Elegan! Ayu dan Daniel Pimpin Kontingen Indonesia di Upacara Pembukaan Asian Games 2026

Elegan! Ayu dan Daniel Pimpin Kontingen Indonesia di Upacara Pembukaan Asian Games 2026
Elegan! Ayu dan Daniel Pimpin Kontingen Indonesia di Upacara Pembukaan Asian Games 2026

Cakrawala News – 22 September 2026 | Elegan! Ayu dan Daniel pimpin kontingen Indonesia di upacara pembukaan Asian Games 2026 [titlebase] yang berlangsung di Paloma Mizuho Stadium, Nagoya, Jepang, pada Sabtu (19/9/2026). Pebasket putri Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi dan karateka Daniel Hutapea tampil sebagai pembawa bendera (flag bearer) di barisan terdepan, membawa bendera Merah Putih sekaligus mengangkat identitas budaya Nusantara di hadapan ribuan penonton yang memadati stadion.

Momen tersebut menjadi sorotan publik internasional karena kontingen Indonesia tidak hanya tampil sebagai peserta, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya bangsa melalui perpaduan busana adat Bali dan Batak Toba. Penampilan itu disebut sebagai salah satu yang paling memukau pada seremoni pembukaan pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

Perpaduan Busana Bali dan Batak Toba

Dalam defile kontingen Indonesia, Daniel Hutapea tampil mengenakan baju daerah khas Batak Toba yang menjadi bagian dari apparel Tim Indonesia untuk Asian Games 2026. Ia terlihat pula menggunakan kais ulos yang disandingkan di bahunya. Sementara itu, Ayu mengenakan busana dengan sentuhan budaya Bali yang merepresentasikan tanah kelahirannya.

Busana kedua flag bearer tersebut merupakan hasil kolaborasi Ghea Fashion Studio bersama Sarinah untuk Tim Indonesia. Koleksi itu mengangkat kekayaan identitas budaya Nusantara dengan pendekatan mode yang modern dan tetap relevan untuk panggung internasional.

Selain busana kedua pembawa bendera, motif Gorga juga diterapkan pada apparel NOC Indonesia dan Tim Chef de Mission (CdM). Terdapat pula kebaya Gorga yang dipadukan dengan kain Ulos asli serta hiasan kepala untuk menciptakan tampilan formal bagi kontingen Indonesia. Unsur budaya Bali turut hadir pada busana flag bearer wanita dan dua perwakilan wanita di barisan penutup defile, dengan sulaman emas yang terinspirasi dari ukiran dan ornamen tradisional Bali.

Perpaduan Gorga, Ulos, dan elemen budaya Bali menjadi bagian dari identitas visual Tim Indonesia di Asian Games 2026. Koleksi tersebut sekaligus membawa pesan keberagaman budaya Indonesia dalam satu kesatuan kontingen di panggung Asia.

Kebanggaan Ayu dan Apresiasi Menpora

Ayu mengaku sangat bangga dan terharu saat pertama kali dipercaya mengemban tugas sebagai pembawa bendera tim nasional. Ia menuturkan bahwa kepercayaan itu bukan sekadar tentang membawa bendera, melainkan juga membawa nama dan semangat seluruh kontingen Indonesia.

“Jujur, saya merasa sangat bangga dan terharu ketika pertama kali mendapat kabar bahwa saya dipercaya menjadi flag bearer Tim Indonesia di Asian Games 2026. Bagi saya, ini bukan hanya tentang membawa bendera, tetapi juga membawa nama dan semangat seluruh kontingen Indonesia,” ujar Ayu.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, turut mengapresiasi penampilan Kontingen Indonesia pada upacara pembukaan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Menurutnya, penampilan defile dengan membawa bendera Merah Putih sekaligus memperlihatkan identitas serta kekayaan budaya Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri.

“Alhamdulillah, malam ini kita telah bersama-sama menyaksikan pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Saya merasa bangga melihat Kontingen Indonesia berjalan dalam defile dengan membawa bendera Merah Putih dan memperlihatkan identitas serta kekayaan budaya Indonesia,” ujar Menpora Erick.

Menpora Erick juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada segenap jajaran yang telah bekerja keras mempersiapkan kesiapan kontingen Indonesia dalam menghadapi pesta olahraga Asia itu. Menurutnya, ajang multievent ini merupakan pembuktian kapasitas dan kebesaran bangsa Indonesia di panggung dunia.

Konsep Harmonic Heart Beat di Paloma Mizuho Stadium

Upacara pembukaan Asian Games 2026 mengusung konsep Harmonic Heart Beat atau denyut jantung yang harmonis. Konsep tersebut merepresentasikan persatuan, keramahan, dan hubungan antarmanusia. Perancangannya berada di bawah arahan Tsutsumi Yukihiko selaku Chief Creative Director sekaligus sutradara upacara pembukaan.

Upacara dirancang sebagai panggung yang mempertemukan masyarakat Asia dan dunia melalui perpaduan musik, seni pertunjukan, teknologi visual, serta semangat persahabatan. Semangat utama yang dihadirkan adalah “Dari Aichi-Nagoya, sebuah seremoni agung dan harmonis yang menyatukan dunia.”

Salah satu elemen utama pertunjukan berupa panggung berbentuk hati berukuran besar. Bentuk tersebut menjadi simbol konsep Harmonic Heart Beat sekaligus menggambarkan hati sebagai pusat terciptanya rasa persatuan. Pertunjukan juga menggunakan sistem pencahayaan 360 derajat yang menyelimuti seluruh area stadion untuk menghadirkan pengalaman visual yang membuat penonton merasakan kesatuan dan kemeriahan selama seremoni.

Di atas panggung berbentuk hati, sejumlah lampu dekoratif dan layar LED digunakan untuk menghadirkan beragam tampilan visual. Proyeksi video disesuaikan dengan setiap adegan guna mendukung alur cerita dan memperkuat pengalaman teatrikal upacara pembukaan. Upacara berlangsung di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, stadion di kawasan perkotaan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Makna Penampilan Indonesia di Panggung Asia

Penampilan kontingen Indonesia dalam defile Asian Games 2026 menjadi cerminan bagaimana identitas budaya dapat dibawa ke panggung olahraga internasional. Rombongan defile terlihat bersemangat dan ceria saat memasuki stadion, lalu perlahan menyapa ribuan hadirin yang memadati Paloma Mizuho Stadium.

Elegan! Ayu dan Daniel pimpin kontingen Indonesia di upacara pembukaan Asian Games 2026 [titlebase] dengan membawa pesan keberagaman budaya dalam satu kesatuan kontingen. Pendekatan mode modern yang diusung Ghea Fashion Studio bersama Sarinah membuat unsur tradisional tetap relevan di panggung internasional.

Dengan penampilan tersebut, perhatian publik kini tertuju pada langkah kontingen Indonesia di arena pertandingan. Identitas budaya yang telah diperkenalkan pada seremoni pembukaan diharapkan sejalan dengan semangat juang para atlet dalam menghadapi kompetisi di Asian Games 2026.

Exit mobile version