Cakrawala News – 26 Oktober 2026 | Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyoroti ancaman peredaran narkoba lintas negara setelah aparat gabungan menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin yang diangkut kapal MT Global 168 di perairan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara. Menurut Sufmi Dasco Ahmad, pengungkapan kasus ini menjadi pengingat bahwa jaringan narkoba internasional terus mengincar generasi muda Indonesia dan mengancam masa depan mereka.
Pernyataan itu disampaikan Dasco saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Ia mengaku memperoleh informasi soal pengungkapan kasus tersebut langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
“Tadi saya dapat data dari Pak Kapolri, bahwa baru-baru ini Polri dengan BNN bekerja sama menangkap kapal yang membawa bahan narkoba satu ton ketamin, namanya kapal MT Global 168 di Belawan,” ujar Dasco.
Kronologi Penindakan di Perairan Sumatera Utara
Berdasarkan keterangan kepolisian, kapal tersebut dicegat tim gabungan di perairan Tanjungbalai Asahan. Operasi itu melibatkan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara. Kapal kemudian dibawa ke Pelabuhan Belawan.
Dalam penggeledahan, petugas menemukan 58 karung berisi ketamin hidroklorida (HCl) dengan berat bruto total 1,16 ton. Petugas juga menyita alat komunikasi serta kapal MT Global 168. Delapan awak kapal turut diamankan, terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan.
Data kepolisian menyebut kapal berbendera Mongolia tersebut berangkat dari Pasir Gudang, Johor, Malaysia. Kapal itu terdaftar atas nama perusahaan Makmur Marine Petroleum yang beralamat di Johor Bahru, Malaysia.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, dalam keterangannya di Pelabuhan Bandar Deli, Medan, Jumat (23/10/2026), memperkirakan pengungkapan kasus tersebut menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan ketamin. Estimasi itu dihitung berdasarkan jumlah barang bukti yang diamankan.
Apresiasi dan Peringatan bagi Generasi Muda
Dasco mengapresiasi langkah aparat yang berhasil menggagalkan pengiriman ketamin dalam jumlah besar tersebut. Ia menilai penindakan itu telah menyelamatkan jutaan anak Indonesia dari bahaya narkoba yang diselundupkan dari luar negeri.
Ia pun menyatakan keprihatinannya karena ketamin itu diduga berasal dari wilayah Malaysia untuk disebar di Indonesia. Menurut Dasco, pemberantasan narkoba membutuhkan upaya bersama karena dampaknya tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga kemampuan generasi muda untuk berkembang dan berkarya.
“Kita semua wajib berikhtiar untuk memerangi bahaya yang sangat-sangat dapat merusak anak-anak negeri sehingga kalau sudah narkoba ini kreativitasnya (anak-anak) sangat-sangat berkurang,” kata Dasco.
Politikus Gerindra itu kemudian mengaitkan bahaya narkoba dengan kreativitas anak muda yang dinilainya menjadi salah satu modal penting bagi kemajuan bangsa. Ia juga mendukung upaya Polri untuk terus memberantas narkoba di Indonesia.
Pesan bagi Investor Muda di Tengah Bursa Melemah
Dalam kesempatan yang sama, Sufmi Dasco Ahmad yang juga menjabat Ketua Majelis Tinggi sekaligus Ketua Dewan Penasihat DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) mengingatkan generasi muda agar tidak mudah panik menghadapi pasar saham yang turun. Ia meminta para pelaku ekonomi kreatif yang berinvestasi di pasar saham tetap tenang dan melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk mengambil keputusan secara bijak.
“Pesan saya, anak muda yang kreatif harusnya jangan cepat panik,” ujar Dasco.
Ia menyarankan investor mempertimbangkan kondisi pasar secara cermat dan tidak mengambil keputusan hanya karena kepanikan. Menurut Dasco, situasi pasar yang melemah justru dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk membeli saham dengan tetap memperhatikan kondisi fundamental perusahaan dan risiko investasi.
“Bila bursa turun, banyak berdoa. Jangan banyak jual. Karena apa? Tunggu. Tunggu kemudian keadaan jadi lebih baik. Gunakan kesempatan itu justru untuk membeli. Kenapa? Karena fundamental kita kuat,” tuturnya.
Selain itu, Dasco mendorong generasi muda Indonesia agar memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan global. Ia menilai bangsa Indonesia perlu membangun keyakinan terhadap kemampuan sendiri, alih-alih sepenuhnya bergantung pada penilaian pihak lain.
Perlu dicatat, sejumlah pemberitaan menyebut volume ketamin yang digagalkan dengan angka berbeda, yakni 1,16 ton dan 1,6 ton. Data resmi kepolisian yang disampaikan Kapolri menyebut total berat bruto barang bukti 1,16 ton dari 58 karung.
Pengungkapan kasus ini menegaskan bahwa jalur laut masih menjadi celah yang dimanfaatkan jaringan narkoba internasional untuk menyusupkan barang haram ke Indonesia. Dukungan lintas lembaga, mulai dari Polri, BNN, hingga Bea dan Cukai, dinilai menjadi kunci dalam menekan peredaran narkoba yang menyasar generasi muda.
Ke depan, publik akan menantikan bagaimana proses hukum terhadap delapan awak kapal berjalan, sekaligus langkah penguatan pengawasan di perairan Sumatera Utara agar penyelundupan serupa tidak kembali terjadi.
