Cakrawala News – 31 Oktober 2026 | Nama Didier Deschamps kembali mencuat dalam perbincangan kursi pelatih Juventus. Mantan pelatih timnas Prancis itu disebut masuk dalam daftar kandidat pengganti Luciano Spalletti, yang posisinya kian tertekan setelah Bianconeri menelan kekalahan 0-2 dari Genoa di Serie A.
Menurut laporan La Stampa yang dikutip sejumlah media Italia, kontak awal dengan Didier Deschamps telah dilakukan. Pelatih berusia 57 tahun tersebut disebut sedang bebas tugas setelah mengakhiri 14 tahun masa baktinya bersama timnas Prancis seusai Piala Dunia 2026, dan ketersediaannya telah disampaikan melalui perantara.
Laporan itu menyebut Deschamps tengah menantikan proyek yang tepat untuk kembali berkiprah. Ia juga dikaitkan dengan minat sejumlah klub besar Eropa, termasuk Real Madrid, meski situasi tersebut masih sebatas kabar yang beredar.
Posisi Spalletti di Ujung Tanduk
Tekanan terhadap Spalletti meningkat setelah Juventus tak konsisten sepanjang musim. Kekalahan dari Genoa membuat tim asuhan pelatih asal Certaldo itu tertahan di peringkat kedelapan klasemen Serie A, terpaut sembilan poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan dan Lazio.
Meski begitu, manajemen Juventus belum mengambil keputusan resmi. Klub dilaporkan telah menggelar latihan intensif untuk mempersatukan kembali tim menjelang laga melawan Napoli, dan kembali menegaskan kepercayaan kepada Spalletti beserta stafnya.
Namun, hasil pertandingan dalam waktu dekat disebut bakal menentukan masa depan sang pelatih. Tiga laga berikutnya, termasuk duel kontra Napoli, berpotensi menjadi ujian penting bagi Spalletti untuk memperbaiki situasi tim.
Rekam Jejak Deschamps di Turin
Bagi Juventus, nama Deschamps bukan sosok asing. Sebagai pemain, ia meninggalkan kenangan manis di Turin dengan meraih trofi Liga Champions pada 1996 serta tiga gelar Serie A, di samping sejumlah prestasi lainnya.
Deschamps juga sempat menangani Bianconeri pada musim 2006-2007. Pengalaman itu membuat namanya dipandang sebagai figur yang memahami budaya klub, meski ia lebih dikenal lewat kiprahnya bersama timnas Prancis.
Bersama Les Bleus, Deschamps mencatat prestasi dengan menjuarai Piala Dunia 2018, menjadi finalis Piala Dunia 2022, serta memenangi Liga Negara pada 2021. Ia juga membawa Prancis ke final Piala Eropa. Meski kerap dikritik soal gaya permainan, ia dianggap berhasil menjaga Prancis tetap berada di jajaran elite sepak bola dunia.
Conte hingga Pioli Jadi Alternatif
Selain Deschamps, sejumlah nama lain masuk dalam pembahasan media Italia. Antonio Conte disebut sebagai kandidat utama, mengingat ikatan kuatnya dengan Juventus sebagai pemain pada 1991-2004 dan pelatih pada 2011-2014.
Namun, peluang mendatangkan Conte dinilai tidak sederhana. Faktor ekonomi menjadi kendala, mengingat kontraknya di Napoli bernilai 8 juta euro netto per musim, sementara Juventus harus mematuhi pembatasan dari kesepakatan dengan UEFA. Klub juga masih memiliki kewajiban membayar 5 juta euro per tahun kepada Spalletti hingga 2028.
La Repubblica bahkan menyebut Conte tidak terlalu tertarik dan lebih menantikan kemungkinan bergabung dengan Manchester United. Sementara itu, nama Stefano Pioli juga masuk dalam pertimbangan sebagai pengganti di tengah musim, meski ia belum pernah melatih Juventus. Francesco Farioli dan Simone Inzaghi disebut sebagai opsi untuk musim depan.
Hommage untuk Deschamps Ditunda
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) berencana memberikan penghormatan resmi kepada Deschamps. Presiden FFF Philippe Diallo menyatakan keinginan menggelar seremoni untuk menghargai kontribusinya selama 14 tahun menangani Les Bleus.
"Saya menginginkannya. Kita harus menemukan kesempatan untuk melakukannya. Dan mengingat kalender, kita perlu memikirkan 2027 untuk merayakannya sebagaimana mestinya," kata Diallo dalam wawancara dengan Ouest-France.
Menurut RMC Sport, musim semi 2027 menjadi periode yang dipertimbangkan untuk seremoni tersebut. Sebelumnya, peluang menggelarnya pada laga di Stade de France awal Oktober sempat dipertimbangkan, tetapi akhirnya tidak dipilih. FFF belum mengumumkan tanggal pasti maupun program acaranya.
Keputusan Juventus soal masa depan Spalletti menjadi hal yang perlu dicermati. Jika hasil buruk berlanjut, pintu bagi Deschamps dan kandidat lain bisa semakin terbuka, sekaligus menandai babak baru bagi proyek Bianconeri.












