Cakrawala News – 29 Oktober 2026 | Hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) hari ini memutuskan menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,75 persen hingga 4 persen, meski dua anggota komite justru menginginkan kenaikan. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Ketua Federal Reserve Kevin Warsh, yang sekaligus membeberkan perubahan besar pada jadwal rapat FOMC mulai 2027 mendatang.
Dalam pernyataan resminya, FOMC menyebut pertumbuhan lapangan kerja berjalan seiring dengan pertambahan angkatan kerja dan tingkat pengangguran hanya berubah tipis. Namun, komite menegaskan inflasi masih berada di level yang tinggi sehingga memerlukan pemantauan lebih lanjut.
Keputusan menahan suku bunga diambil melalui pemungutan suara dengan hasil 10 banding 2. Dua anggota yang menolak, yakni Gubernur Fed Lisa Cook dan Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack, menginginkan kenaikan sebesar 25 basis poin. Perbedaan pendapat ini menunjukkan bahwa di internal bank sentral Amerika Serikat masih terdapat perdebatan soal arah kebijakan ke depan.
Dalam pernyataannya, FOMC menekankan bahwa akumulasi informasi tambahan akan membantu komite menentukan sikap kebijakan yang tepat agar inflasi dapat kembali ke target 2 persen secara tepat waktu. Komite juga menegaskan komitmennya untuk mewujudkan stabilitas harga.
Perubahan Jadwal Rapat FOMC Mulai 2027
Selain keputusan suku bunga, Warsh mengumumkan perubahan penting dalam kalender rapat FOMC. Mulai musim gugur tahun depan, komite akan tetap menggelar delapan pertemuan setiap tahun, tetapi satu di antaranya akan dikhususkan untuk membahas strategi kebijakan moneter secara menyeluruh.
Pada pertemuan khusus tersebut, menurut Warsh, tidak akan ada pemungutan suara mengenai suku bunga federal funds maupun penerbitan pernyataan kebijakan. Dengan demikian, jumlah rapat yang menghasilkan keputusan suku bunga akan berkurang menjadi tujuh pada 2027.
Warsh menjelaskan bahwa pada 2028, FOMC berencana menggelar dua pertemuan yang dikhususkan untuk diskusi strategi dan enam pertemuan untuk pengambilan keputusan kebijakan. Ia menilai delapan pertemuan per tahun masih merupakan jumlah yang tepat bagi komite.
“Untuk FOMC, kami percaya delapan pertemuan setahun adalah jumlah yang benar, tetapi pada 2027 salah satu pertemuan akan difokuskan pada strategi kebijakan moneter secara umum. Pada pertemuan itu tidak dijadwalkan pemungutan suara mengenai suku bunga federal funds atau penerbitan pernyataan kebijakan,” ujar Warsh dalam konferensi pers.
Alasan di Balik Perubahan
Warsh memaparkan sejumlah alasan di balik keputusan tersebut. Menurutnya, untuk mengambil keputusan kebijakan moneter yang tepat, komite perlu menilai perkembangan jangka pendek secara berkala, tepat waktu, dan dengan informasi yang memadai.
Namun, ia menegaskan bahwa menyediakan waktu dan ruang bagi pertimbangan strategis juga sama pentingnya. Sebagai kelompok yang memiliki pandangan intelektual beragam, komite perlu meninjau kembali persoalan-persoalan besar dan berpikir dengan perspektif jangka panjang.
Warsh menilai penetapan kalender dan agenda rapat bukan sekadar detail administratif. Menurutnya, hal itu merupakan pilihan kelembagaan yang memengaruhi kualitas diskusi dan pada akhirnya menentukan ketepatan keputusan yang diambil. Ia menyebut langkah ini sebagai upaya menempatkan pelaksanaan kebijakan moneter pada landasan yang tepat.
Belum Ada Sinyal Pelonggaran
Keputusan menahan suku bunga pada rapat FOMC hari ini sejalan dengan ekspektasi pasar. Sebelumnya, The Fed tercatat menaikkan suku bunga pada September, yang menjadi kenaikan pertama sejak 2023. Kini, bank sentral memilih bertahan di tengah kekhawatiran inflasi yang masih tinggi, termasuk yang dipicu ketidakpastian situasi di Timur Tengah.
Dalam pernyataan komite, FOMC menegaskan bahwa akumulasi informasi lebih lanjut akan menjadi dasar untuk menentukan sikap kebijakan yang sesuai. Komite juga menekankan bahwa pihaknya akan menghadirkan stabilitas harga sesuai target inflasi 2 persen.
Warsh dalam kesempatan itu juga menyinggung soal prospek ekonomi. Ia menyatakan bahwa sebagian ketidakpastian yang dihadapi saat ini bersumber dari perkembangan geopolitik. Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa faktor eksternal turut menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.
Dengan hasil rapat FOMC hari ini, perhatian pasar kini beralih ke rapat-rapat berikutnya. Pelaku pasar akan mencermati apakah data ekonomi terbaru, terutama perkembangan inflasi dan pasar tenaga kerja, cukup meyakinkan bagi The Fed untuk mengubah arah kebijakan. Perubahan format rapat mulai 2027 juga menjadi sinyal bahwa bank sentral ingin memberi ruang lebih besar bagi pembahasan strategis jangka panjang, bukan sekadar merespons gejolak jangka pendek.












