Enam Federasi Sepak Bola Arab Kompak di Belakang Gianni Infantino, Sinyal Dukungan Jelang Pemilihan Presiden FIFA

Cakrawala News – 12 September 2026 | Enam federasi sepak bola Arab kompak di belakang Gianni Infantino dalam sebuah pernyataan bersama yang menegaskan dukungan penuh kepada Presiden FIFA tersebut untuk melanjutkan kepemimpinannya. Keenam federasi itu adalah Maroko, Qatar, Mesir, Mauritania, Lebanon, dan Sudan. Dukungan ini menjadi sinyal bahwa Infantino masih memiliki basis pendukung kuat di sejumlah kawasan, meski tengah menghadapi tekanan dari berbagai pihak menjelang pemilihan Presiden FIFA tahun depan.

Pernyataan bersama tersebut disampaikan pada bulan lalu. Dalam pernyataannya, keenam federasi menyatakan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino serta komitmennya yang berkelanjutan terhadap pengembangan sepak bola di seluruh dunia. Mereka juga menekankan pentingnya memperluas peluang dan meningkatkan kontribusi sepak bola Arab terhadap perkembangan sepak bola global.

Dua Konfederasi Berbeda, Satu Bahasa

Keenam negara itu berasal dari dua konfederasi berbeda. Qatar dan Lebanon merupakan anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), sedangkan Maroko, Sudan, Mesir, dan Mauritania adalah anggota Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Meski berbeda konfederasi, mereka disatukan oleh Bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara masing-masing.

Empat anggota Dewan FIFA yang menandatangani pernyataan tersebut adalah Presiden Asosiasi Sepak Bola Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Presiden Asosiasi Sepak Bola Mesir Hany Abo Rida, Presiden Federasi Sepak Bola Maroko Fouzi Lekjaa, dan Presiden Federasi Sepak Bola Mauritania Ahmed Yahya.

Menariknya, dukungan Qatar dan Lebanon ini berbeda dengan sikap AFC yang sebelumnya menyampaikan kritik terhadap Infantino. AFC bersama UEFA dan CONCACAF menyuarakan kritik keras terhadap rencana investasi swasta dalam penyelenggaraan Piala Dunia. Kondisi ini menunjukkan dukungan di internal AFC terbelah: ada yang menolak Infantino, mendukung di balik layar, dan ada pula yang terang-terangan menyatakan dukungan ke publik.

Arab Saudi Dukung Secara Terpisah

Enam federasi sepak bola Arab kompak di belakang Gianni Infantino itu tidak termasuk Arab Saudi. Negara Teluk tersebut memberikan dukungannya secara terpisah melalui Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) pada 27 Agustus 2026.

Dalam pernyataan resminya, SAFF mengapresiasi FIFA yang mengakui melakukan kesalahan, meminta maaf, dan membatalkan proposal terkait FIFA Forward Enterprise. Menurut SAFF, pihaknya mendukung upaya berkelanjutan Presiden FIFA dan kepemimpinan FIFA untuk memulihkan persatuan di seluruh keluarga sepak bola serta terus mengembangkan permainan ini untuk kepentingan semua.

Arab Saudi memang menjadi salah satu mitra penting FIFA saat ini. Negara itu akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 dan semakin aktif di persepak bolaan dunia. Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi sebelumnya bermitra dengan FIFA untuk Piala Dunia Antarklub 2025. Pada April 2026, Infantino bahkan melakukan pertemuan resmi di Jeddah dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, sekaligus bertemu para pemangku kebijakan sepak bola di negara tersebut.

Dukungan dari kawasan Arab ini melengkapi posisi tiga negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia dalam beberapa edisi mendatang. Maroko adalah tuan rumah Piala Dunia 2030, Qatar tuan rumah Piala Dunia 2022, dan Arab Saudi tuan rumah Piala Dunia 2034.

Tekanan di Tengah Manuver Menuju Pemilihan

Dukungan tersebut hadir di tengah tekanan berbagai pihak kepada Infantino, terutama terkait rencana FIFA Forward Enterprise yang kini sudah dibatalkan. Tekanan juga datang dari UEFA, CONCACAF, dan AFC yang menyampaikan kritik keras terhadap rencana investasi swasta dari FIFA.

Selain itu, muncul pula perubahan dalam struktur pengelolaan FIFA untuk kawasan Karibia. FIFA dilaporkan memisahkan pengelolaan 21 asosiasi anggota di Karibia dari wilayah Concacaf lainnya dan menunjuk Gelson Fernandes untuk menangani kawasan tersebut. Langkah itu memunculkan kecurigaan dari kubu yang berseberangan dengan Infantino, yang menilai perubahan tersebut dapat memecah suara Concacaf menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027. Sebelumnya, Concacaf menangani negara-negara di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia dalam satu blok.

Infantino menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016 dan akan maju lagi sebagai calon Presiden FIFA dalam kongres yang akan digelar tahun depan di Maroko. FIFA menetapkan 18 November 2026 sebagai batas waktu bagi kandidat lain untuk mengajukan pencalonan.

Dengan konfigurasi dukungan yang terus mengeras di sejumlah kawasan, peta persaingan menuju pemilihan Presiden FIFA diprediksi semakin dinamis. Publik perlu mencermati bagaimana sikap konfederasi besar seperti AFC, UEFA, dan CONCACAF berkembang, serta apakah dukungan dari enam federasi sepak bola Arab kompak di belakang Gianni Infantino akan diikuti oleh asosiasi lain di Asia dan Afrika.

Exit mobile version