Erik ten Hag Blak-blakan soal Ronaldo dan Peringatkan MU Bisa Terdegradasi

Erik ten Hag Blak-blakan soal Ronaldo dan Peringatkan MU Bisa Terdegradasi
Erik ten Hag Blak-blakan soal Ronaldo dan Peringatkan MU Bisa Terdegradasi

Cakrawala News – 03 November 2026 | Mantan pelatih Manchester United, erik ten hag, kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan sejumlah pernyataan tajam terkait masa kepelatihannya di Old Trafford. Dalam wawancara bersama ESPN, pelatih asal Belanda itu menilai keputusan Manchester United memulangkan Cristiano Ronaldo pada 2021 sebagai kesalahan besar, sekaligus memperingatkan bahwa klub yang kini dilatih Michael Carrick berada dalam ancaman degradasi dari Premier League.

Pernyataan tersebut menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola, terutama karena menyinggung kembali hubungannya dengan Ronaldo yang sempat memanas pada 2022. Ten Hag juga membahas penurunan performa megabintang Portugal itu dalam beberapa tahun terakhir.

Ronaldo Dianggap Sudah Selesai Sejak di Juventus

Menurut Ten Hag, kemampuan Ronaldo untuk tampil di level tertinggi mulai menurun sejak meninggalkan Real Madrid dan bergabung dengan Juventus pada 2018. Ia menegaskan bahwa Ronaldo tetap merupakan salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah, tetapi kontribusi maksimalnya di lapangan sudah sulit dipertahankan.

"Setiap tim papan atas harus menerima pemain top, tetapi pemain top itu juga harus mengutamakan kepentingan tim. Dan itulah masalahnya dengan Ronaldo," kata Ten Hag, seperti dikutip dalam pernyataannya pada Minggu, 1 November 2026.

Ia menambahkan bahwa para pemain di sekitarnya mengagumi Ronaldo dan ingin bekerja untuknya, namun realitas di lapangan menunjukkan hal berbeda. "Dia tentu saja pemain yang luar biasa, salah satu yang terbaik sepanjang masa. Namun, itulah kenyataannya: selama tujuh atau delapan tahun terakhir, dia sudah tidak bisa lagi tampil maksimal. Sejak masa di Juventus, semuanya sudah berakhir," ujarnya.

Ten Hag lantas menyinggung keputusan Real Madrid melepas Ronaldo pada 2018. Menurutnya, salah satu kekuatan terbesar klub asal Spanyol itu adalah kemampuannya menentukan waktu yang tepat untuk berpisah dengan seorang pemain, bahkan ketika publik masih menganggap sang pemain berada di puncak karier.

Kepulangan ke Old Trafford Dinilai Blunder

Dalam kesempatan yang sama, Ten Hag menilai kepulangan Ronaldo ke Manchester United pada 2021 sebagai blunder besar. Saat itu, Ronaldo memilih meninggalkan Juventus setelah tiga musim memperkuat tim asal Turin tersebut. Sempat santer dikabarkan akan bergabung dengan Manchester City, ia akhirnya kembali ke Old Trafford setelah adanya intervensi dari Sir Alex Ferguson.

Menurut Ten Hag, ketika bergabung kembali ke MU, performa Ronaldo sudah jauh menurun. Alhasil, klub disebutnya membayar mahal hanya untuk mendapatkan sisa-sisa kejayaan sang penyerang. Ia juga mengaku telah menjelaskan kepada Ronaldo soal gaya bermain yang ingin diterapkan, tetapi pada akhirnya seorang pemain harus bisa memberikan kontribusi sesuai tuntutan tersebut.

"Ketika saya mulai bekerja di Manchester United, saya sudah menjelaskan kepada Cristiano Ronaldo mengenai gaya bermain yang ingin kami terapkan. Namun, pada akhirnya, seorang pemain juga harus bisa memberikan kontribusi sesuai tuntutan tersebut. Ronaldo sudah tidak memiliki kemampuan untuk menjalani kerja keras yang dibutuhkan," kata Ten Hag.

Ia menyebut telah mencoba semaksimal mungkin mengeluarkan potensi terbaik Ronaldo saat itu, namun sang pemain dinilai sudah tidak sanggup melakukannya. Selama periode keduanya bersama Setan Merah, Ronaldo mencatatkan 27 gol dari 54 penampilan. Hubungan keduanya memburuk pada 2022 setelah Ronaldo mengkritik klub dan pelatihnya dalam wawancara bersama Piers Morgan.

Peringatan soal Ancaman Degradasi MU

Selain soal Ronaldo, erik ten hag juga menyoroti kondisi Manchester United saat ini di bawah asuhan Michael Carrick. Menurutnya, ancaman degradasi bukan hal yang mustahil mengingat ketatnya persaingan di Premier League.

MU disebut mengalami awal musim yang buruk dan hanya berada di luar zona degradasi karena unggul selisih gol. Kekalahan dari Chelsea pada akhir pekan lalu menjadi kekalahan ketiga beruntun bagi tim tersebut, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Carrick.

"Di Premier League itu tentu mungkin, karena semua tim kuat. Mereka semua punya skuad yang kuat, pelatih yang bagus. Dan jika Anda berada di sisi yang salah dan benar-benar masuk ke lingkaran setan itu, ya, maka situasinya bisa menjadi sangat, sangat sulit," kata Ten Hag kepada ESPN NL dalam program Goedemorgen Eredivisie.

Ten Hag sendiri merupakan pelatih pertama yang diberhentikan oleh manajemen INEOS pada 2024 ketika MU berada di posisi ke-14. Sejak itu, kondisi klub disebut semakin memburuk dengan hanya meraih satu kemenangan dari sembilan laga Premier League. MU tercatat belum pernah terdegradasi sejak 1974.

Pernyataan Ten Hag ini menambah panjang sorotan terhadap kondisi Manchester United, baik dari sisi performa tim maupun kebijakan transfer di masa lalu. Bagi publik sepak bola, komentar tersebut menjadi pengingat bahwa keputusan merekrut pemain besar tidak selalu berbanding lurus dengan hasil di lapangan.

Ke depan, yang perlu dicermati adalah bagaimana respons manajemen MU terhadap tekanan yang semakin besar, serta apakah Carrick mampu membawa tim keluar dari zona berbahaya. Sementara itu, pernyataan erik ten hag diprediksi terus menjadi bahan diskusi mengingat sosoknya yang pernah menangani Setan Merah dan sempat bekerja sama dengan Ronaldo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *