Jaecoo Indonesia Sebut Benturan Trotoar Picu As Roda J5 EV Patah

Jaecoo Indonesia Sebut Benturan Trotoar Picu As Roda J5 EV Patah
Jaecoo Indonesia Sebut Benturan Trotoar Picu As Roda J5 EV Patah

Cakrawala News – 06 November 2026 | Pihak Jaecoo Indonesia sebut benturan dengan trotoar picu as roda J5 EV patah sebagai penjelasan resmi atas insiden yang melibatkan satu unit mobil listrik Jaecoo J5 EV di kawasan KH Mas Mansyur, Jakarta, pada 4 November 2026. Dalam keterangan yang diterima media, Kamis (5/11/2026), perusahaan menyatakan roda depan kendaraan terlepas setelah mobil lebih dulu menghantam trotoar dan pagar pembatas jalan. Kesimpulan itu diambil setelah tim teknis melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang bersangkutan.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab perhatian publik yang muncul setelah video kondisi mobil tersebut beredar luas di media sosial, terutama di platform Threads. Dalam unggahan itu, Jaecoo J5 EV tampak mengalami kerusakan di bagian depan dengan salah satu roda terlepas, sementara pagar pembatas jalan di sekitarnya juga terlihat rusak.

Kronologi Menurut Pabrikan

Jaecoo Indonesia menjelaskan bahwa rangkaian kejadian bermula saat kendaraan membentur trotoar dan pagar pembatas jalan. Benturan itulah yang kemudian diikuti oleh terlepasnya roda depan. Dengan demikian, menurut perusahaan, lepasnya roda merupakan akibat dari benturan, bukan penyebab awal insiden.

“Terlepasnya roda tersebut merupakan akibat dari benturan, bukan penyebab terjadinya insiden,” demikian pernyataan resmi Jaecoo Indonesia.

Pihak pabrikan juga menyebut urutan kejadian tersebut sejalan dengan keterangan yang disampaikan pemilik kendaraan. Hal ini menjadi salah satu dasar bagi perusahaan dalam menyusun kesimpulan awal atas insiden tersebut.

Selain roda, benturan itu mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bagian bodi kendaraan. Bagian yang terdampak meliputi bumper depan kanan, fender depan kanan, serta pintu depan kanan. Kerusakan tersebut disebut terkonsentrasi di area depan kanan mobil.

Bantahan Cacat Produk dan Klarifikasi Posisi Roda

Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, Jaecoo Indonesia menyatakan tidak menemukan indikasi adanya cacat produk yang menyebabkan insiden. Perusahaan menegaskan bahwa kerusakan pada komponen tersebut murni akibat kecelakaan yang dialami pengendara, bukan karena cacat produksi.

Selain menjelaskan penyebab terlepasnya roda, perusahaan juga meluruskan informasi yang beredar di sejumlah pemberitaan mengenai bagian kendaraan yang mengalami kerusakan. Jaecoo menegaskan bahwa roda yang terlepas adalah roda depan, bukan roda belakang seperti yang disebutkan dalam sejumlah pemberitaan.

Perlu dicatat, kesimpulan yang disampaikan Pihak Jaecoo Indonesia sebut benturan dengan trotoar picu as roda J5 EV patah merupakan hasil pemeriksaan internal pabrikan. Hingga keterangan tersebut dipublikasikan, belum ada pernyataan independen maupun keterangan langsung dari pemilik kendaraan yang dipublikasikan secara luas.

Proses Perbaikan dan Dukungan Aftersales

Saat ini, kendaraan tersebut masih menjalani proses perbaikan. Tim Aftersales Jaecoo Indonesia disebut telah berkomunikasi langsung dengan pemilik kendaraan dan memberikan dukungan layanan purnajual untuk menangani kondisi mobil setelah kejadian.

Perusahaan juga tengah mengoordinasikan kebutuhan perbaikan, termasuk memprioritaskan ketersediaan suku cadang agar proses pengerjaan dapat berjalan lancar. Jaecoo menyatakan akan terus mendampingi pemilik kendaraan dan menyampaikan informasi terkini mengenai perkembangan perbaikan.

Meski demikian, dalam keterangan resminya perusahaan belum menjelaskan secara terperinci mengenai kecepatan kendaraan saat kejadian, tingkat kerusakan komponen kaki-kaki, maupun hasil pemeriksaan terhadap bagian suspensi dan sistem pengikat roda.

Konteks Insiden Serupa pada Mobil Listrik China

Insiden ini menjadi sorotan bukan hanya karena melibatkan mobil listrik, tetapi juga karena terjadi tak lama setelah kasus serupa menimpa BYD Atto 1. Sebelumnya, BYD Atto 1 dilaporkan mengalami patah as roda di Jalan Ring Road Raya, depan Exit Tol Kapuk, Kamal, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin (2/11/2026).

Berdasarkan keterangan pengemudi bernama Endang, mobil sempat menabrak pembatas jalan. Setelahnya, mobil masih dipacu sejauh 1-2 kilometer sebelum as rodanya patah. PT BYD Motor Indonesia melalui Head of Public and Government Relations, Luther Panjaitan, menyatakan bahwa tim aftersales telah berkoordinasi dengan pemilik kendaraan untuk dilakukan pemeriksaan lengkap.

Selain di Indonesia, insiden serupa juga mencuat di Malaysia. Model yang disebut sebagai saudara Jaecoo J5 EV, yakni Omoda 5, dilaporkan mengalami patah as roda. Insiden tersebut disebut terulang setelah pertama kali terjadi pada 2024, dan otoritas setempat sempat menghentikan sementara pendaftaran baru mobil Omoda 5.

Rangkaian peristiwa ini membuat perhatian publik terhadap kualitas komponen kaki-kaki pada mobil listrik asal China meningkat. Bagi konsumen, klarifikasi pabrikan dan transparansi hasil pemeriksaan menjadi hal yang penting untuk menilai apakah persoalan bersifat kasuistis akibat benturan atau menandakan masalah yang lebih luas.

Ke depan, perkembangan proses perbaikan unit Jaecoo J5 EV tersebut serta hasil pemeriksaan yang lebih rinci akan menjadi hal yang dinantikan. Publik juga menanti apakah ada pemeriksaan independen yang dapat melengkapi penjelasan Pihak Jaecoo Indonesia sebut benturan dengan trotoar picu as roda J5 EV patah, sehingga duduk perkara insiden ini dapat dipahami secara utuh dan berimbang.

Exit mobile version