Harta Kekayaan Irjen Dadang Hartanto dan Jejak Kariernya, Eks Kapolrestabes Medan Kini Kapolda Metro Jaya

Harta Kekayaan Irjen Dadang Hartanto dan Jejak Kariernya, Eks Kapolrestabes Medan Kini Kapolda Metro Jaya
Harta Kekayaan Irjen Dadang Hartanto dan Jejak Kariernya, Eks Kapolrestabes Medan Kini Kapolda Metro Jaya

Cakrawala News – 07 Oktober 2026 | Harta kekayaan Irjen Dadang Hartanto, jejak karier eks Kapolrestabes Medan kini Kapolda Metro Jaya menjadi sorotan publik usai ia resmi ditunjuk memimpin Polda Metro Jaya. Penunjukan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026, yang juga menggeser Komjen Pol Asep Edi Suheri ke posisi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.

Kabar ini menjadi perhatian karena Polda Metro Jaya merupakan salah satu satuan wilayah paling strategis di Indonesia. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai rincian harta kekayaan Irjen Dadang Hartanto yang bersangkutan.

Jejak Karier dari Kewilayahan hingga Mabes Polri

Dadang bukan nama baru di jajaran pimpinan Polri. Perwira kelahiran Surabaya, 24 November 1971, itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, kewilayahan, hingga pendidikan kepolisian.

Perjalanan kariernya dimulai dari sejumlah jabatan di wilayah hukum. Ia pernah dipercaya menjadi Kapolsek Senen pada 2005. Kemudian pada 2009 ia menjabat Kapolres Subang, dan pada 2011 dipercaya sebagai Kapolres Cianjur.

Pada 2012, Dadang mendapat dua penugasan penting sekaligus. Ia menjabat Wakapolrestabes Bandung sekaligus dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Kapolri pada tahun yang sama.

Karier Dadang kemudian berlanjut ke sejumlah posisi di lingkungan Mabes Polri. Pada 2014, ia ditunjuk menjadi Assesor Utama Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri. Ia juga pernah menjabat sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Koorspripim Polri).

Pada 2016, Dadang ditugaskan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. Setahun setelahnya, ia dipercaya menjabat Kapolrestabes Medan, salah satu posisi yang membuat namanya dikenal di Sumatera Utara.

Dua tahun berselang, Dadang Hartanto ditunjuk menjadi Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Badan Reserse Kriminal Polri (Karorenmin Bareskrim Polri). Pada 2022, ia dipercaya menjadi Wakil Kapolda Sumatera Utara.

Memasuki 2023, ia menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Pada 20 September 2024, Dadang dipercaya menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri, posisi yang diembannya hingga Agustus 2025. Sebelum dipercaya memimpin Polda Metro Jaya, ia menjabat sebagai Kapolda Maluku.

Guru Besar Ilmu Administrasi Publik

Di luar karier kedinasan, Dadang memiliki latar belakang akademik yang menonjol. Ia tercatat sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sejak 2023.

Di tengah karier akademiknya, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Administrasi Publik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMSU pada 27 Mei 2023. Ia juga disebut sebagai Doktor lulusan Universitas Indonesia.

Kombinasi pengalaman lapangan dan latar belakang akademik ini membuat sosoknya dinilai memiliki kapasitas dalam memimpin satuan wilayah besar seperti Polda Metro Jaya.

Penunjukan dan Penundaan Pelantikan

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Menurutnya, hal itu dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Dalam pemberitaan sebelumnya, pelantikan Irjen Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya sempat ditunda karena ia sedang melaksanakan ibadah umrah. Penundaan itu menjadi salah satu informasi yang ramai diperbincangkan publik.

Sejumlah pihak menyoroti pentingnya posisi Kapolda Metro Jaya, terutama dalam menjaga keamanan Jakarta. DPRD DKI Jakarta bahkan meminta Kapolri baru memperkuat keamanan ibu kota, menilai sosok yang ditunjuk perlu memahami betul kondisi wilayah Jakarta.

Yang Perlu Diperhatikan ke Depan

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait besaran harta kekayaan Irjen Dadang Hartanto. Publik biasanya dapat mengakses informasi tersebut melalui laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang dirilis lembaga terkait.

Yang jelas, penunjukan Dadang sebagai Kapolda Metro Jaya menandai babak baru dalam kariernya setelah menempuh perjalanan panjang dari Kapolsek Senen hingga memimpin wilayah konflik di Maluku. Kini tantangannya adalah menjaga stabilitas keamanan Jakarta, kota dengan dinamika sosial dan politik yang tinggi.

Ke depan, publik akan menantikan bagaimana ia menerjemahkan pengalaman reserse dan latar belakang akademiknya dalam memimpin Polda Metro Jaya, termasuk dalam menangani berbagai persoalan keamanan yang menjadi perhatian warga ibu kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *