Cakrawala News – 21 Oktober 2026 | Cristiano Ronaldo terima sanksi disiplin dari Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) berupa larangan bermain selama 30 hari dan denda sebesar 255 euro atau sekitar Rp5,1 juta. Sanksi tersebut dijatuhkan pada Senin (19/10/2026) setelah penyerang berusia 41 tahun itu meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal tanpa izin di tengah gelaran UEFA Nations League pada akhir September 2026.
Hukuman ini menjadi salah satu babak kontroversial dalam karier Ronaldo bersama tim nasional, sekaligus menutup rangkaian ketegangan antara dirinya dan pelatih Jorge Jesus. Keputusan FPF tersebut disampaikan setelah Ronaldo mengakui seluruh fakta yang menjadi dasar tuduhan terhadap dirinya melalui pernyataan resmi pada Jumat sebelumnya.
Kronologi Meninggalkan Kamp Timnas
Insiden bermula dalam rangkaian pertandingan Portugal di UEFA Nations League. Ronaldo tampil saat Portugal meraih kemenangan atas Wales pada laga pembuka. Namun, ia hanya menjadi pemain cadangan yang tidak diturunkan ketika Portugal mengalahkan Norwegia pada 27 September 2026.
Kekecewaan Ronaldo memuncak karena merasa telah diminta melakukan pemanasan selama 30 menit tetapi tidak kunjung dimainkan. Ia kemudian menuduh Jorge Jesus melanggar kesepakatan mengenai kesempatan bermainnya. Jesus disebut sempat berjanji akan meminta maaf atas keputusan tersebut dalam konferensi pers, tetapi tidak melakukannya, sehingga hubungan keduanya semakin memburuk.
Ketidakpuasan itu berujung pada keputusan Ronaldo meninggalkan skuad Portugal sebelum pertandingan berikutnya menghadapi Denmark. Ia kemudian menyampaikan pernyataan panjang yang pada intinya mengungkapkan kekecewaannya karena merasa telah dibohongi sang pelatih. Tanpa kehadiran Ronaldo, Portugal tetap mampu mengalahkan Denmark dan kembali menundukkan Norwegia untuk memastikan kelolosan ke perempat final.
Denda Kecil karena Aturan Tetap
Besaran denda yang diterima Ronaldo memunculkan pertanyaan karena nilainya jauh di bawah penghasilannya sebagai pesepak bola profesional. Mengacu pada regulasi FPF, nominal tersebut ditetapkan melalui ketentuan denda tetap dalam Pasal 160 ayat 1.
Aturan itu menetapkan denda standar sebesar 255 euro bagi pemain yang meninggalkan pemusatan latihan timnas tanpa izin, terlepas dari besaran gaji yang diterima pemain bersangkutan. Denda maksimal yang disebut dalam naskah sumber mencapai 510 hingga 1.020 euro atau sekitar Rp10,2 juta hingga Rp20,4 juta. Dengan demikian, nominal yang dijatuhkan kepada Ronaldo berada di bawah batas tertinggi.
Kendati demikian, FPF menyatakan hukuman tersebut dinilai memadai dan cukup. Pengakuan Ronaldo atas seluruh fakta, ditambah catatan disiplinnya yang bersih, menjadi pertimbangan federasi untuk meringankan hukuman. Ronaldo sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf dan mengaku siap menerima konsekuensi atas tindakannya.
Perbandingan dengan Kasus Ricardo Carvalho
Media Portugal, A Bola, membandingkan hukuman yang diterima Ronaldo dengan kasus serupa yang pernah dialami Ricardo Carvalho pada 2011. Saat itu, Carvalho meninggalkan Timnas Portugal menjelang pertandingan melawan Siprus dalam Kualifikasi Euro 2012 setelah mengetahui dirinya tidak masuk dalam susunan pemain utama.
Tindakan tersebut membuat FPF menjatuhkan hukuman berat. Carvalho awalnya dijatuhi larangan bermain untuk Portugal selama dua tahun, sebelum akhirnya hukuman itu dikurangi menjadi satu tahun. Ia juga kehilangan hak untuk memperoleh bonus apabila Portugal berhasil lolos ke putaran final Euro 2012.
“Mengingat riwayat olahraga sang atlet, Dewan Direksi FPF memutuskan untuk menjatuhkan sanksi berupa penangguhan Ricardo Carvalho selama satu tahun dari Tim Nasional – Clube Portugal, serta pencabutan hak atas hadiah yang akan diberikan jika Tim Nasional lolos ke babak final Euro 2012,” demikian bunyi pernyataan resmi FPF saat itu.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa Cristiano Ronaldo terima sanksi disiplin dengan bobot yang relatif lebih ringan dibandingkan kasus Carvalho, meski keduanya bermula dari keputusan meninggalkan kamp timnas.
Peluang Kembali Membela Portugal
FPF menetapkan masa skorsing Ronaldo mulai 1 Oktober 2026, bertepatan dengan pertandingan Portugal melawan Denmark. Dengan demikian, Ronaldo telah menjalani 19 hari masa hukuman hingga pengumuman resmi tersebut. Ia diperkirakan dapat kembali memperkuat Portugal dalam pertandingan Nations League melawan Denmark pada 14 November 2026.
Ronaldo masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas sanksi tersebut. Namun, hingga pengumuman hukuman, pemain yang telah memenangkan lima Ballon d’Or itu belum memberikan tanggapan publik secara langsung.
Terlepas dari sanksi yang diterimanya, Cristiano Ronaldo terima sanksi disiplin ini sebagai konsekuensi dari keputusannya meninggalkan kamp timnas. Kasus ini juga menyoroti bagaimana FPF menerapkan aturan disiplin secara konsisten, bahkan terhadap pemain yang menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Portugal.
Ke depan, publik akan menantikan apakah Ronaldo benar-benar kembali memperkuat Portugal pada November mendatang sesuai jadwal, serta bagaimana hubungannya dengan pelatih Jorge Jesus akan berkembang setelah insiden ini. Keputusan resmi federasi dan jadwal kompetisi akan menjadi faktor penentu kembalinya sang megabintang ke skuad Selecao das Quinas.
