Ditumbangkan Peru 1-2, Timnas Indonesia Akhiri Perjalanan di Copa das Nacoes de Futsal 2026

Ditumbangkan Peru 1-2, Timnas Indonesia Akhiri Perjalanan di Copa das Nacoes de Futsal 2026
Ditumbangkan Peru 1-2, Timnas Indonesia Akhiri Perjalanan di Copa das Nacoes de Futsal 2026

Cakrawala News – 21 Oktober 2026 | Ditumbangkan Peru 1-2, Timnas Indonesia akhiri perjalanan di Copa das Nacoes de Futsal 2026 pada laga perebutan peringkat kelima yang digelar di Max Ronsenmann Arena, Sao Jose dos Pinhais, Parana, Brasil, Sabtu (17/10). Kekalahan tersebut membuat skuad Garuda menutup turnamen dengan tiga kekalahan dari tiga pertandingan yang mereka jalani.

Dalam pertandingan itu, Peru lebih dulu mencetak dua gol melalui Usquiano dan Juarez. Timnas Futsal Indonesia hanya mampu membalas satu gol lewat Yogi Saputra, sehingga gagal mengakhiri turnamen dengan kemenangan. Hasil ini memastikan Peru menang 2-1 dan finis di peringkat kelima.

Laga melawan Peru merupakan pertandingan ketiga sekaligus terakhir bagi Indonesia di turnamen tersebut. Sebelumnya, tim asuhan pelatih asal Spanyol Hector Souto menelan kekalahan 0-3 dari Brasil pada laga pembuka, Kamis (15/10), sebelum kembali takluk 0-2 dari Tanjung Verde sehari kemudian.

Jalannya Pertandingan

Peru membuka keunggulan melalui Usquiano. Pemain bernomor punggung tiga itu menyelesaikan operan kiper Jesus Herrera dari jarak dekat. Usquiano berhasil menyelinap di antara kiper Ahmad Habiebie dan Rio Pangestu untuk membawa Peru unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Indonesia berusaha meningkatkan tekanan untuk menyamakan kedudukan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi belum mampu menghasilkan gol. Yogi Saputra sempat mengancam melalui tendangan bebas, sedangkan Samuel Eko mendapatkan kesempatan emas lewat tembakan mendatar ke arah gawang yang sudah kosong. Namun, bola hasil tendangan Samuel hanya membentur tiang.

Peru kemudian memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Kiper Herrera mengirimkan umpan jauh ke tiang jauh yang berhasil diselesaikan Juarez di depan gawang Indonesia. Skuad Garuda akhirnya memperkecil ketertinggalan melalui Yogi Saputra yang memanfaatkan sepak pojok Rizki Xavier untuk mengubah skor menjadi 1-2. Namun, Indonesia tidak mampu mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir.

Souto Soroti Pengalaman dan Standar Tertinggi

Meski menelan tiga kekalahan, Hector Souto menilai timnya membawa pulang modal penting untuk langkah berikutnya. Menurutnya, rangkaian uji tanding yang dijalani Indonesia merupakan bagian dari proses membentuk ekosistem futsal yang lebih kuat di Tanah Air.

"Mengenai keseluruhan pengalaman di turnamen ini, setelah pergi ke Spanyol pada kesempatan pertama dan kemudian ke Brasil, kami sekarang memiliki 15-20 pemain yang benar-benar tahu standar tertinggi di dunia," ujar Hector Souto setelah pertandingan melawan Peru.

"Kami telah bersaing dengan klub-klub kuat di Spanyol, kemudian kami bersaing dengan tim-tim nasional yang kuat di sini, dan pengalamannya cukup baik," lanjut pelatih asal Spanyol itu.

Souto menekankan bahwa pemahaman terhadap realitas persaingan global menjadi prasyarat agar pembangunan futsal nasional berjalan pada jalurnya. Ia menyebut Indonesia tidak bisa berpura-pura datang dari Asia dan langsung menjadi lebih baik dari semua tim nasional di Eropa dan Amerika Selatan.

"Kita perlu mengetahui realitas kita, kita perlu bekerja untuk mendapatkan ekosistem yang lebih baik dalam futsal, untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik bagi para pemain ini," kata Souto.

Pelatih berusia asal Spanyol itu juga memahami ekspektasi publik terhadap hasil. Di sisi lain, ia menilai performa tim menunjukkan kemajuan dalam aspek permainan yang berbeda di tiap laga yang dijalani. Menurutnya, mental juara bukan sekadar dibangun lewat motivasi, tetapi melalui latihan, pemahaman taktik, pengambilan keputusan, dan analisis lawan secara mendalam.

Rekap Perjalanan Garuda di Brasil

Sepanjang turnamen, Indonesia tercatat selalu kesulitan menghadapi lawan-lawannya. Kekalahan dari Brasil dan Tanjung Verde di fase grup membuat langkah skuad Garuda terhenti sebelum semifinal, sehingga mereka harus menjalani laga klasifikasi peringkat kelima melawan Peru.

  • Brasil 3-0 Indonesia (laga pembuka, Kamis, 15/10)
  • Tanjung Verde 2-0 Indonesia (fase grup, Jumat, 16/10)
  • Peru 2-1 Indonesia (perebutan peringkat kelima, Sabtu, 17/10)

Dengan hasil tersebut, Ditumbangkan Peru 1-2, Timnas Indonesia akhiri perjalanan di Copa das Nacoes de Futsal 2026 tanpa satu pun kemenangan. Gol Yogi Saputra ke gawang Peru menjadi satu-satunya gol yang dicetak Garuda pada laga penutup tersebut, sekaligus menjadi penanda bahwa produktivitas menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dibenahi.

Turnamen di Brasil ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan Indonesia setelah sebelumnya menjalani pemusatan latihan dan uji coba di Spanyol. Pengalaman menghadapi klub-klub kuat di Spanyol serta tim-tim nasional di Amerika Selatan diharapkan menjadi bekal berharga bagi para pemain, terutama dalam menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

Bagi Indonesia, hasil di Copa das Nacoes de Futsal 2026 menjadi bahan evaluasi penting. Souto dan jajaran pelatih kini memiliki gambaran lebih jelas mengenai jarak antara skuad Garuda dan tim-tim papan atas dunia, sekaligus menjadi dasar untuk merancang program pembinaan yang lebih terarah ke depan.

Exit mobile version