Cakrawala News – 15 September 2026 | Dua kali kalah, Persijap Jepara akui masih bangun chemistry jelang hadapi Persib Bandung menjadi sorotan utama setelah Laskar Kalinyamat menelan dua kekalahan beruntun pada awal BRI Super League 2026/2027. Tim asuhan Juan Cortes itu belum sekalipun meraih poin, dan kini bersiap menghadapi juara bertahan Persib Bandung dalam laga yang dinilai bakal menjadi ujian berat berikutnya.
Kekalahan terbaru dialami Persijap saat menjamu Borneo FC Samarinda di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (12/9) malam. Bermain di hadapan pendukung sendiri, tuan rumah harus mengakui keunggulan Pesut Etam dengan skor tipis 0-1.
Gol tunggal Borneo FC dicetak Rodrigo Santos Varanda ketika pertandingan baru berjalan tiga menit. Gol cepat tersebut memaksa Persijap mengejar ketertinggalan sepanjang sisa laga, meski berbagai upaya yang dibangun belum mampu menghasilkan gol balasan hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil itu melengkapi catatan buruk Persijap pada pekan pertama. Sebelumnya, Laskar Kalinyamat takluk 0-2 saat bertandang ke markas Madura United FC. Dua kekalahan beruntun membuat tim promosi itu masih terpuruk di papan bawah klasemen awal.
Juan Cortes Akui Timnya Belum Nyaman
Pelatih Persijap Jepara, Juan Cortes, mengakui timnya menjalani pertandingan yang tidak mudah melawan Borneo FC. Pelatih asal Spanyol itu menilai para pemainnya tampil kurang percaya diri, terutama pada babak pertama.
“Ini adalah pertandingan yang sulit untuk kami. Ini bukan hasil yang kami inginkan. Kami terlihat tidak percaya diri, khususnya di babak pertama,” ujar Juan Cortes, seperti dikutip dari pemberitaan seusai laga.
Ia juga menyoroti persoalan penguasaan bola. Menurutnya, Persijap merasa tidak nyaman saat menguasai bola pada babak pertama, meski pada akhirnya mampu menciptakan dua hingga tiga peluang untuk mencetak gol.
Setelah turun minum, Juan Cortes menyebut anak asuhnya tampil lebih berani melakukan serangan dan meningkatkan tekanan ke area pertahanan Borneo FC. Namun, perubahan pendekatan itu belum berbuah hasil maksimal karena penyelesaian akhir masih menjadi kendala.
Dua hal utama yang menjadi perhatian pelatih adalah eksekusi fase terakhir serangan. Ketika memasuki sepertiga akhir lapangan, umpan terakhir Persijap dinilai tidak maksimal. Menurut Juan Cortes, hal itu berkaitan dengan bagaimana pemainnya mengambil keputusan di fase tersebut.
Membangun Fondasi dan Chemistry
Juan Cortes memahami bahwa performa timnya masih jauh dari harapan. Namun, ia meminta publik melihat kondisi Persijap secara lebih menyeluruh. Menurutnya, tim masih berada dalam proses membangun fondasi dan chemistry, terutama karena komposisi skuad yang baru terbentuk.
Persijap memang tercatat sebagai salah satu kontestan dengan stok pemain asing terbanyak di BRI Super League 2026/2027. Pada laga perdana, tim asuhan Juan Cortes menurunkan sembilan pemain asing, dan komposisi itu kini diperkaya dua amunisi impor yang baru diresmikan, yakni Weyderson Denilson serta Vasko Kalezic.
Weyderson menempati posisi winger kanan, sementara Kalezic beroperasi di sisi kiri. Kehadiran keduanya diharapkan menambah variasi dan efektivitas serangan Persijap, meski proses adaptasi masih membutuhkan waktu.
Dalam pernyataannya, Juan Cortes menegaskan bahwa pelatih bukanlah pesulap. Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa perubahan performa tim tidak bisa terjadi secara instan, terlebih di tengah kompetisi yang berjalan ketat.
Pandangan senada muncul dari sisi pendukung. Tekanan tampil di depan publik sendiri membuat laga melawan Borneo FC bernilai penting bagi Laskar Kalinyamat, sehingga kekalahan kedua menambah beban psikologis para pemain.
Ujian Berat Menanti: Persib Bandung
Dua kali kalah, Persijap Jepara akui masih bangun chemistry jelang hadapi Persib Bandung. Laga melawan juara bertahan itu menjadi tantangan tersendiri karena Persib dikenal memiliki kedalaman skuad dan pengalaman bertanding di level tertinggi.
Menghadapi tim sekelas Persib, Persijap dituntut segera memperbaiki dua aspek utama: kepercayaan diri pemain dan ketajaman di sepertiga akhir lapangan. Selama dua laga awal, masalah penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
Di sisi lain, Borneo FC datang ke Jepara dengan modal motivasi memperbaiki start setelah kalah pada laga pembuka kandang. Performa mereka saat menghadapi Persija Jakarta sejatinya tidak sepenuhnya buruk, dengan catatan 17 tembakan dan sembilan di antaranya mengarah ke gawang.
Kondisi itu menunjukkan bahwa aliran serangan Borneo FC berjalan, sementara pekerjaan rumah mereka terletak pada penyelesaian akhir. Dengan tiga legiun asing berkualitas di lini depan, termasuk Juan Felipe Villa sebagai kreator utama, efektivitas menjadi target mereka di Jepara.
Bagi Persijap, tambahan tiga poin pada laga-laga berikutnya sangat krusial untuk mengatrol posisi di klasemen awal. Keterpurukan di pekan-pekan pertama bisa berdampak panjang jika tidak segera diatasi, terutama bagi tim yang baru kembali bersaing di kompetisi elite.
Dua kali kalah, Persijap Jepara akui masih bangun chemistry jelang hadapi Persib Bandung, dan itu menjadi gambaran bahwa proses pembenahan internal masih berjalan. Juan Cortes menegaskan timnya butuh waktu, sementara kompetisi tidak memberi ruang panjang untuk beradaptasi.
Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah bagaimana Persijap merespons tekanan. Jika chemistry antarpemain mulai terbentuk dan penyelesaian akhir membaik, peluang bangkit masih terbuka. Namun, menghadapi Persib Bandung, kesalahan kecil bisa berbuah mahal.
