati digantikan oleh Pedro Acosta yang hijrah dari KTM. Sementara itu, Jorge Martin meninggalkan Aprilia untuk membela Yamaha Factory Racing, ditemani Ai Ogura yang promosi dari Trackhouse. Kepindahan Ogura membuat Trackhouse merekrut Enea Bastianini dari Tech3 KTM.
Di kubu KTM, terjadi perubahan besar dengan masuknya Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio sebagai pembalap pabrikan, menggantikan Brad Binder dan Pedro Acosta. Sementara itu, Fabio Quartararo mengejutkan banyak pihak dengan pindah dari Yamaha ke Honda HRC. Luca Marini juga hengkang dari Honda ke Tech3 KTM, dan Fermin Aldeguer meninggalkan Gresini untuk bergabung dengan VR46 Racing Team milik Valentino Rossi.
Peluang dan Risiko Rider Moto2
Dengan banyaknya kursi yang berpindah, muncul spekulasi bahwa pembalap Moto2 yang naik kelas akan diuntungkan karena mereka sudah terbiasa dengan ban Pirelli yang juga digunakan di kelas Moto2. Namun, Pol Espargaro menegaskan bahwa hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan utama. “Meskipun ban Pirelli sudah dikenal oleh pembalap Moto2, karakteristik motor MotoGP sangat berbeda. Banyak faktor lain seperti elektronik, aerodinamika, dan tenaga yang jauh lebih besar,” jelasnya.
Pol menambahkan bahwa pengalaman membalap di MotoGP tidak bisa disamakan dengan kelas lain. “Setiap pembalap harus beradaptasi dengan cara baru, dan itu butuh waktu. Jadi, meskipun ban sama, tetap ada proses belajar yang panjang,” ujarnya.
Hingga saat ini, masih ada empat kursi kosong di grid MotoGP 2027. Tim-tim seperti Gresini Racing, Pertamina Enduro VR46, dan lainnya masih belum mengumumkan susunan pembalap lengkap. Bursa transfer MotoGP 2027 diprediksi masih akan berlanjut hingga akhir musim, dengan sejumlah nama muda dari Moto2 menjadi kandidat kuat.
Perubahan besar di MotoGP 2027, baik dari segi teknis maupun ban, menjadikan musim depan sebagai ajang pembuktian bagi semua pembalap. Adaptasi menjadi kunci utama, dan mereka yang mampu beradaptasi dengan cepat akan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di papan atas.
