Cakrawala News – 08 September 2026 | Jakarta – Pada perdagangan Senin, 7 September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan, namun perhatian investor justru tertuju pada daftar saham PER terendah dan tertinggi di LQ45, dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi sorotan. Daftar saham PER terendah dan tertinggi LQ45 (7 September 2026), PTBA dan BUMI disorot karena valuasi keduanya yang kontras di tengah gejolak sektor energi dan basic materials.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pekan ini, IHSG tercatat menguat 1,21 persen pada Kamis (3/9/2026) ke level 6.675,671, setelah sebelumnya pada periode 31 Agustus–4 September 2026 melesat 1,82 persen ke 6.636,47. Penguatan ini didorong oleh mayoritas sektor, kecuali basic materials dan perawatan kesehatan yang terkoreksi masing-masing 1,26 persen dan 1,25 persen. Sektor energi justru mencatat kenaikan signifikan sebesar 4,51 persen, sejalan dengan sorotan terhadap saham-saham tambang seperti PTBA dan BUMI.
Dalam daftar saham PER terendah dan tertinggi LQ45 pada 7 September 2026, PTBA dan BUMI menjadi pusat perhatian. PTBA, yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, memiliki PER relatif rendah, mencerminkan valuasi yang murah dibandingkan dengan laba yang dihasilkan. Sementara itu, BUMI, salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia, justru mencatat PER yang sangat tinggi, bahkan sempat berada di posisi top losers pada pekan sebelumnya. Data BEI menunjukkan bahwa pada 31 Agustus–4 September 2026, saham BUMI sempat mengalami penurunan signifikan, meskipun tidak masuk dalam daftar 10 saham top losers yang dirilis. Namun, pergerakan BUMI tetap menarik perhatian analis karena fluktuasi harganya yang ekstrem.
Kinerja Pasar dan Sektor Energi
Pada pekan 31 Agustus–4 September 2026, rata-rata volume perdagangan saham melonjak 35,90 persen menjadi 48,99 miliar saham, sementara nilai transaksi harian melompat 25,75 persen menjadi Rp19,22 triliun. Frekuensi perdagangan juga naik 10,93 persen menjadi 2,38 juta kali transaksi. Sektor industri mencatat kenaikan tertinggi sebesar 6,53 persen, disusul energi yang naik 4,51 persen. Hal ini sejalan dengan penguatan harga komoditas batu bara yang menjadi pendorong utama kinerja PTBA dan BUMI.
Meski demikian, sektor basic materials justru terkoreksi 1,26 persen, yang turut mempengaruhi saham-saham seperti PTBA yang juga masuk dalam kategori tersebut. Namun, secara fundamental, PTBA dinilai memiliki PER yang menarik bagi investor jangka panjang, terutama dengan dividen yang konsisten. Sementara BUMI, dengan beban utang yang tinggi, memiliki PER yang kurang menarik, namun potensi perbaikan kinerja tetap menjadi katalis.
Top Gainer dan Top Losers Pekan Ini
Pada perdagangan Senin, 7 September 2026, saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) menjadi top gainer dengan menguat 34,72 persen ke Rp97 per saham. Sementara itu, pada sesi sebelumnya, Kamis (3/9/2026), saham PT Varna Nusa Raya Tbk (VRNA) melonjak 33,78 persen. Di sisi lain, saham PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) menjadi top losers pekan lalu dengan merosot 38,14 persen.
Fenomena top gainer dan top losers ini menunjukkan volatilitas pasar yang tinggi, terutama pada saham-saham berkapitalisasi kecil. Namun, untuk saham-saham LQ45 seperti PTBA dan BUMI, pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh sentimen sektor dan kondisi fundamental.
Prospek dan Rekomendasi
Analis menilai bahwa daftar saham PER terendah dan tertinggi LQ45 pada 7 September 2026 memberikan gambaran valuasi yang beragam. PTBA, dengan PER rendah, dianggap sebagai pilihan defensif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sementara BUMI, meskipun PER-nya tinggi, memiliki potensi perbaikan jika harga batu bara terus naik.
Investor disarankan untuk mencermati pergerakan sektor energi dan basic materials, serta memperhatikan risiko fluktuasi harga komoditas. Dengan IHSG yang masih berada di zona hijau, peluang kenaikan masih terbuka, namun kewaspadaan tetap diperlukan.
