Cakrawala News – 23 September 2026 | Viral di media sosial! Dirtek Java United diduga lakukan aksi rasialis terhadap Shin Tae-yong [titlebase] dalam laga pekan ketiga Super League 2026/2027. Insiden itu terjadi saat Persija Jakarta melawan Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9/2026). Dalam video yang beredar, Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Oktavian, terdengar melontarkan ucapan yang dinilai bernada diskriminatif kepada pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Dalam rekaman yang menyebar di media sosial, Resal terdengar mengucapkan, “Kamu di sini itu pendatang! Ini daerah saya,” sambil bergerak mendekati bangku cadangan Persija. Aksi itu kemudian dilerai oleh pihak keamanan. Persija menang tipis 1-0 dalam pertandingan tersebut, tetapi perhatian publik justru tersedot ke situasi di pinggir lapangan.
Persija Serahkan Kasus ke Komdis PSSI
Manajemen Persija Jakarta memilih menyerahkan proses penyelesaian dugaan tindakan diskriminasi terhadap Shin Tae-yong kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu menyatakan langkah tersebut diambil agar persoalan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
“Persija percaya bahwa setiap kejadian dapat diproses secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia di lapangan,” demikian pernyataan resmi Persija Jakarta di Jakarta, Selasa (22/9/2026). Dengan menyerahkan persoalan itu ke Komdis PSSI, Persija berharap insiden tersebut dapat ditelaah secara objektif. Klub juga menegaskan penyelesaian masalah akan mengikuti mekanisme dan regulasi kompetisi sepak bola Indonesia.
Manajer Persija Ardhi Tjahjoko mengungkapkan pihaknya tidak akan tinggal diam. Menurutnya, manajemen akan membuat laporan kronologis ke Komdis PSSI. “Komentar dari saya, mungkin dia orang baru di Liga Super,” kata Ardhi saat dihubungi awak media, Selasa (22/9/2026).
Anak Shin Tae-yong Ikut Buka Suara
Putra Shin Tae-yong, Shin Jae-won, turut memberikan respons setelah video yang diduga memperlihatkan sang ayah diteriaki “pendatang” viral di media sosial. Ia menyampaikan reaksinya melalui kolom komentar unggahan Instagram Persija pada Selasa (22/9/2026).
Dalam unggahan itu, Persija menuliskan pesan dukungan kepada Shin Tae-yong: “Teruskan coach, ini rumahmu.” Menanggapi unggahan tersebut, Shin Jae-won menulis, “Orang-orang cemburu karena kita TERLALU BAIK.” Pernyataan itu menjadi salah satu respons keluarga yang ikut menyita perhatian publik.
Sejumlah pemberitaan menyebut insiden tersebut sebagai dugaan aksi rasialis dan xenophobia. Namun, konteks lengkap yang mendahului kejadian belum diketahui secara pasti. Belum ada informasi lengkap mengenai situasi di lapangan yang diduga memicu respons Resal hingga melontarkan ucapan tersebut. Karena itu, latar belakang insiden belum dapat dipastikan hanya berdasarkan potongan video yang beredar.
Belum Ada Keterangan Resmi PSSI dan Java United
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PSSI maupun Java United mengenai aksi Achmad Resal Oktavian tersebut. Diketahui pula bahwa akun Instagram Resal, @octavianresal12, sudah dinonaktifkan. Sementara itu, video yang memperlihatkan momen tersebut terus menyebar dan menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia.
Di sisi lain, Shin Tae-yong sedang menikmati awal yang positif bersama Persija pada Super League 2026/2027. Tim ibu kota menang 1-0 atas Borneo FC, mengalahkan Persib 2-1, kemudian menundukkan Java United 1-0. Tiga kemenangan beruntun itu membuat Persija mengawali kompetisi dengan modal kuat.
Kasus dugaan rasialis yang menyeret Dirtek Java United ini menambah catatan penting bagi pengelolaan kompetisi. Publik menanti bagaimana Komdis PSSI menelaah bukti dan fakta yang tersedia, termasuk potongan video yang menjadi dasar laporan Persija. Sebab, isu diskriminasi dan ujaran bernada xenophobia menjadi perhatian serius dalam sepak bola nasional.
Yang perlu dicermati berikutnya adalah langkah Komdis PSSI dalam memproses laporan tersebut, termasuk kemungkinan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Sejauh mana regulasi kompetisi mampu menjawab dugaan pelanggaran ini akan menjadi ujian bagi penegakan disiplin di sepak bola Indonesia. Sampai saat itu, status persoalan masih sebatas dugaan yang menunggu proses resmi.
