Cakrawala News – 03 November 2026 | Nama Jerome Polin kembali menjadi perbincangan publik setelah kritiknya terhadap acara Sumpah Pemuda di Bundaran HI menuai beragam reaksi, termasuk sindiran netizen yang menyebutnya “kacang lupa kulitnya”. Kreator konten yang dikenal lewat kanal YouTube Nihongo Mantappu itu dianggap sebagian warganet melupakan jasa Raffi Ahmad yang disebut pernah ikut membuka jalan bagi popularitasnya di media sosial. Polemik ini mencuat setelah video podcast lawas Raffi Ahmad bersama Jerome Polin kembali beredar di media sosial, salah satunya dibagikan oleh Merry, asisten pribadi Raffi Ahmad.
Dalam podcast tersebut, Jerome mengenang momen ketika Raffi Ahmad berkunjung ke Jepang pada 2018. Menurut penuturannya, Raffi lebih dulu menghubunginya melalui pesan langsung atau direct message (DM) Instagram. Saat itu, Jerome mengaku jumlah pengikut Instagram miliknya belum mencapai 100 ribu. Ia kemudian menceritakan bagaimana jumlah pengikutnya meningkat signifikan setelah Raffi menandai akun Instagram-nya.
Jejak Awal Jerome Polin Sebelum Dikenal Luas
Terlepas dari polemik tersebut, perjalanan Jerome Polin sebagai pembuat konten sebenarnya telah dimulai jauh sebelum ia berkolaborasi dengan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Dikutip dari pemberitaan iNews.id, perjalanan itu bermula pada 2015 ketika ia bersama sang kakak, Jehian Polin, membuat akun resmi di LINE bernama Math Q&A. Melalui akun tersebut, Jerome membagikan video pembelajaran matematika dengan tujuan membantu orang lain memahami pelajaran yang kerap dianggap sulit.
Kecintaannya pada dunia pendidikan dan pembuatan video kemudian mendorongnya mencoba platform yang lebih luas. Pada 2017, ketika mulai menempuh pendidikan di Jepang, Jerome memutuskan membuat kanal YouTube bernama Nihongo Mantappu. Ia mengaku awalnya kesulitan menemukan video pembelajaran bahasa Jepang yang mudah dipahami, sehingga muncul keinginan untuk membuat konten sendiri agar orang lain lebih mudah mempelajari bahasa Jepang.
Jerome kemudian mengembangkan Nihongo Mantappu bersama temannya, Kevin Sendouw. Pada tahap awal, konten mereka berfokus pada pembelajaran bahasa Jepang. Seiring waktu, materi yang dibagikan semakin beragam, mulai dari matematika, budaya Jepang, hingga kehidupan mahasiswa Indonesia di Negeri Sakura. Jerome yang saat itu menempuh pendidikan Matematika Terapan di Waseda University, Tokyo, juga mulai membagikan kesehariannya sebagai mahasiswa.
Konten tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena memperlihatkan pengalaman belajar, pergaulan, serta kehidupan di Jepang dari sudut pandang mahasiswa Indonesia. Dalam perjalanannya, Jerome mengajak tiga sahabatnya di Jepang, yakni Ryoma Otsuka, Tomohiro Yamashita, dan Yusuke Sakazaki, untuk membuat konten bersama. Mereka dikenal dengan nama Waseda Boys. Kehadiran Waseda Boys membuat konten Nihongo Mantappu semakin berwarna, tidak hanya menyajikan edukasi, tetapi juga video hiburan, perjalanan ke berbagai tempat, hingga interaksi bersama teman-temannya di Jepang.
Dukungan dan Sorotan di Tengah Polemik
Di tengah polemik yang melibatkan Jerome Polin dan Raffi Ahmad, sejumlah selebriti turut menyoroti dan memberikan dukungan kepada Raffi. Irfan Hakim menjadi salah satu sahabat Raffi yang tetap mendukungnya. Dalam unggahan TikTok, Irfan terlihat mengunggah video bersama Raffi Ahmad saat berada di Tanah Suci, dengan menyematkan lagu dari Betrand Peto berjudul “Sahabat Tak Akan Pergi”. Ia juga menyematkan caption emoji peluk untuk Raffi Ahmad.
Netizen pun tampak memuji kesetiaan persahabatan Irfan Hakim kepada Raffi Ahmad. Salah satu komentar menyebut, “Salut sama a Irfan ga ikutan fomo ngehujat a raffi.” Komentar lain berbunyi, “Makasi aa gk ikut mengcut off Raffi.” Sementara itu, reaksi terhadap Jerome Polin sendiri terbelah, dengan sebagian warganet menyoroti pernyataan kritiknya dan mengaitkannya dengan perjalanan kariernya di media sosial.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Jerome Polin maupun Raffi Ahmad terkait sindiran “kacang lupa kulitnya” yang beredar di media sosial. Yang jelas, video podcast lama keduanya menjadi salah satu pemicu perbincangan, khususnya soal peran Raffi dalam peningkatan popularitas Jerome pada 2018.
Konteks dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Kasus ini memperlihatkan bagaimana rekam jejak digital seorang figur publik dapat kembali mencuat dan memengaruhi persepsi publik ketika terjadi polemik. Bagi Jerome Polin, citra sebagai kreator konten edukasi yang membangun karier dari nol lewat Math Q&A dan Nihongo Mantappu menjadi latar yang penting untuk dipahami publik, di samping hubungannya dengan sejumlah figur besar di industri hiburan Indonesia.
Ke depan, publik tampaknya masih menantikan klarifikasi atau tanggapan langsung dari pihak-pihak terkait. Perkembangan soal hubungan antara Jerome Polin dan Raffi Ahmad, serta dampaknya terhadap karier keduanya, akan menjadi hal yang layak diikuti, terutama karena keduanya memiliki basis pengikut yang besar di media sosial.












