Cakrawala News – 08 Oktober 2026 | Hasil imbang 2-2 antara Kazakhstan vs Kepulauan Faroe dalam lanjutan Grup 3 UEFA Nations League C menjadi berkah tersendiri bagi Timnas Indonesia. Duel yang berlangsung di Astana Arena pada Senin (6/10/2026) itu membuat Kazakhstan kehilangan 0,39 poin sehingga harus turun ke peringkat 117 dunia dengan koleksi 1.166,26 poin, tepat di bawah Indonesia yang naik ke posisi 116 dengan 1.166,50 poin.
Kenaikan tersebut melengkapi capaian Garuda setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Tim asuhan pelatih John Herdman itu mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 4-2, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu. Laga final berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Dalam adu penalti tersebut, kiper Emil Audero menjadi salah satu aktor penting setelah menggagalkan penalti pemain Thailand. Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 itu menjadi turnamen resmi FIFA yang digelar untuk pertama kalinya dengan format tersebut.
Poin Indonesia Unggul Tipis atas Kazakhstan
Berdasarkan pembaruan perhitungan ranking FIFA pada Rabu (7/10/2026), Indonesia mengoleksi 1.166,50 poin atau bertambah 3,35 poin dari rangkaian pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026. Sementara Kazakhstan tertahan di angka 1.166,26 poin. Selisih keduanya hanya 0,24 poin, sehingga persaingan di sekitar posisi Indonesia masih sangat ketat.
Selain Kazakhstan, Sudan juga gagal mempertahankan posisinya. Sudan menelan kekalahan telak 1-4 dari Mozambik dan kehilangan 11,08 poin dalam perhitungan ranking FIFA. Hasil minor dua negara itu membuka ruang bagi Indonesia untuk melewati mereka.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut pencapaian tersebut. Menurutnya, kenaikan ranking menjadi bagian dari perjalanan panjang sepak bola Indonesia untuk terus berkembang di level internasional.
“Juara FIFA ASEAN Cup 2026 membuat Timnas Indonesia berhasil naik 2 posisi di FIFA Ranking. Peringkat ke-116 ini menjadi yang terbaik untuk Indonesia dalam 20 tahun terakhir,” kata Erick Thohir dalam unggahan media sosialnya, Rabu (7/10/2026).
Erick juga menegaskan bahwa proses pembinaan tim nasional berjalan bertahap. “Selangkah demi selangkah untuk Garuda terbang tinggi,” ujarnya melalui media sosial resminya.
Persaingan di Sekitar Posisi Indonesia
Posisi Indonesia di peringkat 116 masih belum aman. Tanzania yang berada di peringkat 115 hanya mengumpulkan 1.166,82 poin, terpaut sekitar 0,32 poin dari Garuda. Sementara Lebanon di posisi 112 mengoleksi 1.170,30 poin.
Kondisi tersebut menunjukkan peluang Indonesia untuk kembali naik masih terbuka, terutama jika mampu meraih hasil positif pada pertandingan internasional berikutnya. Kesempatan menambah poin akan kembali hadir pada FIFA Matchday November 2026.
Dengan demikian, hasil Kazakhstan vs Kepulauan Faroe tidak hanya berdampak pada kedua tim yang bertanding, tetapi juga mengubah peta persaingan di sekitar posisi Indonesia. Kazakhstan vs Kepulauan Faroe menjadi contoh bagaimana hasil pertandingan di belahan dunia lain dapat memengaruhi peringkat negara lain dalam daftar ranking FIFA.
Bagi Indonesia, posisi ke-116 merupakan yang terbaik dalam dua dekade terakhir. Sehari sebelumnya, Garuda masih berada di peringkat 117 dunia. Tambahan poin dari FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pendorong utama, sementara hasil Kazakhstan vs Kepulauan Faroe mempercepat kenaikan tersebut.
Ke depan, tantangan bagi Timnas Indonesia adalah mempertahankan konsistensi performa. Sebab, selisih poin yang tipis dengan sejumlah negara di sekitar posisi 112 hingga 117 membuat setiap hasil pertandingan bisa mengubah urutan ranking secara signifikan.












